RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - PT Taspen (Persero) membeberkan kondisi terkini pengelolaan dana pensiun aparatur sipil negara (ASN) dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI. Perusahaan pelat merah tersebut mengungkap total dana kelolaan yang kini telah mencapai lebih dari Rp400 triliun.
Besarnya dana yang dikelola Taspen menjadikannya salah satu institusi pengelola dana pensiun terbesar di Indonesia. Dana tersebut digunakan untuk menjamin pembayaran manfaat bagi jutaan ASN aktif maupun pensiunan.
Direktur Utama PT Taspen, Roni, mengatakan saat ini jumlah peserta yang dilayani mencapai sekitar 7,89 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,7 juta merupakan peserta aktif, sedangkan sekitar 3,1 juta lainnya adalah penerima pensiun.
Jangkau Jutaan Pensiunan di Seluruh Indonesia
Dalam menjalankan layanan, Taspen didukung oleh 57 kantor cabang, sekitar 17 ribu titik layanan, serta 44 mitra bayar yang tersebar di berbagai daerah.
Selain itu, perusahaan juga menempatkan personelnya di 128 Mal Pelayanan Publik guna mempercepat pelayanan administrasi bagi para peserta.
Menurut Roni, fokus utama Taspen saat ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat pengelolaan investasi.
"Taspen memiliki dua fokus utama, yakni pelayanan dan investasi," ujarnya dalam rapat bersama Komisi XI DPR.
Peserta yang menjadi tanggung jawab Taspen mencakup PNS pusat, pegawai pemerintah daerah, pejabat negara, anggota DPR, veteran, serta penerima pensiun anggota ABRI sebelum 1 April 1989.
Layanan Digital Masih Belum Dimanfaatkan Maksimal
Meski berbagai inovasi layanan berbasis digital telah diluncurkan, tingkat pemanfaatannya masih tergolong rendah.
Data Taspen menunjukkan bahwa baru sekitar 35 persen peserta yang memanfaatkan layanan pengajuan klaim secara digital. Mayoritas peserta lainnya masih mengandalkan proses manual.
Sementara itu, layanan otentifikasi pensiun secara digital baru digunakan oleh sekitar 58 persen penerima manfaat.
Sebanyak 42 persen peserta lainnya masih melakukan verifikasi secara langsung atau melalui bantuan petugas Taspen.
Menurut manajemen, kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih banyaknya pensiunan yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
Sebagian peserta juga masih merasa lebih aman apabila berinteraksi langsung dengan petugas dibandingkan menggunakan aplikasi.
Karena alasan tersebut, Taspen tetap mempertahankan layanan kunjungan langsung ke rumah pensiunan yang membutuhkan pendampingan.
Dana Kelolaan Tembus Rp400 Triliun
Dalam paparannya, Taspen menyebut aset program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) mencapai Rp149,53 triliun.
Sementara dana Akumulasi Iuran Pensiun (AIP) yang dikelola perusahaan tercatat mencapai Rp250,77 triliun.
Jika digabungkan, total dana yang berada dalam pengelolaan Taspen mencapai lebih dari Rp400 triliun.
Tak hanya itu, kinerja investasi perusahaan juga menunjukkan hasil positif.
Yield on Investment (YOI) program THT pada 2024 mencapai 7,68 persen secara neto. Sedangkan program AIP mencatatkan imbal hasil sebesar 7,24 persen.
Angka tersebut berada di atas rata-rata tingkat imbal hasil pasar yang berkisar antara 6,3 persen hingga 6,5 persen.
Sebagian besar dana investasi ditempatkan pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan jangka waktu panjang.
Rasio Klaim Tinggi Jadi Tantangan
Di balik kinerja investasi yang positif, Taspen masih menghadapi tantangan berupa tingginya rasio pembayaran klaim.
Pada tahun 2024, rasio klaim Tabungan Hari Tua tercatat mencapai 257 persen.
Artinya, setiap Rp1.000 iuran yang diterima, perusahaan harus mengeluarkan sekitar Rp2.570 untuk memenuhi kewajiban pembayaran manfaat.
Kondisi tersebut membuat hasil investasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dana pensiun.
Meski menghadapi tekanan pembayaran klaim, Taspen tetap mampu mencatatkan kinerja keuangan yang positif.
Sepanjang tahun 2024, perusahaan berhasil membukukan laba korporasi sebesar Rp1,2 triliun.
Manajemen menyebut capaian tersebut menunjukkan kondisi keuangan perusahaan masih sehat dan berada di atas target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Selain itu, survei independen juga menunjukkan tingkat kepuasan peserta terhadap layanan Taspen terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Dengan berbagai tantangan yang ada, Taspen menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan sekaligus menjaga keberlangsungan program pensiun bagi jutaan ASN dan pensiunan di Indonesia.
Editor : Ingge Nayla Ayu KarinaSumber : Info Pensiun ASN, You Tube, Diolah dari berbagai sumber