Karhutla Kotawaringin Timur Capai 1.382 Hektare, Api Mulai Dekati Permukiman

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:55 WIB
Karhutla Kotawaringin Timur mencapai 1.382 hektare dan mulai mendekati permukiman. Pemerintah menambah personel hingga sekitar 250 orang.(SC Youtube)
Karhutla Kotawaringin Timur mencapai 1.382 hektare dan mulai mendekati permukiman. Pemerintah menambah personel hingga sekitar 250 orang.(SC Youtube)

KOTAWARINGIN TIMUR - Karhutla Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, semakin meluas dengan luas lahan terbakar mencapai 1.382 hektare. Di tengah bertambahnya titik api dan minimnya ketersediaan air, pemerintah daerah menambah personel di lapangan hingga sekitar 250 orang.

Data luas lahan terbakar tersebut berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Angka 1.382 hektare itu masih diperkirakan bertambah karena titik api terus muncul di sejumlah lokasi.

Kondisi karhutla juga mulai mendekati permukiman warga. Api disebut telah merempet ke kawasan KM 1 Jalan Jenderal Sudirman, KM 7 Jalan Cilik Riwut, dan KM 5 Jalan HM Arsyad Sampit.

Untuk memperkuat penanganan, pemerintah daerah menambah sekitar 100 personel dari jumlah sebelumnya yang mencapai 131 orang. Dengan penambahan tersebut, total personel yang berada di lapangan kini kurang lebih 250 orang.

Namun, persoalan yang dihadapi petugas bukan hanya luasnya area kebakaran. Ketersediaan air juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dikerahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi tim Satgas Karhutla.

Dukungan tersebut dilakukan dengan mengerahkan unit-unit milik OPD ke lapangan. Kendaraan yang tersedia dimanfaatkan untuk membantu mengangkut air menuju lokasi petugas yang sedang melakukan pemadaman.

Dalam keterangan yang disampaikan, kendaraan double cabin milik OPD kini dilengkapi profil di bagian belakang. Kendaraan tersebut kemudian digunakan untuk mengambil air dari titik embung tertentu.

Air dari embung dibawa menuju unit-unit pemadam yang berada di lokasi kebakaran. Pengisian kembali atau top up dilakukan untuk memastikan unit pemadam mendapat suplai air yang dibutuhkan saat bertugas.

Baca Juga: Mobil Bekas Depok, Feroza hingga Kijang Ditawarkan Mulai Rp26 Jutaan

Penambahan personel juga berkaitan dengan kebutuhan dukungan di pos lapangan. Petugas tambahan tidak hanya membantu penanganan kebakaran, tetapi juga berperan sebagai pendamping untuk mendukung suplai air bagi unit-unit pemadam.

Sebelumnya, terdapat 131 personel yang berada di lapangan. Jumlah tersebut kemudian bertambah kurang lebih 100 orang. Total kekuatan yang dikerahkan kini mencapai sekitar 250 orang.

Pemerintah daerah juga telah mengerahkan seluruh OPD untuk membantu penanganan. Unit-unit OPD disebut sudah banyak membantu kebutuhan operasional di lapangan, termasuk melalui kendaraan yang digunakan untuk mengambil air dari embung.

Langkah tersebut dilakukan seiring meluasnya area karhutla. Minimnya ketersediaan air membuat distribusi air menjadi bagian penting dalam mendukung kerja Satgas Karhutla.

Di sisi lain, bertambahnya titik api membuat luas lahan terbakar berpotensi terus meningkat. Data BPBD yang mencatat 1.382 hektare menjadi gambaran sementara mengenai luas kebakaran yang harus ditangani.

Ancaman terhadap permukiman juga menambah perhatian dalam penanganan karhutla. Sejumlah titik yang disebut dalam laporan berada di sekitar jalan yang menjadi kawasan tempat tinggal warga, yakni KM 1 Jalan Jenderal Sudirman, KM 7 Jalan Cilik Riwut, dan KM 5 Jalan HM Arsyad Sampit.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah memperkuat penanganan melalui dua langkah utama, yakni menambah personel dan mengerahkan OPD untuk membantu suplai air. Sekitar 250 orang kini berada di lapangan, sementara kendaraan double cabin digunakan untuk mengambil air dari embung.

Upaya pemadaman terus dilakukan ketika karhutla telah mencapai 1.382 hektare dan api mulai merempet mendekati permukiman. Dukungan air menjadi kebutuhan penting bagi unit-unit pemadam yang bekerja di tengah meluasnya titik api di Kotawaringin Timur.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Karhutla Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Sampit karhutla bpbd