JAKARTA – THR Guru 2026 hingga kini belum diumumkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto meski anggarannya disebut telah disiapkan pemerintah. Guru dan aparatur sipil negara (ASN) masih menunggu keputusan resmi terkait pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), termasuk kepastian komponen Tunjangan Profesi Guru (TPG) dalam skema pembayaran tahun ini.
Informasi tersebut menjadi perhatian banyak guru setelah muncul berbagai pertanyaan mengenai jadwal pengumuman THR 2026. Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam transkrip video, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun, namun pengumuman resmi masih menunggu Presiden.
Sementara itu, guru juga menantikan kepastian mengenai TPG Guru 2026, khususnya apakah komponen TPG dalam THR dan gaji ke-13 tetap diberikan seperti tahun sebelumnya.
Presiden Prabowo Belum Umumkan THR Guru 2026
Berdasarkan informasi yang disampaikan hingga 1 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, Presiden Prabowo Subianto telah kembali ke Indonesia sejak 27 Februari 2026 setelah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.
Sebelumnya, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa seluruh kebutuhan anggaran THR ASN telah dipersiapkan. Namun, pengumuman resmi tetap menjadi kewenangan Presiden.
Dalam pernyataannya disebutkan bahwa anggaran THR ASN mencapai sekitar Rp55 triliun dan tinggal menunggu pengumuman pemerintah.
Jika mengacu pada pola tahun sebelumnya, Presiden Prabowo secara langsung mengumumkan THR 2025 pada hari ke-11 Ramadan di Istana Negara bersama jajaran menteri.
Karena itu, banyak pihak memperkirakan pengumuman THR 2026 juga akan dilakukan dalam waktu dekat, meski hingga kini belum ada kepastian resmi.
TPG Guru 2026 Cair Setiap Bulan, Penyaluran Disebut Lebih Cepat
Selain menunggu THR, guru juga memperoleh kabar mengenai perubahan mekanisme penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kementerian Pendidikan, Prof. Nunuk Suryani, sebelumnya menjelaskan bahwa mulai 2026 penyaluran TPG tidak lagi dilakukan setiap tiga bulan.
Sebaliknya, tunjangan disalurkan setiap bulan agar guru memperoleh haknya lebih cepat dan dapat mengatur keuangan dengan lebih baik.
Menurut penjelasannya, pada Januari 2026 pemerintah telah menyalurkan TPG kepada sekitar 1,29 juta guru dengan nilai anggaran mencapai Rp5,26 triliun.
Ia juga mengakui proses tersebut masih membutuhkan penyempurnaan karena melibatkan data guru secara nasional, koordinasi lintas kementerian, serta pemerintah daerah.
Pemerintah Klaim Penyaluran Tunjangan Guru Meningkat
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah memaparkan capaian penyaluran berbagai tunjangan guru sepanjang 2025.
Penyaluran TPG disebut telah mencapai Rp67,28 triliun kepada sekitar 1,48 juta guru.
Selain itu, Tunjangan Khusus Guru (TKG) telah disalurkan sebesar Rp2,27 triliun kepada 57.683 guru.
Sementara dana tambahan penghasilan (tamsil) telah mencapai sekitar Rp470 miliar bagi lebih dari 191 ribu guru yang memenuhi persyaratan.
Secara keseluruhan, tingkat penyaluran tunjangan guru ASN disebut telah mencapai 99,93 persen, yang diklaim menjadi salah satu capaian terbaik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, guru masih menunggu kepastian mengenai isi Peraturan Pemerintah (PP) maupun Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan menjadi dasar resmi pembayaran THR 2026, termasuk kepastian apakah komponen TPG dalam THR dan gaji ke-13 tetap diberikan.
Hingga pengumuman resmi diterbitkan pemerintah, guru diimbau menunggu informasi melalui saluran resmi dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Kepastian mengenai jadwal pencairan serta besaran THR Guru 2026 akan diketahui setelah Presiden Prabowo menyampaikan pengumuman resmi disertai regulasi pelaksanaannya.
Editor : Bachtiar Tatag P