Soal PPPK Sekolah Rakyat 2026 Hari Pertama: Pecahan hingga Wawancara Muncul

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:35 WIB
Soal PPPK Sekolah Rakyat 2026 dilaporkan memuat pecahan, persamaan kuadrat, TIU, sosial kultural hingga 10 soal wawancara.(AI)
Soal PPPK Sekolah Rakyat 2026 dilaporkan memuat pecahan, persamaan kuadrat, TIU, sosial kultural hingga 10 soal wawancara.(AI)

JAKARTA - Soal PPPK Sekolah Rakyat 2026 pada hari pertama tes, 17 Juli 2026, dilaporkan mencakup beragam materi. Peserta menyebut menemukan soal kompetensi teknis, TIU, sosial kultural, hingga wawancara.

Pengalaman peserta tersebut dibagikan melalui field report (FR) yang kemudian dibahas dalam sebuah video. Pembahasan itu memberikan gambaran mengenai jenis materi yang ditemui peserta setelah mengikuti tes.

Namun, pembahasan tersebut bukanlah penyebaran soal asli. Materi yang disampaikan digunakan sebagai gambaran pola soal yang kemungkinan ditemui peserta lainnya.

Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah kompetensi teknis. Peserta melaporkan adanya soal yang berkaitan dengan formasi guru yang dilamar.

Guru Bahasa Indonesia, misalnya, mendapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan materi Bahasa Indonesia. Peserta dari formasi BK juga melaporkan adanya soal yang berkaitan dengan bidang Bimbingan Konseling.

Selain kompetensi bidang, terdapat materi yang berkaitan dengan pengetahuan guru secara umum. Dalam pengalaman peserta, kompetensi teknis lebih banyak berisi teori daripada soal berbentuk kasus.

Materi TIU Cukup Beragam

Pada bagian TIU, jenis soal yang diterima peserta tidak selalu sama. Ada peserta yang menyebut mendapat lima soal hitungan. Peserta lain melaporkan 12 hingga 20 soal.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi PPPK Penuh Waktu, Status Pegawai Pusat Juga Disepakati

Materi hitungan yang disebut antara lain pecahan, persamaan kuadrat, jarak, waktu dan kecepatan, serta persentase. Ada pula soal deret, premis, kesimpulan, padanan kata, dan analogi verbal.

Pecahan menjadi salah satu materi yang dibahas secara khusus. Peserta diingatkan bahwa penyebut perlu disamakan ketika mengerjakan operasi penjumlahan dan pengurangan.

Untuk perkalian pecahan, penyebut tidak perlu disamakan. Sementara pada pembagian, pecahan pembagi dapat diubah menjadi bentuk perkalian dengan membalik pecahan tersebut.

Persamaan kuadrat juga menjadi salah satu contoh soal yang dibahas. Penyelesaiannya dapat dilakukan dengan memfaktorkan persamaan untuk mendapatkan nilai X.

Materi jarak dan kecepatan juga muncul dalam pengalaman peserta. Salah satu contoh menggunakan jarak 180 kilometer dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Waktu yang dibutuhkan kemudian dihitung menggunakan rumus jarak dibagi kecepatan.

Ada pula contoh perjalanan sejauh 240 kilometer dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Peserta diminta menghitung waktu tiba berdasarkan waktu keberangkatan.

Untuk materi deret, peserta diminta memperhatikan selisih antarangka. Pola bertingkat dapat digunakan jika selisih pertama belum menunjukkan pola yang jelas.

Sosial Kultural hingga Wawancara

Soal sosial kultural juga menjadi bagian yang dibahas. Salah satu contoh berkaitan dengan keberagaman agama.

Baca Juga: 1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Jadi Penuh Waktu, BKN Ungkap Statusnya

Dalam contoh tersebut, peserta menghadapi situasi ketika sebuah wejangan dalam acara keagamaan mengandung unsur yang menyinggung agama lain. Pilihan jawaban kemudian menguji kemampuan peserta menentukan respons yang paling tepat.

Contoh lainnya berkaitan dengan penggunaan ojek online. Peserta yang telah memesan kendaraan mendapat tawaran diantar teman secara gratis.

Jawaban yang dianggap paling tepat adalah tetap menggunakan ojek online yang sudah dipesan. Pembatalan pesanan setelah pengemudi menuju lokasi dinilai dapat merugikan pengemudi.

Sementara untuk sesi wawancara, peserta diingatkan agar tidak meninggalkan soal yang tersedia. Disebutkan terdapat 10 soal wawancara yang harus dikerjakan setelah menyelesaikan soal sebelumnya.

Dalam video tersebut juga disebutkan bahwa nilai wawancara dapat mencapai 40. Karena itu, peserta diminta tetap fokus hingga seluruh tahapan tes selesai.

Pengalaman peserta juga menunjukkan adanya perbedaan jumlah dan jenis soal yang diterima. Karena itu, peserta yang belum menjalani tes disarankan mempersiapkan berbagai materi.

Pembahasan tersebut kembali menegaskan bahwa materi yang diberikan bukan soal asli. Tujuannya untuk membantu peserta mengenali pola dan memahami cara mengerjakan soal.

Dengan demikian, peserta PPPK Sekolah Rakyat perlu mempersiapkan kompetensi sesuai formasi, kemampuan numerik dan verbal, sosial kultural, serta wawancara.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Soal PPPK Sekolah Rakyat TIU PPPK Tes PPPK Sekolah Rakyat Wawancara PPPK PPPK 2026