TULUNGAGUNG - Skor aman P3K Sekolah Rakyat 2026 menjadi perhatian peserta yang telah mengikuti seleksi kompetensi berbasis CAT BKN. Nilai yang diperoleh peserta menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan posisi pemeringkatan sebelum melaju ke tahap seleksi berikutnya.
Skor aman P3K Sekolah Rakyat 2026 disebut berada di kisaran 530 hingga 570 poin untuk kategori sangat aman atau top ranking. Namun, angka tersebut bukan patokan mutlak karena posisi peserta tetap bergantung pada jumlah pesaing dan nilai pelamar lain dalam jabatan serta wilayah yang dipilih.
Karena itu, peserta dengan skor aman P3K Sekolah Rakyat 2026 di bawah kisaran tersebut masih memiliki peluang. Sebaliknya, nilai tinggi juga belum otomatis menjamin kelulusan. Sistem seleksi menggunakan pemeringkatan untuk menentukan peserta yang berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT).
Baca Juga: Nasib Honorer Non-Database BKN yang Gagal CPNS 2024, Apakah Bisa Diusulkan Jadi P3K Paruh Waktu?
Nilai CAT Maksimal Mencapai 670 Poin
Seleksi kompetensi berbasis CAT BKN terdiri atas beberapa komponen penilaian. Kompetensi teknis menjadi bagian dengan bobot terbesar, yakni 90 soal dengan nilai maksimal 450 poin.
Kompetensi teknis menguji pengetahuan sesuai jabatan yang dilamar, baik untuk guru maupun tenaga kependidikan. Selain itu, terdapat kompetensi manajerial dan sosial kultural sebanyak 45 soal dengan bobot nilai 1 hingga 4. Nilai maksimal dari kedua komponen tersebut mencapai 180 poin.
Peserta juga mengikuti wawancara berbasis CAT. Komponen ini terdiri atas 10 soal dengan bobot 1 hingga 4 dan memiliki nilai maksimal 40 poin.
Jika seluruh komponen memperoleh nilai maksimal, total skor CAT BKN dapat mencapai 670 poin.
Dalam analisis yang disampaikan, skor 530 hingga 570 ke atas masuk kategori sangat aman atau top ranking. Kemudian skor 480-520 berada dalam kategori kompetitif atau buffer. Nilai 430-470 disebut sebagai ambang batas standar, sedangkan skor di bawah 430 masuk zona rawan tergeser.
Skor Aman Tetap Bergantung Pesaing
Peserta tidak bisa menjadikan kategori tersebut sebagai jaminan kelulusan. Sebab, sistem seleksi menggunakan peringkat berdasarkan persaingan pada jabatan dan wilayah masing-masing.
Sebagai gambaran, peserta dengan skor sekitar 430 masih mungkin masuk peringkat jika jumlah pesaing sedikit dan nilai peserta lainnya lebih rendah. Sebaliknya, peserta dengan nilai tinggi dapat tersingkir apabila banyak pelamar lain memiliki skor yang lebih tinggi.
Seleksi tahap pertama kemudian menyaring peserta terbaik hingga maksimal dua kali jumlah kebutuhan formasi. Jika suatu jabatan memiliki 10 formasi, maka maksimal 20 peserta dapat melanjutkan ke tahap seleksi kompetensi teknis tambahan.
Setelah SKTT selesai, peserta kembali bersaing untuk mengisi 10 formasi yang tersedia. Dengan demikian, lolos pemeringkatan CAT belum berarti peserta otomatis mendapatkan posisi sebagai P3K Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Revisi UU ASN 2026 Resmi Hapus P3K Paruh Waktu, Ini Nasib dan Syarat Berat Jadi P3K Penuh Waktu
Nilai Teknis Jadi Penentu Jika Skor Sama
Pemeringkatan juga memiliki mekanisme ketika terdapat peserta dengan skor sama. Nilai kompetensi teknis menjadi pembeda pertama.
Jika nilai teknis masih sama, penentuan berikutnya melihat nilai kompetensi manajerial. Apabila masih seimbang, nilai sosial kultural menjadi pembeda berikutnya.
Faktor usia kemudian menjadi pertimbangan terakhir dalam urutan penentuan tersebut. Pelamar dengan usia lebih tua disebut mendapatkan prioritas lebih tinggi apabila komponen nilai sebelumnya sama.
Baca Juga: BKN Buka Suara Soal Aturan Mutasi P3K, Penugasan PNS, dan Pencantuman Gelar Ijazah
Selain hasil CAT, proses seleksi juga mempertimbangkan hasil SKTT. Bobot CAT BKN dan SKTT masing-masing disebut 50 persen dalam integrasi nilai akhir.
Artinya, peserta yang berhasil masuk tahap SKTT masih mempunyai peluang memperbaiki posisi melalui performa pada seleksi tambahan. Psikotes dan wawancara menjadi bagian yang perlu dipersiapkan dengan serius.
Seleksi kompetensi CAT BKN sendiri berlangsung pada 17-31 Juli 2026. Tahap SKTT dijadwalkan pada 5-14 Agustus 2026, sedangkan pengumuman kelulusan akhir setelah masa sanggah dijadwalkan pada akhir Agustus.
Dengan sistem tersebut, peserta sebaiknya tidak hanya terpaku pada angka skor. Jumlah pesaing, kebutuhan formasi, peringkat, serta hasil SKTT menjadi faktor yang turut menentukan peluang kelulusan akhir.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : silvi farikhatul