RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama Moto3 Jerman menunjukkan peningkatan performa yang signifikan pada sesi practice Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring. Setelah sempat berada di posisi ke-23 pada sesi FP1, pembalap Honda Team Asia itu bangkit dengan mencatatkan waktu putaran tercepat 1 menit 25,848 detik pada sesi practice, sekaligus menjadi pembalap tercepat.
Veda Ega Pratama Moto3 Jerman berhasil memangkas catatan waktunya sekitar 1,8 detik dibandingkan sesi pagi. Hasil tersebut menjadi modal penting menjelang sesi kualifikasi dan balapan utama, meski tim menegaskan evaluasi tetap dilakukan secara menyeluruh.
Sebelum membahas performa Veda di Sachsenring, video tersebut terlebih dahulu menyampaikan klarifikasi terkait narasi fiktif yang muncul pada bagian awal.
Pembuat konten menjelaskan bahwa cerita mengenai Valentino Rossi yang disebut memberikan pujian sekaligus kritik kepada Honda HRC, serta narasi tentang kemarahan pembalap Malaysia Hakim Danish terhadap Veda, merupakan karangan atau hoaks. Klarifikasi itu disampaikan pada menit 09.43 sehingga informasi tersebut tidak berkaitan dengan fakta balapan.
Veda Bangkit Setelah Kesulitan di FP1
Performa Veda pada awal akhir pekan Moto3 Jerman belum berjalan sesuai harapan.
Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), pembalap Indonesia itu masih berada di posisi ke-23. Hasil tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah dalam menemukan setelan motor yang sesuai dengan karakter lintasan Sachsenring.
Namun, situasi berubah pada sesi practice.
Veda bersama Honda Team Asia berhasil menemukan solusi terhadap berbagai kendala yang muncul pada sesi sebelumnya. Adaptasi terhadap motor dan lintasan berlangsung lebih baik sehingga catatan waktunya meningkat drastis.
Perbaikan tersebut menjadi salah satu perkembangan paling menonjol dibandingkan sesi pagi.
Catat Waktu Tercepat 1 Menit 25,848 Detik
Hasil kerja keras tim berbuah positif.
Veda membukukan waktu putaran terbaik 1 menit 25,848 detik pada sesi practice Moto3 Jerman 2026.
Catatan tersebut menempatkannya sebagai pembalap tercepat dalam sesi practice.
Selain itu, ia juga berhasil memangkas waktu sekitar 1,8 detik dibandingkan hasil yang diperoleh saat FP1.
Peningkatan tersebut menunjukkan proses adaptasi yang berjalan efektif sepanjang hari.
Honda Team Asia Puas dengan Adaptasi Veda
Performa positif Veda mendapat apresiasi dari Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.
Ia menyampaikan kepuasannya terhadap perkembangan yang ditunjukkan pembalap muda Indonesia tersebut selama sesi practice.
Menurut Aoyama, peningkatan performa tidak lepas dari kerja sama yang solid antara pembalap dan seluruh anggota tim dalam melakukan penyesuaian motor.
Setiap masukan dari Veda dimanfaatkan untuk menyempurnakan setelan motor sehingga mampu tampil lebih kompetitif di lintasan Sachsenring.
Kerja sama tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting di balik peningkatan performa pada sesi practice.
Evaluasi Tetap Dilakukan Jelang Kualifikasi
Meski hasil practice memberikan kepercayaan diri, Honda Team Asia memilih tidak cepat berpuas diri.
Veda bersama tim tetap melanjutkan evaluasi terhadap berbagai aspek teknis sebelum memasuki sesi kualifikasi.
Setiap detail masih dianalisis agar performa motor tetap konsisten ketika kondisi lintasan berubah.
Pendekatan tersebut dilakukan karena persaingan di kelas Moto3 berlangsung sangat ketat dan selisih waktu antarpembalap relatif tipis.
Fokus Menghadapi Balapan Utama
Hasil practice belum menjadi penentu akhir dalam akhir pekan balapan Moto3 Jerman.
Masih ada sesi kualifikasi yang menentukan posisi start sebelum balapan utama digelar.
Karena itu, Veda dan Honda Team Asia memilih tetap fokus meningkatkan performa tanpa mengabaikan hasil evaluasi dari setiap sesi.
Seluruh data yang diperoleh selama practice dijadikan bahan untuk menentukan strategi berikutnya.
Harapannya, performa positif yang ditunjukkan pada sesi practice dapat dipertahankan hingga balapan utama.
Klarifikasi Konten Hoaks
Video yang menjadi sumber informasi juga menyampaikan penegasan mengenai narasi pada bagian awal tayangan.
Pembuat konten mengakui bahwa cerita tentang Valentino Rossi yang disebut mengkritik Honda HRC terkait performa motor Veda, serta narasi mengenai Hakim Danish yang marah kepada Veda, merupakan informasi fiktif.
Klarifikasi tersebut disampaikan secara langsung pada menit 09.43 sebagai penegasan bahwa kisah tersebut hanyalah karangan dan bukan fakta.
Dengan demikian, informasi yang dapat dijadikan acuan dari video tersebut adalah perkembangan performa Veda Ega Pratama pada sesi practice Moto3 Jerman 2026 di Sachsenring, termasuk peningkatan catatan waktunya, dukungan Honda Team Asia, serta persiapan yang terus dilakukan menjelang sesi kualifikasi dan balapan utama.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt Garuda Scudetto