KOTAWARINGIN TIMUR - Karhutla Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus meluas. Pemerintah daerah menambah jumlah personel di lapangan dari sebelumnya 131 orang menjadi sekitar 250 orang. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga dikerahkan untuk membantu menyediakan air bagi petugas Satgas Karhutla yang melakukan pemadaman.
Meluasnya kebakaran hutan dan lahan tersebut diikuti dengan persoalan minimnya ketersediaan air. Kondisi itu membuat pemerintah daerah tidak hanya memperkuat jumlah personel, tetapi juga mengerahkan unit-unit dari OPD untuk mendukung kebutuhan air di lokasi kebakaran.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), luas lahan yang terbakar telah mencapai 1.382 hektare. Luasan tersebut masih diperkirakan bertambah karena titik api terus muncul.
Situasi menjadi perhatian karena api mulai merempet mendekati permukiman warga. Dalam laporan tersebut, kawasan yang disebut terdampak berada di KM 1 Jalan Jenderal Sudirman, KM 7 Jalan Cilik Riwut, serta KM 5 Jalan HM Arsyad Sampit.
Penambahan personel dilakukan untuk memperkuat tim yang sebelumnya berjumlah 131 orang. Jumlah itu kini bertambah kurang lebih 100 orang sehingga total petugas yang berada di lapangan mencapai sekitar 250 orang.
Tambahan personel tersebut juga memiliki peran dalam mendukung suplai air. Pos pendamping dan pos lapangan disiapkan untuk membantu kebutuhan air bagi unit-unit yang bertugas melakukan pemadaman.
Keterangan dalam video menyebutkan, unit-unit pemadam di lapangan sudah banyak mendapat bantuan dari unit milik OPD. Karena itu, pemerintah daerah mengoptimalkan kendaraan yang tersedia untuk mendukung pasokan air.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan kendaraan double cabin. Kendaraan tersebut disebut telah dilengkapi profil di bagian belakang sesuai perintah komandan atau bupati.
Baca Juga: Mobil Bekas Depok, Feroza hingga Kijang Ditawarkan Mulai Rp26 Jutaan
Kendaraan double cabin itu kemudian digunakan untuk mengambil air dari titik embung tertentu. Setelah mendapatkan air, kendaraan bergerak menuju unit pemadam untuk melakukan pengisian kembali atau top up.
Pola tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan air di tengah kondisi karhutla yang semakin meluas. Dengan banyaknya titik api dan area terbakar yang sudah mencapai 1.382 hektare, kebutuhan suplai air menjadi salah satu fokus dukungan pemerintah daerah kepada petugas di lapangan.
Penambahan personel juga membuat dukungan terhadap Satgas Karhutla semakin diperkuat. Dari jumlah awal 131 orang, kini terdapat sekitar 250 orang yang terlibat dalam kegiatan di lapangan. Sebagian di antaranya berfungsi sebagai pendamping untuk mendukung kebutuhan suplai air.
Pemerintah daerah juga melibatkan seluruh OPD dalam upaya tersebut. Unit-unit OPD tidak hanya membantu dari sisi personel, tetapi juga menyediakan kendaraan yang dapat digunakan untuk mengambil dan mengangkut air dari embung menuju lokasi pemadaman.
Sementara itu, luas lahan terbakar yang terus bertambah menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Data BPBD mencatat angka sementara telah mencapai 1.382 hektare. Jumlah tersebut masih dapat meningkat seiring bertambahnya titik api.
Ancaman juga mulai mendekati kawasan permukiman. Api disebut sudah merempet ke sekitar KM 1 Jalan Jenderal Sudirman, KM 7 Jalan Cilik Riwut, dan KM 5 Jalan HM Arsyad Sampit.
Kondisi itu membuat upaya pemadaman tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah petugas. Ketersediaan air juga menjadi bagian penting dari dukungan yang diberikan pemerintah daerah kepada Satgas Karhutla.
Dengan pengerahan sekitar 250 personel serta dukungan kendaraan dari berbagai OPD, pemerintah daerah berupaya memperkuat penanganan kebakaran. Kendaraan double cabin diarahkan mengambil air dari embung untuk kemudian memasok unit-unit pemadam yang membutuhkan.
Di tengah karhutla yang telah membakar 1.382 hektare lahan dan mulai mendekati permukiman warga, dukungan personel dan suplai air terus menjadi bagian utama dalam upaya pemadaman di Kotawaringin Timur.
Editor : Maylanni Diana Fitri