Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pidato Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80: Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah, Polri Harus Dekat dengan Rakyat

Gita Dwi Nuraini • Senin, 6 Juli 2026 | 13:45 WIB
Pidato Prabowo Hari Bhayangkara ke-80 menegaskan hukum harus adil, Polri dekat dengan rakyat, serta memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik.(Gemini AI)
Pidato Prabowo Hari Bhayangkara ke-80 menegaskan hukum harus adil, Polri dekat dengan rakyat, serta memperkuat profesionalisme dan kepercayaan publik.(Gemini AI)

 

TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COMPidato Prabowo Hari Bhayangkara ke-80 menjadi sorotan setelah Presiden Republik Indonesia menyampaikan sejumlah pesan penting kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa Polri harus terus menjaga kepercayaan masyarakat, menegakkan hukum secara adil, serta menjadi institusi yang selalu hadir untuk melindungi rakyat.

Dalam Pidato Prabowo Hari Bhayangkara ke-80, Presiden menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar Polri yang memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Ia menilai tema peringatan tahun ini, "Polri untuk Masyarakat", mencerminkan jati diri sekaligus arah pengabdian seluruh insan Bhayangkara.

Presiden menegaskan bahwa Pidato Prabowo Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan kembali mengenai peran strategis Polri dalam menjaga stabilitas nasional, mendukung pembangunan, hingga mengawal transformasi Indonesia menuju negara yang maju dan sejahtera.

Baca Juga: Cara Pemutakhiran Data ASN di MyASN Lewat SISN, Begini Tahapan Login, Upload Dokumen hingga Approval

Stabilitas Jadi Kunci Pembangunan Nasional

Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa Indonesia saat ini sedang menjalani transformasi besar di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, birokrasi, pendidikan, ketahanan pangan hingga energi.

Menurutnya, seluruh proses pembangunan tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya stabilitas keamanan dan kepastian hukum. Ia menyebut tidak mungkin tercipta pertumbuhan ekonomi, investasi, maupun kesejahteraan apabila keamanan dan ketertiban tidak terjaga.

Karena itu, Presiden menilai Polri memiliki peran yang sangat penting sebagai institusi yang menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa percaya kepada masyarakat dan dunia usaha.

Baca Juga: Cara Mengajukan Permohonan Internal di E Office, Simak Tahapan Upload Dokumen hingga Tanda Tangan Digital

Apresiasi Kinerja Polri

Presiden memberikan penghargaan kepada seluruh anggota Polri yang selama ini bertugas menjaga keamanan di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menilai Polri telah menunjukkan berbagai bentuk pengabdian, mulai dari menjaga ketertiban masyarakat, membantu penanganan bencana, mendukung stabilitas harga pangan, hingga berperan aktif dalam program-program strategis pemerintah.

Presiden juga mengapresiasi keterlibatan Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya melalui peningkatan produksi jagung, pembangunan gudang pangan, penyediaan sumur bor, pembangunan jembatan, serta pembentukan lebih dari seribu satuan pelayanan pemenuhan gizi atau dapur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Polri dinilai berhasil bekerja sama dengan TNI, kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengamankan momentum besar seperti Natal, Tahun Baru, Idulfitri, maupun agenda nasional lainnya sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Baca Juga: OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor

Soroti Ancaman Narkoba hingga Judi Online

Dalam pidatonya, Presiden mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi aparat penegak hukum semakin kompleks.

Ia menyebut penyalahgunaan narkotika, judi online, perdagangan orang, kejahatan siber, terorisme, korupsi, penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal hingga kejahatan ekonomi sebagai ancaman serius yang harus terus diberantas.

Meski demikian, Presiden mengapresiasi keberhasilan Polri bersama berbagai lembaga dalam mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas praktik judi online, serta menjaga Indonesia tetap bebas dari insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir.

Namun ia mengingatkan agar seluruh aparat tidak cepat berpuas diri karena tantangan ke depan dinilai masih sangat besar.

Hukum Harus Adil untuk Semua

Salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam pidato tersebut adalah penegasan Presiden mengenai supremasi hukum.

Ia menekankan bahwa hukum harus menjadi pelindung masyarakat, terutama bagi kelompok yang lemah, dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

Presiden juga mengingatkan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang, kriminalisasi, maupun perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu.

"Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas," tegas Presiden dalam amanatnya.

Enam Pesan Presiden kepada Polri

Menutup pidatonya, Presiden menyampaikan enam pesan utama kepada seluruh anggota Polri.

Pertama, menjaga kepercayaan rakyat sebagai modal utama institusi kepolisian. Kedua, menjadi polisi yang dekat dengan masyarakat dan selalu hadir saat rakyat membutuhkan.

Ketiga, menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu. Keempat, terus meningkatkan profesionalisme dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan.

Kelima, memperkuat sinergi bersama TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, media, dunia usaha, hingga seluruh elemen bangsa. Keenam, tidak pernah berhenti melakukan pembenahan internal dengan tetap rendah hati serta terbuka terhadap kritik.

Presiden menutup pidatonya dengan mengajak seluruh anggota Polri menjaga kehormatan institusi, melindungi rakyat, dan terus mengabdi kepada bangsa demi mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Pidato Prabowo Hari Bhayangkara ke-80 #Hari Bhayangkara 2026 #Polri Presisi #Kepolisian Republik Indonesia #Prabowo Subianto