Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Usulan Gaji Guru Minimal Rp5 Juta Kembali Menguat, DPR Sebut Angka Layak untuk Kesejahteraan

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 5 Juli 2026 | 21:55 WIB
Usulan gaji guru minimal Rp5 juta kembali menguat di DPR. Komisi X menilai angka tersebut layak untuk kesejahteraan guru.
Usulan gaji guru minimal Rp5 juta kembali menguat di DPR. Komisi X menilai angka tersebut layak untuk kesejahteraan guru.

TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Wacana kenaikan gaji guru menjadi minimal Rp5 juta per bulan kembali ramai diperbincangkan setelah sejumlah media nasional memberitakan dukungan dari anggota Komisi X DPR RI.

Usulan tersebut mencuat usai Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan bahwa angka Rp5 juta dinilai layak untuk meningkatkan kesejahteraan guru di Indonesia. Pernyataan itu kemudian menjadi sorotan di kalangan tenaga pendidik, baik guru ASN maupun honorer.

“Kami sudah menghitung di Komisi X, minimal Rp5 juta adalah angka yang layak untuk kesejahteraan guru,” ujar Lalu Hadrian dalam sebuah forum yang juga membahas kondisi pendidikan di berbagai daerah.

Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan bahwa jumlah guru di Indonesia saat ini mencapai sekitar 3,47 juta orang berdasarkan data Pusdatin. Jika seluruh guru menerima gaji rata-rata Rp5 juta per bulan, maka kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp17 triliun setiap bulan atau sekitar Rp208 triliun per tahun.

Baca Juga: Rekomendasi HP Realme 2 Jutaan Terbaik 2026, Ini 7 Smartphone Paling Worth It untuk Dipakai Bertahun-tahun

Perhitungan Anggaran

Perhitungan tersebut disebut masih bersifat simulasi sederhana. Namun, menurutnya, angka itu memberikan gambaran bahwa peningkatan kesejahteraan guru memerlukan komitmen fiskal yang besar dari pemerintah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh anggota Komisi X DPR RI mendukung upaya peningkatan kesejahteraan guru.

 

“Tidak ada satu pun yang menolak guru harus sejahtera. Semua sepakat bahwa upah guru harus layak,” katanya.

Revisi UU Sisdiknas

Komisi X DPR RI juga disebut tengah mendorong revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Salah satu fokus utama revisi tersebut adalah penguatan kesejahteraan guru.

Menurut Lalu Hadrian, kesejahteraan guru tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan penghasilan semata, tetapi juga sebagai bagian dari strategi memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

 

“Gurunya sejahtera, muridnya makin pintar, dan pendidikan nasional kita makin maju,” ujarnya.

Kondisi Guru di Daerah

Dalam forum tersebut, ia juga menyinggung kondisi pendidikan di sejumlah wilayah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari sekolah yang rusak hingga daerah yang belum memiliki akses sinyal internet memadai.

Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan guru perlu diiringi dengan pemerataan fasilitas pendidikan.

Ia mencontohkan sejumlah daerah di Banten yang masih mengalami keterbatasan infrastruktur dan akses komunikasi, sehingga kebijakan pembelajaran daring tidak selalu dapat diterapkan secara optimal.

Harapan Guru

Ramainya pemberitaan mengenai usulan gaji guru minimal Rp5 juta mendapat perhatian luas dari para guru di berbagai daerah. Banyak yang berharap wacana tersebut tidak berhenti sebagai usulan, tetapi dapat diwujudkan melalui kebijakan pemerintah dan dukungan DPR.

Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi pemerintah mengenai kenaikan gaji guru menjadi Rp5 juta per bulan. Namun, pernyataan dari Komisi X DPR RI menunjukkan bahwa isu kesejahteraan guru masih menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional.

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#revisi UU Sisdiknas #Gaji guru Rp5 juta #guru honorer #komisi x dpr ri #kesejahteraan guru