Program Makan Bergizi Gratis Segera Dimulai, Begini Cara SPPG Bogor Produksi Ribuan Porsi hingga Dampaknya bagi Siswa

Brilian Syifa Almasih • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 16:35 WIB
Program Makan Bergizi Gratis siap dilaksanakan secara bertahap mulai 2 Januari 2025. Dari dapur SPPG hingga meja belajar di sekolah, setiap proses dirancang untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi, aman, dan berkualitas. Tak hanya meningkatkan gizi siswa, program ini juga membuka lapangan kerja dan membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Program Makan Bergizi Gratis siap dilaksanakan secara bertahap mulai 2 Januari 2025. Dari dapur SPPG hingga meja belajar di sekolah, setiap proses dirancang untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan bergizi, aman, dan berkualitas. Tak hanya meningkatkan gizi siswa, program ini juga membuka lapangan kerja dan membantu meringankan beban ekonomi keluarga.

BOGOR – Menjelang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2 Januari 2025, pemerintah terus mematangkan berbagai persiapan. Salah satunya dengan meninjau kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tanah Sareal, Kota Bogor, yang akan menjadi pusat produksi sekaligus distribusi makanan bergizi bagi ribuan siswa.

Peninjauan dilakukan oleh Kantor Komunikasi Kepresidenan untuk memastikan seluruh proses produksi, distribusi, hingga standar keamanan pangan berjalan sesuai target. Program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sebelum Program Makan Bergizi Gratis diterapkan secara nasional, pemerintah membangun jaringan SPPG sebagai dapur utama penyedia makanan bergizi.

Baca Juga: Honor 2.500 PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Naik Jadi Rp 750 Ribu Per Bulan Mulai September 2026

Di SPPG Tanah Sareal, sebanyak 51 tenaga kerja dilibatkan setiap hari. Mereka terdiri atas kepala unit, ahli gizi, juru masak, petugas distribusi, hingga masyarakat sekitar yang diberdayakan.

Proses produksi dimulai sejak pukul 19.00 WIB. Tim persiapan terlebih dahulu menyiapkan seluruh bahan baku, mulai dari sayuran, bumbu, hingga bahan pelengkap lainnya.

Selanjutnya, proses memasak berlangsung pada malam hari. Memasuki dini hari, tim pemorsian mulai membagi makanan sesuai standar kebutuhan gizi sebelum akhirnya dikemas dan didistribusikan ke sekolah mulai pagi hingga menjelang siang.

Baca Juga: Pengungsi Rohingya di Tulungagung Dirujuk ke RSJ Lawang setelah Alami Skizofrenia, Gandeng Yayasan untuk Pengobatan

Kepala SPPG Tanah Sareal, Ayu Pertiwi, mengatakan unit yang dipimpinnya telah melakukan uji coba operasional sejak November 2024.

Dengan fasilitas berupa ruang pendingin, ruang persiapan, gudang kering, hingga ruang pendukung lainnya, unit tersebut mampu memproduksi sekitar 3.180 porsi makanan setiap hari untuk disalurkan ke 15 sekolah.

Setiap unit SPPG dilengkapi tenaga ahli gizi yang bertugas menyusun menu harian berdasarkan usia dan jenis kelamin penerima manfaat.

Baca Juga: Sambut HUT Ke-81 RI, PLN Nusantara Power UP Brantas Tambah Daya Listrik untuk 15 Fasilitas Umum di Kabupaten Malang

Selain merancang komposisi makanan, ahli gizi juga mengevaluasi sisa makanan yang dikembalikan sekolah sebagai bahan penyempurnaan menu berikutnya agar siswa tidak merasa bosan.

Salah satu menu yang disiapkan terdiri atas nasi, ayam goreng ungkep, tumis brokoli dan jagung, pisang, serta susu.

Untuk siswa SD kelas IV hingga SMA, porsi nasi berkisar 175 hingga 200 gram, dilengkapi satu potong ayam dan susu 200 mililiter guna memenuhi kebutuhan gizi harian.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah Tulungagung 2026 Resmi Dibuka, Jaga Harga Bahan Pokok Tetap Terjangkau dan Kendalikan Inflasi

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menetapkan tiga prinsip utama yang wajib dipenuhi seluruh SPPG, yakni kecukupan gizi, higienitas atau kebersihan, serta keamanan pangan.

Ketiga aspek tersebut menjadi perhatian utama agar makanan yang diterima siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan sistem pengelolaan limbah makanan yang ramah lingkungan. Limbah organik akan dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk sebelum disalurkan kepada petani penyedia bahan baku.

Baca Juga: Kerupuk Rambak Brebes Butuh 2 Bulan, Begini 13 Tahap Produksi Kulit Kerbau

Skema tersebut diharapkan mampu menciptakan siklus ekonomi yang saling mendukung antara penyelenggara program dan sektor pertanian.

Saat makanan tiba di sekolah, para siswa terlihat antusias menunggu waktu makan bersama.

Sebelum makan dimulai, guru mengajarkan kebiasaan mencuci tangan serta budaya tertib kepada para siswa.

Baca Juga: Rambak Tulungagung Jadi Oleh-Oleh Favorit, Deretan Toko Dekat Stasiun Selalu Ramai

Seorang siswa mengaku sejak mendapatkan makan bergizi gratis, uang jajan yang biasanya dibawa ke sekolah kini lebih sering ditabung untuk kebutuhan perlengkapan sekolah.

Kepala SD Negeri Kedung Badak 01, Karianti, menilai program tersebut tidak hanya meningkatkan semangat belajar siswa, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter.

Melalui program ini, anak-anak diajarkan menghargai kerja keras petani, juru masak, petugas distribusi, hingga seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan bergizi.

Baca Juga: Kerupuk Rambak Tulungagung Pak Jarwo, Kriuknya Beda dan Bertahan Puluhan Tahun

Program Makan Bergizi Gratis juga memberikan manfaat langsung bagi orang tua siswa.

Pengeluaran untuk bekal makan siang anak dapat ditekan sehingga dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan pendidikan maupun ditabung.

Di sisi lain, keberadaan SPPG turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar karena melibatkan tenaga kerja lokal dalam proses produksi hingga distribusi makanan.

Baca Juga: Cara Membuat Pisang Goreng Renyah dan Gurih, Resep Sederhana dengan Hasil Crispy Tahan Lama

Pemerintah menargetkan Program Makan Bergizi Gratis mulai berjalan efektif pada 2 Januari 2025. Pada tahun pertama pelaksanaannya, sekitar 40 persen sasaran penerima akan memperoleh manfaat program tersebut.

Keberhasilan pelaksanaan di Kota Bogor diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di berbagai daerah sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Editor : Brilian Syifa Almasih
SPPG Kota Bogor Makan Bergizi Gratis Prabowo Program MBG 2025 badan gizi nasional program Makan Bergizi Gratis