
TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Buah paling langka di dunia selalu menarik perhatian karena keunikan bentuk, warna, hingga kisah di balik keberadaannya. Sebagian di antaranya bahkan hanya bisa ditemukan di wilayah tertentu dengan populasi yang sangat terbatas.
Beberapa buah paling langka di dunia memiliki harga fantastis karena sulit dibudidayakan. Ada pula yang dinyatakan punah di habitat aslinya, tetapi berhasil diselamatkan melalui upaya konservasi maupun penelitian ilmiah.
Mulai dari pisang bercorak putih hijau yang dibanderol puluhan juta rupiah hingga apel hitam dari dataran tinggi Tibet, berikut deretan buah langka yang keberadaannya semakin sulit ditemukan.
Baca Juga: Dana Instan Tidak Muncul? Ini Tips Agar Fitur Pinjaman Tunai di Aplikasi Dana Cepat Aktif
Pisang Variegata Jadi Incaran Kolektor
Pisang Variegata atau pisang albino belang menjadi salah satu tanaman eksotis yang paling diburu kolektor tanaman tropis. Keunikannya terletak pada daun dan kulit buah yang memiliki corak putih dan hijau akibat mutasi genetik.
Karakter genetik tersebut membuat tidak semua tanaman mampu menghasilkan buah. Karena tingkat keberhasilannya rendah, harga satu tunas pisang variegata dapat mencapai puluhan juta rupiah, terutama jika berhasil menghasilkan buah dengan motif belang yang sempurna.
Buah Bunga Bangkai Jarang Terlihat
Tak banyak yang mengetahui bahwa bunga bangkai menghasilkan buah setelah masa mekarnya selesai. Tanaman endemik Sumatera itu membentuk ratusan hingga ribuan buah kecil berwarna merah cerah berukuran sekitar 1 hingga 2 sentimeter.
Namun, buah tersebut sangat jarang dijumpai karena habitat bunga bangkai sendiri semakin sulit ditemukan. Selain itu, bunga hanya mekar selama tiga hingga lima hari sebelum akhirnya layu.
Pisang Pink yang Mencolok
Jenis lain yang masuk daftar buah langka adalah Musa velutina atau pisang pink. Tanaman asal India dan Bangladesh tersebut memiliki kulit buah berwarna merah muda terang yang akan membuka sendiri ketika matang.
Daging buahnya berwarna putih dengan biji hitam berukuran besar. Meski bisa dimakan, ukuran bijinya membuat buah ini kurang diminati sebagai konsumsi sehari-hari sehingga kini lebih banyak dibudidayakan di kebun botani dan koleksi pribadi.
Buah Rotan Tersembunyi di Pedalaman
Rotan selama ini dikenal sebagai bahan baku anyaman. Namun tanaman merambat tersebut juga menghasilkan buah kecil dengan kulit bersisik menyerupai salak.
Di sejumlah wilayah pedalaman Asia Tenggara, buah rotan pernah dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional maupun dikonsumsi saat musim panen tiba. Sayangnya, keberadaannya jarang diketahui masyarakat luas.
Black Diamond Apple Bernilai Jutaan Rupiah
Black Diamond Apple menjadi salah satu apel paling mahal di dunia. Warna kulitnya tampak hitam dengan kilau ungu gelap akibat perbedaan suhu ekstrem antara siang dan malam di dataran tinggi Tibet.
Apel ini hanya mampu tumbuh pada ketinggian lebih dari 3.500 meter di atas permukaan laut dengan masa panen yang sangat singkat. Produksinya terbatas sehingga harga per buah dapat melampaui Rp1 juta di pasar premium China.
Kurma Berusia 2.000 Tahun Berhasil Dihidupkan
Kisah menarik datang dari kurma Judien yang sempat dinyatakan punah selama ribuan tahun. Pada 1960-an, arkeolog menemukan biji kurma kuno di reruntuhan Benteng Masada, Israel.
Meski peluang hidupnya sangat kecil, salah satu biji berhasil ditumbuhkan pada 2005. Pohon tersebut diberi nama Methuselah dan kini telah mampu menghasilkan buah, menjadikannya salah satu tanaman buah paling bersejarah di dunia.
Mangga Kasturi Kini Punah di Alam Liar
Indonesia juga memiliki buah langka bernama mangga kasturi yang berasal dari Kalimantan Selatan. Buah berukuran kecil itu memiliki kulit kehitaman saat matang dengan aroma kuat dan rasa manis khas.
Akibat alih fungsi lahan dan kerusakan hutan, mangga kasturi dinyatakan punah di habitat alaminya. Beruntung, sebagian masyarakat masih membudidayakannya di pekarangan sehingga varietas tersebut tetap dapat dilestarikan.
Keberadaan berbagai buah langka tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian habitat alami. Tanpa upaya konservasi yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin semakin banyak spesies buah unik yang hanya akan tersisa dalam catatan sejarah.
Baca Juga: Dana Instan Tidak Muncul? Ini Tips Agar Fitur Pinjaman Tunai di Aplikasi Dana Cepat Aktif
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan