Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

DPR Soroti Gaji Guru Rp5 Juta, Mutu Pendidikan dan Kasus Bullying Juga Jadi Perhatian

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 5 Juli 2026 | 22:00 WIB
DPR menilai gaji guru Rp5 juta perlu dibarengi peningkatan mutu pendidikan, layanan BK, dan penanganan kasus bullying di sekolah. (Ilustrasi Gemini AI)
DPR menilai gaji guru Rp5 juta perlu dibarengi peningkatan mutu pendidikan, layanan BK, dan penanganan kasus bullying di sekolah. (Ilustrasi Gemini AI)

TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Pembahasan mengenai usulan gaji guru minimal Rp5 juta per bulan tidak hanya menyoroti aspek kesejahteraan tenaga pendidik, tetapi juga dikaitkan dengan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan bahwa peningkatan penghasilan guru harus berjalan seiring dengan perbaikan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Kami sepakat guru harus sejahtera. Tapi ada persoalan kedua, yaitu mutu pengajaran dan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga: Rekomendasi HP Realme 2 Jutaan Terbaik 2026, Ini 7 Smartphone Paling Worth It untuk Dipakai Bertahun-tahun

Gaji Guru dan Kualitas Pendidikan

Menurutnya, kesejahteraan guru merupakan syarat penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal. Namun, peningkatan gaji juga perlu dibarengi dengan peningkatan prestasi pengajaran dan pembentukan karakter siswa.

Ia menyebut pemerintah dan DPR sedang membahas revisi UU Sisdiknas, dengan salah satu fokus utama pada kesejahteraan guru dan penguatan kualitas pendidikan.

Dalam simulasi yang dipaparkannya, jika sekitar 3,47 juta guru di Indonesia menerima gaji rata-rata Rp5 juta per bulan, maka kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp208 triliun per tahun.

Daerah Blank Spot Jadi Sorotan

Lalu Hadrian juga menyoroti kondisi pendidikan di sejumlah wilayah yang masih tertinggal, termasuk daerah yang belum memiliki akses internet memadai.

Ia mengaku pernah mengunjungi beberapa wilayah di Banten yang masih mengalami blank spot, sehingga kebijakan pembelajaran daring sulit diterapkan.

“Ada daerah yang tidak ada sinyalnya. Karena itu ketika ada rencana pembelajaran online, saya menolak jika diterapkan secara seragam,” katanya.

Kasus Bullying dan Kesehatan Mental

Selain persoalan infrastruktur, ia turut menyinggung pentingnya layanan bimbingan konseling (BK) di sekolah. Hal itu disampaikan setelah adanya kasus percobaan bunuh diri seorang siswi yang diduga berkaitan dengan perundungan atau bullying.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan mental siswa perlu mendapat perhatian serius dari sekolah maupun pemerintah.

Ia mempertanyakan apakah jumlah guru BK di sekolah-sekolah sudah ideal dibandingkan dengan jumlah siswa yang harus ditangani.

“Sekarang problem kejiwaan siswa juga menjadi isu karena mereka menerima begitu banyak informasi dari media sosial dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Pendidikan Bermutu

Lalu Hadrian menekankan bahwa tujuan akhir dari peningkatan kesejahteraan guru adalah menciptakan pendidikan yang lebih bermutu dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

Ia berharap guru tidak hanya menyampaikan materi untuk dihafal, tetapi juga membantu siswa memahami persoalan nyata di lingkungan mereka.

“Mari kita letakkan kesejahteraan guru dalam konteks memajukan mutu pendidikan nasional sehingga linear: gurunya sejahtera, muridnya makin pintar, dan pendidikan nasional kita makin maju,” tuturnya.

Hingga kini, usulan gaji guru minimal Rp5 juta masih berupa dorongan dari DPR dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah. Namun, pembahasan tersebut menunjukkan bahwa isu kesejahteraan guru, mutu pendidikan, pemerataan fasilitas, serta perlindungan siswa dari bullying menjadi agenda penting dalam reformasi pendidikan nasional.

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Tags gaji guru Rp5 juta #mutu pendidikan #bullying di sekolah #guru bk #komisi x dpr ri