Gempa Manggarai M5,6 Guncang Dini Hari, Pengungsi Keluar Tenda Bawa Bayi 1 Bulan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:35 WIB
Gempa Manggarai M5,6 mengguncang dini hari dan membuat pengungsi panik. Ayu bersama suami dan bayi 1 bulan bergegas keluar tenda.(SC Youtube)
Gempa Manggarai M5,6 mengguncang dini hari dan membuat pengungsi panik. Ayu bersama suami dan bayi 1 bulan bergegas keluar tenda.(SC Youtube)

MANGGARAI - Gempa Manggarai bermagnitudo 5,6 mengguncang wilayah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 20 Agustus 2026 dini hari. Guncangan tersebut membuat pengungsi di Posko Barang Kolong panik dan bergegas keluar dari tenda, termasuk Ayu Febrianti yang saat itu bersama suami dan bayi mereka yang baru berusia satu bulan.

Gempa terjadi pada pukul 00.17 WITA. Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arif Tiastama, mengatakan pusat gempa berada sekitar 43 kilometer sebelah utara Ruteng, Kabupaten Manggarai. Hiposenter gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back Arc. Gempa M5,6 juga disebut sebagai rangkaian susulan dari gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga laporan disampaikan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat guncangan M5,6 tersebut.

Meski demikian, getaran kembali memicu kepanikan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka sebelumnya meninggalkan rumah karena mengalami kerusakan akibat gempa utama dan masih diliputi trauma.

Ayu Febrianti menjadi salah satu pengungsi yang merasakan langsung guncangan tersebut. Saat gempa terjadi, dia sedang tertidur bersama keluarganya di dalam tenda.

Guncangan yang dirasakan cukup kuat membuat Ayu langsung keluar dari tenda. Ia bersama suami dan bayinya yang baru berusia satu bulan bergegas menyelamatkan diri bersama pengungsi lainnya.

Ayu merupakan satu dari ribuan warga yang masih bertahan di tenda pengungsian setelah gempa M7,7 mengguncang Flores. Kerusakan rumah serta pengalaman gempa utama membuat warga masih memilih bertahan di lokasi pengungsian.

Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa M5,6 dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Flores. BMKG mencatat intensitas IV MMI di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan Nagekeo.

Baca Juga: Yamaha XSR 155 Kurang Laku, Ini Alasan yang Disebut Jadi Penyebabnya

Sementara itu, di Kabupaten Sumba Timur, getaran dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI.

Gempa tersebut terjadi ketika warga masih menghadapi rangkaian gempa susulan pascagempa utama. Situasi ini membuat sebagian pengungsi semakin waspada ketika guncangan kembali terasa pada dini hari.

Kondisi pengungsi juga menjadi perhatian karena banyak warga masih tinggal di tenda setelah rumah mereka rusak. Guncangan susulan membuat mereka harus kembali keluar dari tempat perlindungan ketika sedang beristirahat.

BNPB Ingatkan Gempa Susulan

Sehari sebelum gempa M5,6 terjadi, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mendatangi para penyintas di Posko Ramba, Kabupaten Ende, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Suharyanto mengimbau masyarakat tetap tenang menghadapi gempa susulan yang masih terjadi di wilayah Flores.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan yang terjadi sejauh ini cenderung memiliki kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa utama.

Suharyanto juga menyampaikan bahwa gempa lanjutan masih mungkin dirasakan masyarakat dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Namun, ia menegaskan gempa susulan tersebut diyakini tidak sebesar gempa utama.

“Nah, tentu saja dalam 2 minggu 3 minggu ke depan seluruh masyarakat di Flores ini akan mengalami gempa-gempa lanjutan. Tetapi yakin gempa-gempa itu tidak sebesar gempa utama,” kata Suharyanto dalam keterangan tersebut.

Terkait kekhawatiran tsunami, Suharyanto menyampaikan bahwa berdasarkan informasi Kepala BMKG, gempa tersebut tidak memungkinkan menimbulkan tsunami.

Guncangan M5,6 pada Kamis dini hari kembali menguji ketenangan para pengungsi. Mereka harus meninggalkan tenda ketika gempa terasa, termasuk keluarga Ayu yang membawa bayi berusia satu bulan.

Namun, hingga informasi terakhir dalam laporan tersebut, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa M5,6. Gempa itu tercatat sebagai bagian dari rangkaian susulan setelah gempa besar M7,7 yang mengguncang Flores.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Gempa Flores Pengungsi Gempa Gempa Manggarai bmkg ntt