BALI - Semangat membara mengiringi langkah awal Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam menatap gelaran ASEAN Championship atau Piala AFF 2026. Melalui pemusatan latihan (TC) yang dipimpin langsung oleh pelatih John Hartman di Bali Training Center, skuad Garuda secara resmi memulai misi besar untuk membawa pulang trofi Piala AFF 2026 yang pertama sepanjang sejarah sepak bola tanah air.
Menariknya, meskipun tidak diperkuat oleh mayoritas pemain abroad yang merumput di liga-liga elite Eropa, Timnas Indonesia tetap datang dengan status yang sangat mentereng. Skuad Garuda tercatat menjadi tim dengan nilai pasar tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Dengan estimasi nilai skuad mencapai 8,725 juta euro (sekitar Rp153 miliar), angka ini sukses mengungguli kekuatan finansial tim lengkap dari rival abadi seperti Malaysia (7,60 juta euro), Vietnam (7,25 juta euro), hingga Thailand (6,55 juta euro).
Melonjaknya nilai pasar ini tidak terlepas dari keberadaan para pemain keturunan berkualitas yang saat ini memilih berkarier di Liga Super Indonesia, seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Sandy Walsh, hingga Ragnar Oratmangoen. Ditambah deretan pilar lokal langganan timnas asal BRI Super League seperti Rizky Ridho, Beckham Putra, Ricky Kambuaya, dan Egy Maulana Vikri, kedalaman skuad ini menjadi yang paling dalam untuk mengarungi sengitnya tensi kompetisi Piala AFF 2026.
Baca Juga: Motor Listrik Jarak Tempuh Jauh Makin Diburu, Ini Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Harian
Skema 50 Pemain dan Antisipasi Agenda Non-FIFA
Pelatih John Hartman sejauh ini telah mengumumkan 50 nama dalam daftar skuad sementara yang nantinya akan disaring ketat menjadi 25 hingga 26 pemain melalui sistem promosi-degradasi. Dari daftar tersebut, keberadaan nama Justin Hubner sempat memicu perdebatan hangat. Publik mengkhawatirkan pemanggilan Hubner yang sedang fokus menjalani pramusim bersama Fortuna Sittard justru dapat mengganggu perkembangannya di Eropa, mengingat turnamen selevel Asia Tenggara ini bergulir di luar kalender resmi FIFA.
Namun, Hartman diproyeksikan bakal bersikap bijak dengan mengandalkan stok bek tangguh lain yang sudah kenyang pengalaman di kompetisi Asia untuk mengawal lini pertahanan. Tanpa mengikutsertakan Hubner, kerangka tim dalam formasi pakem 3-4-3 tetap terlihat mengerikan. Di posisi penjaga gawang, Nadeo Argawinata menjadi pilihan logis, dibentengi oleh trio kokoh Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Sandy Walsh. Sementara pos gelandang kreatif dipastikan dikunci oleh dirigen permainan Thom Haye.
Sorotan Media Vietnam dan Kewaspadaan Mentalitas
Kekuatan mengerikan Indonesia ini langsung mendapatkan sorotan tajam dari media-media asing, khususnya media asal Vietnam, Soha. Mereka menilai skuad Garuda tetap menjadi monster yang menakutkan meski tanpa pemain dari klub Eropa, karena berpotensi menurunkan tim yang didominasi oleh pemain naturalisasi dan lulusan akademi sepak bola Eropa.
Baca Juga: 5 Motor Listrik Jarak Tempuh Jauh Terbaik 2026, Cocok untuk Harian hingga Perjalanan Jauh
Menanggapi hal tersebut, Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengingatkan para pemain untuk tidak tinggi hati dan wajib mewaspadai trik psikologis dari Vietnam. Berdasarkan pengalamannya mendampingi timnas di berbagai ajang internasional, Vietnam dikenal sebagai tim yang cerdik dalam memprovokasi lawan guna meruntuhkan mentalitas bertanding. Oleh karena itu, koordinasi intensif terus dilakukan bersama jajaran pelatih agar skuad Garuda tidak mudah terpancing dan mampu meminimalisir kesalahan non-teknis demi menuntaskan misi balas dendam di laga final Piala AFF 2026 mendatang.
Editor : Natasha Eka Safrina