TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Informasi PKH terbaru hari ini menjadi kabar yang ditunggu jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 2 susulan dilaporkan masih berlangsung secara bertahap di sejumlah daerah melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Berdasarkan informasi PKH terbaru hari ini, sejumlah penerima telah melaporkan saldo bantuan masuk ke rekening KKS yang diterbitkan oleh Bank Mandiri maupun Bank BNI. Meski demikian, proses pencairan belum dilakukan secara serentak sehingga masih ada KPM yang harus menunggu giliran sesuai jadwal penyaluran di wilayah masing-masing.
Selain perkembangan pencairan PKH dan BPNT, informasi PKH terbaru hari ini juga disertai kabar mengenai penyaluran bantuan pangan berupa beras yang akan kembali diberikan selama tiga bulan berturut-turut mulai Juli hingga September 2026.
PKH dan BPNT Tahap 2 Susulan Masih Berjalan
Proses pencairan PKH dan BPNT tahap 2 susulan terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah laporan menyebutkan bantuan telah masuk ke rekening penerima melalui KKS Bank Mandiri dan Bank BNI.
Salah satu KPM dilaporkan menerima pencairan PKH dan BPNT tahap 2 susulan sebesar Rp1.350.000 melalui KKS Bank Mandiri. Sementara itu, penerima lain mendapatkan bantuan PKH sebesar Rp825.000 melalui rekening Bank BNI.
Selain itu, terdapat pula laporan pencairan PKH tahap 2 susulan bagi pemegang KKS baru Bank BNI dengan nominal Rp1.050.000. Nominal bantuan yang diterima masing-masing KPM berbeda karena disesuaikan dengan komponen bantuan dan kategori kepesertaan dalam Program Keluarga Harapan.
Pemerintah sebelumnya telah menegaskan bahwa pencairan bantuan sosial dilakukan secara bertahap sesuai proses administrasi dan kesiapan data sehingga waktu penerimaan setiap daerah dapat berbeda.
Baca Juga: Cara Cek Rekening Tunjangan Guru 2026, Pastikan Dana TPG Sudah Masuk atau Masih Proses
Bantuan Beras Kembali Disalurkan Tiga Bulan
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga melanjutkan program bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat yang memenuhi syarat.
Penyaluran bantuan beras ditargetkan berlangsung selama tiga bulan berturut-turut, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan.
Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN). Jumlah penerima bantuan pangan diperkirakan mencapai sekitar 33,2 juta KPM di seluruh Indonesia.
Di sejumlah daerah, bantuan beras dan bantuan tambahan lainnya masih terus disalurkan secara bertahap mengikuti kesiapan distribusi di lapangan.
KPM Diminta Tidak Panik Jika Bantuan Belum Cair
Bagi KPM yang hingga kini belum menerima saldo bantuan, pemerintah mengimbau agar tetap tenang. Proses penyaluran bansos memang tidak dilakukan secara bersamaan sehingga sebagian penerima memperoleh bantuan lebih awal, sementara lainnya menyusul pada tahap berikutnya.
Penerima juga disarankan melakukan pengecekan saldo rekening KKS secara berkala, namun tidak perlu terlalu sering karena hal tersebut tidak memengaruhi percepatan pencairan bantuan.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan status kepesertaan masih aktif di DTSN. Bantuan sosial hanya dapat disalurkan kepada KPM yang masih memenuhi persyaratan dan tercatat sebagai penerima aktif.
Rekening KKS juga harus dipastikan dalam kondisi aktif. Rekening pasif, kartu rusak, atau ketidaksesuaian data administrasi berpotensi menyebabkan saldo bantuan tertunda masuk ke rekening penerima.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari Kementerian Sosial, pemerintah daerah, maupun pendamping sosial agar memperoleh informasi yang akurat mengenai jadwal pencairan bantuan sosial di wilayah masing-masing.
Editor : Gita Dwi NurainiSumber : Pinterest