RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Veda Ega Pratama Moto3 memilih fokus pada persiapan menghadapi seri GP Indonesia di Sirkuit Mandalika daripada memikirkan mitos "Marquez Curse". Pembalap Honda Team Asia itu menegaskan bahwa persiapan fisik, kemampuan teknis, serta kerja sama tim menjadi faktor utama untuk meraih hasil maksimal di balapan kandangnya.
Sebagai pembalap Indonesia yang tampil di ajang Moto3, Veda menyambut balapan di Mandalika dengan penuh antusias. Dukungan langsung dari publik Tanah Air menjadi motivasi tambahan untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin sepanjang akhir pekan balapan.
Fokus Persiapan, Bukan Percaya Mitos
Menjelang GP Indonesia, Veda mendapat pertanyaan mengenai mitos "Marquez Curse" yang kerap dikaitkan dengan Sirkuit Mandalika.
Menanggapi hal tersebut, ia mengaku tidak mempercayai anggapan tersebut. Menurutnya, hasil balapan tidak ditentukan oleh mitos, melainkan oleh kesiapan fisik, kemampuan mengendarai motor, strategi tim, dan kerja sama seluruh kru selama akhir pekan balapan.
Veda menilai setiap pembalap harus memusatkan perhatian pada aspek yang benar-benar dapat memengaruhi performa di lintasan. Karena itu, seluruh persiapan diarahkan untuk memaksimalkan kemampuan sejak sesi latihan hingga balapan utama.
Mandalika Punya Tantangan Tersendiri
Selain atmosfer balapan kandang, Veda juga mengungkapkan karakter khas Sirkuit Mandalika yang harus diantisipasi setiap pembalap.
Menurutnya, hembusan angin di lintasan sering berubah arah sehingga memengaruhi kestabilan motor ketika memasuki maupun keluar tikungan.
Tidak hanya itu, suhu lintasan yang tinggi juga menjadi tantangan penting. Kondisi tersebut membuat performa ban berubah sehingga pembalap harus cepat beradaptasi terhadap grip ban dan keseimbangan motor sepanjang balapan.
Kemampuan membaca perubahan kondisi lintasan menjadi salah satu faktor yang dapat menentukan hasil akhir di Mandalika.
Dukungan Penonton Jadi Motivasi Tambahan
Balapan di Mandalika menjadi pengalaman spesial bagi Veda karena merupakan penampilan kandang pertamanya di kelas Moto3.
Ia mengaku sangat antusias bisa tampil di hadapan pendukung Indonesia. Kehadiran penonton di sirkuit dinilai memberikan tambahan semangat untuk terus tampil kompetitif sepanjang balapan.
Dengan dukungan tersebut, Veda berharap mampu mengeluarkan performa terbaik bersama Honda Team Asia.
Target utamanya adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin sebagai bekal memperbaiki posisinya di klasemen musim ini.
Dukungan Internasional dari Liqui Moly
Selain persiapan balapan, Veda juga memperoleh dukungan baru dari Liqui Moly, perusahaan pelumas asal Jerman.
Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap potensi yang dimiliki pembalap muda Indonesia tersebut.
Kerja sama itu sekaligus menunjukkan bahwa Veda mulai mendapat perhatian di tingkat internasional, baik dari sisi prestasi maupun nilai komersial sebagai atlet balap.
Crash di Assen Jadi Bahan Evaluasi
Dalam perjalanan musim Moto3, Veda sempat mengalami kegagalan finis di Assen akibat terjatuh ketika sedang berada di posisi terdepan.
Meski demikian, ia tidak ingin larut dalam kekecewaan.
Menurutnya, insiden tersebut menjadi bagian dari proses belajar untuk memahami ketatnya persaingan di kelas Moto3.
Pengalaman itu dijadikan bahan evaluasi agar dapat tampil lebih konsisten pada seri-seri berikutnya.
Fokus Bangkit di GP Jerman
Setelah Assen, perhatian Veda beralih ke GP Jerman yang berlangsung di Sachsenring.
Pada seri tersebut, ia berupaya memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Dukungan penuh dari Honda Team Asia menjadi modal penting untuk memaksimalkan potensi motor sehingga mampu bersaing di kelompok depan.
Seluruh evaluasi dari balapan sebelumnya diterapkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi karakter lintasan Sachsenring.
Adaptasi Semakin Meningkat
Memasuki pertengahan musim, Veda mengaku merasakan perkembangan dalam berbagai aspek.
Ia mulai semakin cepat beradaptasi dengan karakter motor Moto3, lebih tenang menghadapi tekanan selama balapan, serta mampu menjaga ritme ketika bersaing dengan pembalap lain.
Perkembangan tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya yang memiliki karakter lintasan berbeda.
Dengan pengalaman yang terus bertambah, Veda berharap mampu mempertahankan konsistensi performanya sepanjang musim.
Bidik Hasil Positif di Brno
Setelah melalui berbagai dinamika balapan, fokus berikutnya tertuju pada GP Republik Ceko di Sirkuit Brno.
Menghadapi seri tersebut, Veda menargetkan tetap mampu bersaing di kelompok atas klasemen sementara.
Persiapan dilakukan dengan memanfaatkan seluruh pengalaman yang diperoleh sejak awal musim, termasuk hasil evaluasi dari beberapa seri sebelumnya.
Bagi Veda, setiap balapan merupakan kesempatan untuk terus berkembang sekaligus mengumpulkan poin demi memperbaiki posisinya di klasemen.
Dengan mengesampingkan berbagai mitos, mengandalkan persiapan matang, serta dukungan tim dan sponsor, pembalap muda Indonesia itu optimistis dapat terus menunjukkan perkembangan sepanjang musim Moto3.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt HEHE NEWS