Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Veda Ega Pratama Moto3 Naik ke Peringkat 6 Usai GP Jerman, Dani Pedrosa Soroti Performa dan Masa Depannya

Davina Ar Raafika • Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00 WIB
Veda Ega Pratama Moto3 finis kedelapan di GP Jerman, naik ke peringkat enam klasemen sementara dan mendapat sorotan dari Dani Pedrosa. (Pinterest)
Veda Ega Pratama Moto3 finis kedelapan di GP Jerman, naik ke peringkat enam klasemen sementara dan mendapat sorotan dari Dani Pedrosa. (Pinterest)

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama Moto3 melanjutkan tren positif pada GP Jerman di Sirkuit Sachsenring setelah finis di posisi kedelapan. Hasil tersebut mengantarkan pembalap muda Indonesia itu naik ke peringkat keenam klasemen sementara sekaligus menggeser pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang turun ke posisi ketujuh.

Veda Ega Pratama Moto3 memulai balapan dari posisi ke-13 sebelum berhasil menembus delapan besar. Penampilannya pada seri GP Jerman juga mendapat perhatian legenda MotoGP, Dani Pedrosa, yang menilai Veda memiliki teknik balap dan kecerdasan dalam mengambil keputusan di lintasan.

Bangkit dari Posisi Start ke-13

Veda menghadapi balapan GP Jerman dengan tantangan yang tidak ringan.

Ia memulai balapan dari posisi ke-13 di grid. Meski demikian, pembalap Indonesia itu mampu memperbaiki posisinya secara bertahap hingga menyentuh garis finis di urutan kedelapan.

Hasil tersebut menjadi tambahan poin penting dalam persaingan klasemen Moto3 musim ini.

Selain mampu menembus delapan besar, Veda juga disebut menunjukkan ketenangan saat menghadapi persaingan yang berlangsung ketat sepanjang balapan.

Catat Top Speed Tertinggi

Selain hasil finis yang positif, Veda juga mencatat pencapaian lain selama akhir pekan GP Jerman.

Ia membukukan top speed tertinggi dengan kecepatan mencapai 216,6 km/jam.

Catatan tersebut menjadi salah satu indikator performa kompetitif yang ditunjukkan pembalap Honda Team Asia di Sirkuit Sachsenring.

Kecepatan maksimal itu melengkapi performa konsisten yang diperlihatkan sejak awal hingga akhir balapan.

Dani Pedrosa Beri Apresiasi

Penampilan Veda mendapat perhatian dari legenda MotoGP, Dani Pedrosa.

Menurut analisis yang disampaikan dalam video, Pedrosa memuji kemampuan Veda dalam melakukan late braking saat memasuki tikungan.

Teknik tersebut dinilai menjadi salah satu keunggulan yang membantu Veda mempertahankan ritme balapan ketika bersaing dengan para rivalnya.

Selain itu, Pedrosa juga menilai Veda memiliki kecerdasan dalam membaca situasi di lintasan sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat sepanjang balapan.

Kemampuan tersebut dianggap sebagai modal penting bagi seorang pembalap muda yang sedang menjalani musim sebagai rookie di Moto3.

Baca Juga: Membawa Kehangatan! Ini Arti Weton Pasaran Legi Menurut Primbon Jawa, Simak Karakter, Rezeki, dan Jodohnya

Kritik terhadap Konsistensi Tim

Di sisi lain, video juga menyebut Pedrosa memberikan kritik terhadap mekanik Honda.

Ia menilai konsistensi dalam pengembangan dan penyesuaian motor masih perlu ditingkatkan agar pembalap dapat memperoleh performa terbaik secara berkelanjutan.

Dalam analisis tersebut juga disebutkan bahwa Pedrosa menyarankan Veda mempertimbangkan peluang bergabung dengan tim lain, seperti KTM atau Aspar, apabila kesempatan tersebut benar-benar datang dan dinilai mendukung perkembangan kariernya.

Kudeta Klasemen Sementara

Tambahan poin yang diraih di Sachsenring membawa perubahan pada klasemen sementara.

Veda kini menempati posisi keenam dan berhasil menggeser Hakim Danish ke posisi ketujuh.

Perubahan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi pembalap Indonesia yang terus menunjukkan perkembangan pada musim perdananya di Moto3.

Kenaikan posisi di klasemen juga mencerminkan konsistensi hasil yang mulai dibangun Veda dalam beberapa seri terakhir.

Respons Berbeda dari Dua Pembalap

Video juga membandingkan respons Veda dan Hakim Danish setelah balapan.

Hakim Danish disebut mengeluhkan masalah grip ban belakang yang memengaruhi performanya selama balapan.

Sementara itu, Veda memilih tetap fokus pada evaluasi teknis bersama tim tanpa banyak memberikan alasan atas hasil yang diperoleh.

Pendekatan tersebut menunjukkan fokus pembalap Indonesia itu terhadap proses pengembangan performa dari satu seri ke seri berikutnya.

Baca Juga: Hp 2 Jutaan RAM 8 256 GB Terbaik 2026: Cek 10 Rekomendasi Ponsel Memori Besar Paling Banyak Diburu Konsumen

Rumor Ketertarikan Aspar

Selain membahas hasil GP Jerman, video turut menyinggung rumor mengenai masa depan Veda.

Disebutkan adanya ketertarikan dari tim Aspar untuk merekrut pembalap muda Indonesia tersebut.

Rumor itu dipandang sebagai peluang besar apabila benar-benar terwujud karena dapat menjadi langkah penting dalam perjalanan karier internasional Veda.

Namun, informasi tersebut masih sebatas rumor sebagaimana disampaikan dalam video dan belum menjadi keputusan resmi.

Rookie yang Terus Menunjukkan Perkembangan

Secara keseluruhan, GP Jerman menjadi salah satu seri yang memperlihatkan perkembangan Veda sebagai rookie di Moto3.

Keberhasilannya finis di posisi kedelapan setelah start dari urutan ke-13, mencatat top speed tertinggi 216,6 km/jam, serta naik ke posisi keenam klasemen menjadi rangkaian hasil positif yang diperoleh di Sachsenring.

Video juga menyoroti bahwa performa tersebut mulai menarik perhatian sejumlah tokoh besar di dunia balap motor internasional.

Dengan terus menunjukkan peningkatan di setiap seri, Veda dinilai semakin mampu bersaing di level Moto3 dan membuka peluang yang lebih besar untuk perkembangan kariernya pada masa mendatang.

Editor : Davina Ar Raafika
Sumber : Yt GD NEWS
Veda Ega Pratama Moto3 Veda Ega Pratama naik ke peringkat enam klasemen Moto3 GP Jerman Moto3 Sachsenring Moto3 dani pedrosa