TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Aparatur Sipil Negara (ASN) kini perlu memahami cara aktivasi MFA ASN Digital sebagai langkah pengamanan akun yang digunakan untuk mengakses berbagai layanan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Melalui sistem Multi-Factor Authentication (MFA), proses login menjadi lebih aman karena membutuhkan kode OTP yang terus berubah setiap beberapa detik.
Penerapan cara aktivasi MFA ASN Digital menjadi perhatian karena seluruh ASN yang menggunakan layanan BKN, mulai dari e-Kinerja hingga sistem berbasis Single Sign On (SSO), akan menggunakan mekanisme keamanan tambahan tersebut. Aktivasi hanya dilakukan satu kali, sedangkan kode OTP akan diminta setiap kali pengguna melakukan login.
Dalam sebuah video edukasi yang diunggah di YouTube, dijelaskan bahwa proses cara aktivasi MFA ASN Digital cukup sederhana. Pengguna hanya memerlukan dua perangkat, yakni laptop dan ponsel yang telah terhubung ke internet.
Baca Juga: Cara Pemutakhiran Data ASN di MyASN Lewat SISN, Simak Tahapan Login, Upload Dokumen hingga Approval
Siapkan Laptop dan Ponsel
Tahap pertama adalah menyiapkan laptop untuk membuka portal ASN Digital. Pengguna cukup mengetik "ASN Digital" melalui mesin pencari, kemudian memilih laman resmi ASN Digital Portal.
Setelah halaman utama terbuka, pengguna dapat memilih menu "Masuk" untuk login menggunakan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan password yang selama ini digunakan pada layanan BKN berbasis SSO.
Apabila belum memahami prosedurnya, pada halaman awal juga tersedia panduan resmi yang dapat diunduh melalui Google Drive yang telah disediakan oleh BKN.
Login Menggunakan NIP dan Password
Setelah memasukkan NIP serta password, sistem akan menampilkan halaman Mobile Authenticator Setup. Pada tahap inilah pengguna harus berpindah ke ponsel untuk melakukan proses aktivasi.
Pengguna kemudian membuka Google Play Store dan mengunduh aplikasi Google Authenticator. Bagi yang sudah memasangnya, cukup membuka aplikasi tersebut.
Saat aplikasi terbuka, pengguna memilih akun yang digunakan, memastikan sinkronisasi aktif, kemudian menekan tombol "Tambahkan Kode" dan memilih opsi "Pindai QR".
Scan QR Code dari ASN Digital
QR Code yang muncul pada layar laptop kemudian dipindai menggunakan kamera di aplikasi Google Authenticator.
Setelah berhasil dipindai, aplikasi secara otomatis menghasilkan kode OTP enam digit yang terus berubah dalam hitungan detik. Kode inilah yang nantinya digunakan sebagai verifikasi tambahan saat login ke ASN Digital.
Pengguna harus segera memasukkan kode OTP sebelum masa berlakunya habis. Jika terlambat, kode tersebut tidak lagi dapat digunakan sehingga harus memasukkan kode baru yang muncul secara otomatis.
Setelah kode OTP dimasukkan dan tombol Submit ditekan, proses aktivasi MFA selesai dilakukan.
Aktivasi Hanya Dilakukan Sekali
Setelah MFA aktif, pengguna tidak perlu lagi melakukan pemindaian QR Code setiap kali login.
Pada proses login berikutnya, ASN cukup memasukkan NIP, password, kemudian mengisi kode OTP terbaru dari aplikasi Google Authenticator.
Karena kode OTP selalu berubah dalam waktu singkat, sistem mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap akun ASN dari potensi penyalahgunaan maupun akses oleh pihak yang tidak berwenang.
Apabila pengguna memasukkan kode yang sudah kedaluwarsa atau salah satu angka saja berbeda, maka proses login akan otomatis ditolak oleh sistem.
Meningkatkan Keamanan Akun ASN
Penerapan Multi-Factor Authentication menjadi salah satu upaya meningkatkan keamanan seluruh layanan digital BKN. Dengan sistem ini, kepemilikan password saja tidak cukup untuk mengakses akun ASN.
Setiap login memerlukan verifikasi tambahan berupa kode OTP yang hanya tersedia di perangkat milik pengguna melalui aplikasi Google Authenticator.
Karena itu, ASN diimbau segera melakukan aktivasi MFA agar tetap dapat mengakses seluruh layanan ASN Digital tanpa kendala sekaligus menjaga keamanan data kepegawaian yang dimiliki.
Baca Juga: Cara Pemutakhiran Data ASN di MyASN Lewat SISN, Simak Tahapan Login, Upload Dokumen hingga Approval
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan