MAGELANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membuka peluang kerja bagi generasi muda. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lulusan baru kini memiliki kesempatan berkontribusi dalam program nasional sekaligus memperoleh pengalaman kerja pertama.
Salah satu kisah datang dari SPPG Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Di dapur pelayanan tersebut, puluhan tenaga kerja lokal, termasuk lulusan SMA, terlibat dalam proses produksi ribuan porsi makanan bergizi yang setiap hari didistribusikan ke sekolah-sekolah.
Salah satu petugas SPPG Banyuwangi adalah Rani Desia, lulusan SMA yang baru memasuki dunia kerja. Ia mengetahui adanya lowongan kerja di dapur MBG melalui informasi dari warga sekitar.
Baca Juga: Marmer Tulungagung Mendunia, Galeri Batu Alam hingga Batik Lokal Jadi Magnet Wisata Belanja
Karena lokasi SPPG tidak jauh dari rumahnya, Rani memutuskan mendaftar dan akhirnya diterima sebagai petugas penerimaan bahan baku.
Setiap hari, ia bertugas memeriksa kedatangan sayuran, buah-buahan, hingga daging yang akan diolah menjadi menu makan bergizi gratis. Seluruh bahan harus dicek sesuai standar sebelum masuk ke tahap pengolahan.
Bagi Rani, pekerjaan tersebut bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjadi kesempatan ikut berkontribusi dalam program pemerintah yang menyasar generasi penerus bangsa.
Baca Juga: Stasiun Tulungagung Ramai Penumpang, Tiket Kereta ke Surabaya Cuma Rp15 Ribu?
Ia mengaku bangga dapat ikut menyiapkan makanan yang nantinya dikonsumsi para siswa setiap hari.
Sebagai tenaga kerja baru, Rani harus beradaptasi dengan ritme kerja yang dimulai sejak dini hari.
Meski demikian, ia mampu mengikuti standar operasional yang diterapkan di dapur SPPG, mulai dari prosedur penerimaan bahan baku, kebersihan, hingga alur kerja produksi makanan.
Baca Juga: Stasiun Tulungagung ke Alun-Alun, Ternyata Dekat! Ini Rute yang Bisa Dilalui
Menurutnya, lingkungan kerja yang mendukung serta arahan yang jelas membuat proses adaptasi berjalan lebih mudah.
Semangat Rani semakin bertambah setiap kali mendengar respons positif dari para siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
Bahkan, sejumlah siswa mengaku senang menerima menu bergizi setiap hari karena uang saku mereka bisa dihemat untuk kebutuhan lain maupun ditabung.
Baca Juga: JPL 29 Tulungagung Jadi Spot Berburu Kereta, Gajayana hingga Matarmaja Melintas
Selain melibatkan tenaga kerja muda, SPPG Banyuwangi juga mengandalkan berbagai peralatan modern untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Teknologi tersebut membuat proses memasak menjadi lebih cepat sekaligus membantu menjaga kualitas makanan hingga diterima siswa.
Salah satu peralatan yang digunakan adalah rice steamer berkapasitas besar yang mampu memasak puluhan kilogram beras dalam satu kali proses.
Selain itu, dapur juga dilengkapi tilting pan, yakni alat multifungsi yang digunakan untuk memasak sayur maupun lauk dalam jumlah besar.
Dalam satu kali proses, alat tersebut mampu mengolah sekitar 30 kilogram sayuran atau 150 hingga 200 potong ayam.
Keberadaan peralatan modern membuat proses produksi lebih efisien, terstruktur, dan sesuai standar takaran gizi yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Jadwal Moto3 2026 Terbaru: Cek Jadwal Race Inggris hingga Valencia dan Update Klasemen
Penggunaan teknologi modern juga mendukung aspek keamanan pangan.
Sistem instalasi peralatan dirancang lebih aman, termasuk penempatan sumber gas di area terpisah untuk meminimalkan risiko saat proses memasak berlangsung.
Dengan proses yang lebih cepat, makanan dapat segera dikemas dan didistribusikan sehingga kualitas, kebersihan, dan kesegarannya tetap terjaga saat sampai ke tangan para siswa.
SPPG Banyuwangi juga menerapkan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
Sisa bahan baku yang masih layak dimanfaatkan tidak langsung dibuang, melainkan diberikan kepada relawan yang memiliki ternak sebagai pakan.
Skema tersebut membuat limbah organik dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi potensi pencemaran lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Cara Membuat Pisang Goreng Renyah dan Gurih, Resep Sederhana dengan Hasil Crispy Tahan Lama
Program Makan Bergizi Gratis memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh para siswa.
Di sisi lain, keberadaan dapur SPPG juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang baru lulus sekolah.
Dengan dukungan tenaga kerja lokal, teknologi modern, serta sistem produksi yang terstandarisasi, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menghadirkan makanan sehat bagi peserta didik sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui penciptaan kesempatan kerja yang lebih luas.
Editor : Brilian Syifa Almasih