TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Tunjangan guru honorer resmi naik menjadi Rp2 juta setelah pemerintah meningkatkan besaran bantuan bagi guru non-ASN. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus menyederhanakan mekanisme penyaluran tunjangan.
Kenaikan tunjangan guru honorer diumumkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti. Selain menaikkan nominal tunjangan, pemerintah juga menerapkan sistem baru berupa transfer langsung ke rekening guru setiap bulan agar pencairan lebih cepat dan tepat sasaran.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan program beasiswa bagi guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana. Langkah tersebut melengkapi kebijakan tunjangan guru honorer sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Baca Juga: Tutorial SRIKANDI untuk Admin OPD, Ini Cara Membuat Unit Kerja, Jabatan, dan Pengguna
Tunjangan Guru Honorer Naik Menjadi Rp2 Juta
Abdul Mu'ti menegaskan pemerintah telah menaikkan tunjangan bagi guru non-ASN dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen Presiden dalam memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer yang selama ini berperan besar dalam proses belajar mengajar di berbagai daerah.
Sementara itu, guru ASN tetap memperoleh tunjangan profesi dengan besaran setara satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.
Dana Langsung Masuk Rekening Guru
Pemerintah juga melakukan perubahan pada mekanisme penyaluran tunjangan.
Jika sebelumnya pencairan melewati sejumlah tahapan administrasi, kini tunjangan dan gaji ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan.
Menurut Abdul Mu'ti, sistem tersebut merupakan terobosan untuk memangkas birokrasi sehingga guru dapat menerima haknya secara lebih cepat tanpa proses yang berbelit.
Pemerintah Siapkan Beasiswa S1 untuk 12.500 Guru
Selain menaikkan tunjangan, pemerintah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi pendidikan D4 atau S1.
Setiap penerima memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp3 juta per semester melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program tersebut telah berjalan dan saat ini memasuki semester kedua. Pemerintah berharap sebagian peserta dapat menyelesaikan studi dan diwisuda pada tahun ini.
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan dan Kompetensi Guru
Pemerintah menilai peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi guru.
Karena itu, selain menaikkan tunjangan guru honorer dan mempercepat proses pencairan melalui transfer langsung, pemerintah juga memberikan dukungan pendidikan melalui program beasiswa agar semakin banyak guru memiliki kualifikasi sarjana.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tenaga pendidik sekaligus memperkuat mutu pendidikan nasional.
Editor : Gita Dwi Nuraini