JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Beasiswa LPDP menjadi salah satu program pendanaan pendidikan yang paling diminati mahasiswa Indonesia.
Namun, tingginya jumlah pendaftar membuat persaingan semakin ketat.
Tak sedikit peserta yang gagal bukan karena kemampuan akademik, melainkan akibat melakukan kesalahan mendasar dalam proses pendaftaran.
Pengalaman tersebut diungkapkan oleh Celine, mahasiswa S2 di Harvard University yang menempuh pendidikan dengan Beasiswa LPDP.
Melalui kanal YouTube pribadinya, ia membagikan sejumlah kesalahan yang kerap dilakukan para pendaftar berdasarkan pengalaman pribadi dan cerita dari rekan-rekannya.
Meski bukan panduan resmi dari LPDP, berbagai tips yang disampaikan dinilai relevan bagi calon awardee.
Menurut Celine, memahami aturan, membaca pedoman terbaru, hingga menyesuaikan rencana studi dengan kebutuhan Indonesia menjadi faktor penting agar peluang lolos Beasiswa LPDP semakin besar.
Baca Juga: Ramalan Hari Baik Buka Usaha Menurut Primbon Jawa: Senin Disebut Paling Berkah untuk Dagang
Jangan Salah Pilih Universitas
Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah mendaftar ke universitas yang tidak masuk dalam daftar perguruan tinggi tujuan LPDP.
Ia menjelaskan bahwa setiap jalur beasiswa memiliki daftar universitas yang berbeda, seperti jalur reguler, Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD), maupun jalur lainnya. Seluruh daftar tersebut telah tersedia di situs resmi LPDP.
Jika calon pendaftar memilih kampus di luar daftar yang telah ditetapkan, maka peluang lolos seleksi administrasi otomatis tertutup karena tidak memenuhi persyaratan dasar.
Pahami Prioritas Pembangunan Indonesia
Kesalahan berikutnya adalah tidak memahami kebutuhan atau prioritas pembangunan nasional.
Menurut Celine, LPDP merupakan program pemerintah sehingga penerima beasiswa diharapkan mampu berkontribusi terhadap kebutuhan Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Sebagai contoh, ketika isu kesehatan menjadi fokus nasional pascapandemi, maka bidang seperti kesehatan masyarakat memiliki peluang lebih besar karena dianggap sesuai dengan kebutuhan negara.
Ia menyarankan calon pendaftar mempelajari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), mengikuti perkembangan berita nasional, hingga menyimak webinar LPDP yang rutin menghadirkan pejabat kementerian maupun akademisi.
Dari berbagai forum tersebut, peserta dapat mengetahui sektor apa saja yang sedang menjadi prioritas pemerintah.
Jangan Abaikan Pedoman Terbaru LPDP
Celine juga mengingatkan bahwa aturan LPDP sangat dinamis dan dapat berubah setiap tahun.
Ia mencontohkan adanya perubahan syarat penyetaraan ijazah lulusan luar negeri yang sebelumnya tidak diwajibkan, kemudian menjadi persyaratan administrasi pada periode berikutnya.
Selain itu, terdapat perubahan kebijakan mengenai pemegang Letter of Acceptance (LoA) yang memperoleh fasilitas tertentu dalam proses seleksi.
Karena itu, calon peserta diminta selalu membaca buku pedoman terbaru dan mengikuti sesi tanya jawab resmi yang diselenggarakan LPDP agar tidak tertinggal informasi penting.
Gunakan Bahasa yang Paling Dikuasai
Kesalahan lainnya adalah memaksakan diri menulis esai kontribusi menggunakan bahasa yang kurang dikuasai.
Menurut Celine, pedoman LPDP tidak mewajibkan penggunaan bahasa Inggris untuk esai kontribusi, bahkan beberapa rekannya tetap lolos ke universitas luar negeri meski menulis dalam bahasa Indonesia.
Sebaliknya, ada pula peserta yang lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris karena telah terbiasa menulis dokumen akademik dalam bahasa tersebut.
Yang terpenting, isi esai mampu menjelaskan kontribusi nyata bagi Indonesia secara jelas dan mudah dipahami, bukan sekadar menunjukkan kemampuan berbahasa asing.
Pilih Isu yang Relevan dengan Kondisi Indonesia
Kesalahan kelima berkaitan dengan pemilihan topik esai.
Ia menilai masih banyak peserta mengangkat isu yang kurang relevan dengan kondisi terkini Indonesia sehingga gagasan kontribusinya terasa tidak sesuai dengan kebutuhan bangsa.
Oleh sebab itu, calon pendaftar disarankan terus mengikuti perkembangan isu nasional agar rencana kontribusi yang ditawarkan memiliki keterkaitan dengan tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.
Hindari Terlalu Percaya Diri Saat Wawancara
Pada tahap wawancara, Celine mengingatkan agar peserta tidak bersikap berlebihan ketika menjelaskan prestasi.
Kepercayaan diri memang diperlukan, tetapi jangan sampai berubah menjadi kesan menyombongkan diri.
Ia menyarankan peserta lebih banyak menjelaskan dampak dari setiap pencapaian dibandingkan hanya menceritakan keberhasilan pribadi.
Dengan demikian, pewawancara dapat melihat nilai kontribusi yang pernah diberikan kepada masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Jangan Minder Sebelum Mencoba
Kesalahan terakhir justru berasal dari kurangnya rasa percaya diri.
Menurut Celine, banyak calon pendaftar sebenarnya memiliki kemampuan yang memadai, tetapi gagal melangkah karena merasa tidak layak bersaing.
Ia menilai rasa minder menjadi hambatan terbesar selama proses seleksi.
Karena itu, setiap peserta perlu menyiapkan diri sebaik mungkin, percaya terhadap kemampuan yang dimiliki, serta menerima bahwa hasil akhir merupakan bagian dari proses yang telah diupayakan secara maksimal.
Dengan memahami berbagai kesalahan tersebut, calon pendaftar diharapkan dapat mempersiapkan proses seleksi Beasiswa LPDP secara lebih matang dan meningkatkan peluang untuk meraih pendanaan studi, baik di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Ramalan Hari Baik Buka Usaha Menurut Primbon Jawa: Senin Disebut Paling Berkah untuk Dagang
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan