PLN Nusantara Power UP Brantas Hadirkan Mesin Pengering Batik, Kolaborasi dengan UM untuk Penguatan UMKM

Rahmat Nur Yahya • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 19:35 WIB
PLN NP UP Brantas bersama Universitas Negeri Malang menghadirkan mesin pengering batik bagi Kelompok Batik Seng sebagai solusi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas UMKM.
PLN NP UP Brantas bersama Universitas Negeri Malang menghadirkan mesin pengering batik bagi Kelompok Batik Seng sebagai solusi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas UMKM.

 

RADAR TULUNGAGUNG - Di bulan yang penuh semangat kemerdekaan ini, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Brantas terus berkiprah di masyarakat.

Bahkan kolaborasi dengan Universitas Negeri Malang (UM) menghasilkan mesin pengering kain batik.

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN Nusantara Power UP Brantas bersama UM menghadirkan mesin pengering kain batik bagi Kelompok Batik Seng.

Inovasi tersebut diharapkan mampu mengatasi kendala produksi yang selama ini bergantung pada cuaca. 

Mesin pengering berbahan bakar gas itu merupakan hasil rancang bangun 10 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Program Studi S-1 Pendidikan Teknik Mesin UM.

Sebelum diserahkan, mahasiswa juga memberikan sosialisasi pengoperasian mesin dan keselamatan serta kesehatan kerja (K3) kepada 23 anggota Kelompok Batik Seng. 

Selama ini, proses pengeringan batik masih mengandalkan sinar matahari.

Saat musim hujan, produksi kerap terhambat karena kain membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. 

PLN NP UP Brantas bersama Universitas Negeri Malang menghadirkan mesin pengering batik bagi Kelompok Batik Seng sebagai solusi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas UMKM.
PLN NP UP Brantas bersama Universitas Negeri Malang menghadirkan mesin pengering batik bagi Kelompok Batik Seng sebagai solusi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas UMKM.

Ketua Program Studi S-1 Pendidikan Teknik Mesin UM, Ir Marsono SPdT MPd PhD mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi atas kebutuhan nyata masyarakat.

"Terima kasih kepada PLN NP UP Brantas dan Kelompok Batik Seng yang telah menerima mahasiswa KKNT. Semoga mesin pengering ini memberikan manfaat nyata sehingga proses produksi batik tidak lagi bergantung pada cuaca," ujarnya. 

Dosen Pembimbing Lapangan KKNT UM, Yayi Febdia Pradani SPd MPd, juga mengapresiasi dukungan PLN NP UP Brantas yang memungkinkan inovasi tersebut diwujudkan.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar semakin banyak teknologi tepat guna yang lahir untuk menjawab kebutuhan di lapangan. 

Sementara itu, SP Kinerja Business Support PLN NP UP Brantas, Pitanggono Murti, menegaskan bahwa terus membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.

"Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika perguruan tinggi, perusahaan, dan masyarakat bersinergi, akan lahir solusi yang mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Kami berharap mesin ini membantu Batik Seng semakin mandiri dan produktif," katanya. 

Senior Manager PLN NP UP Brantas, Eko Wijanarto, menilai momentum HUT Ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.

"Melalui kolaborasi dengan UM, kami ingin memastikan pelaku UMKM memperoleh akses terhadap teknologi produksi yang lebih baik sehingga semakin tangguh dan berdaya saing. Inilah bentuk kemerdekaan yang ingin kami hadirkan bagi masyarakat," ujarnya. 

Program tersebut merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Nusantara Power melalui PLN Peduli.

Selain mempercepat proses produksi dan menjaga kualitas batik, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mendorong lahirnya inovasi-inovasi tepat guna yang memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (*/c1/rka) 

 

 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
pln np brantas kelompok batik seng universitas negeri malang umkm