Gempa Manggarai M5,6 Bikin Pengungsi Panik, Bayi 1 Bulan Ikut Berhamburan dari Tenda

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Gempa Manggarai M5,6 membuat pengungsi panik keluar tenda. Seorang ibu bahkan berlari menyelamatkan diri bersama bayi berusia satu bulan.(SC Youtube)
Gempa Manggarai M5,6 membuat pengungsi panik keluar tenda. Seorang ibu bahkan berlari menyelamatkan diri bersama bayi berusia satu bulan.(SC Youtube)

MANGGARAI - Gempa Manggarai bermagnitudo 5,6 kembali mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 20 Agustus 2026 dini hari. Guncangan pukul 00.17 WITA tersebut membuat para pengungsi di Posko Barang Kolong panik dan bergegas keluar dari tenda, termasuk seorang ibu bersama bayi berusia satu bulan.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arif Tiastama, mengatakan pusat gempa berada sekitar 43 kilometer sebelah utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyebut gempa tersebut merupakan rangkaian susulan dari gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa M5,6 tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back Arc. Guncangan dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Flores.

BMKG mencatat intensitas gempa mencapai IV MMI di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Nagekeo. Sementara di Kabupaten Sumba Timur, getaran dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI.

Hingga laporan tersebut disampaikan, BMKG belum menerima informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa M5,6. Gempa tersebut juga dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Meski tidak dilaporkan menimbulkan kerusakan baru, guncangan kembali memicu kepanikan warga yang masih tinggal di tenda pengungsian. Mereka sebelumnya mengungsi setelah rumah mengalami kerusakan dan mengalami trauma akibat gempa besar M7,7.

Salah seorang pengungsi, Ayu Febrianti, menceritakan dirinya sedang tertidur bersama keluarga ketika guncangan kembali terasa cukup kuat. Ayu kemudian keluar dari tenda bersama suami dan anaknya yang baru berusia satu bulan.

Keluarga tersebut keluar bersama pengungsi lainnya. Kepanikan terjadi karena warga masih berada dalam kondisi waspada setelah gempa utama mengguncang Flores beberapa hari sebelumnya.

Ayu merupakan salah satu dari ribuan warga yang masih bertahan di tenda pengungsian. Kerusakan rumah serta trauma akibat gempa utama membuat mereka belum kembali ke tempat tinggal masing-masing.

BNPB Minta Warga Tak Panik

Sehari sebelum gempa M5,6, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mendatangi para penyintas di Posko Ramba, Kabupaten Ende, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam pertemuan dengan warga, Suharyanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang menghadapi gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Flores.

Baca Juga: Yamaha XSR 155 Kurang Laku, Ini Alasan yang Disebut Jadi Penyebabnya

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan yang terjadi cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama. Rangkaian gempa lanjutan tersebut diperkirakan masih akan dirasakan masyarakat dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

“Dalam 2 minggu 3 minggu ke depan seluruh masyarakat di Flores ini akan mengalami gempa-gempa lanjutan,” kata Suharyanto dalam keterangan yang disampaikan.

Meski demikian, ia meminta masyarakat yakin bahwa gempa susulan tersebut tidak akan sebesar gempa utama. Ia juga menyampaikan bahwa jika muncul isu tsunami, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan berdasarkan informasi dari Kepala BMKG.

Guncangan M5,6 kemudian kembali dirasakan pada Kamis dini hari. Bagi warga yang masih tinggal di tenda, gempa susulan tersebut menjadi pengalaman yang menegangkan.

Para pengungsi harus keluar dari tenda ketika guncangan terasa. Ayu bersama suami dan bayi berusia satu bulan menjadi salah satu keluarga yang ikut menyelamatkan diri keluar dari tenda.

Gempa tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas gempa susulan setelah gempa utama M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026. Sementara itu, BMKG menyatakan gempa M5,6 tidak berpotensi tsunami dan hingga laporan disampaikan belum ada informasi kerusakan maupun korban akibat guncangan tersebut.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Gempa Flores Pengungsi Gempa Gempa Manggarai bmkg ntt