Cara Daftar Bansos 2026 Secara Online, Siapkan IKD, KK, dan Nomor Meteran Listrik

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Cara daftar bansos 2026 secara online dapat dilakukan dengan IKD. Simak syarat, langkah pendaftaran, pilihan bantuan, hingga proses verifikasi.(pinterest)
Cara daftar bansos 2026 secara online dapat dilakukan dengan IKD. Simak syarat, langkah pendaftaran, pilihan bantuan, hingga proses verifikasi.(pinterest)

JAKARTA - Cara daftar bansos 2026 secara online dapat dilakukan melalui laman yang disebut dalam video Rahman. Pendaftaran membutuhkan beberapa data dan dokumen, termasuk akun Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang aktif, kartu keluarga (KK), serta nomor meteran listrik bagi calon penerima yang menggunakan listrik PLN.

Tutorial tersebut menunjukkan proses pendaftaran bantuan sosial secara online dengan mendaftarkan salah seorang warga. Dalam praktiknya, calon penerima terlebih dahulu perlu menyiapkan sejumlah persyaratan sebelum masuk ke tahapan pengajuan.

Syarat pertama yang disebutkan adalah memiliki akun IKD aktif beserta PIN atau kata sandinya. Akun IKD dapat diperoleh melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) masing-masing.

Selanjutnya, calon pendaftar perlu menyiapkan kartu keluarga. Dokumen tersebut dapat berupa fotokopi atau dokumen asli.

Persyaratan berikutnya adalah nomor meteran listrik. Data tersebut diperlukan bagi calon penerima yang menggunakan listrik PLN. Sementara warga yang tidak menggunakan listrik PLN dapat memilih opsi yang tersedia pada sistem.

Masuk Menggunakan IKD

Setelah persyaratan disiapkan, langkah berikutnya adalah mengakses laman pendaftaran yang disebut dalam video, yakni perlinsoskemensos.go.id.

Baca Juga: TPG Juli 2026 Kapan Cair? Cek Proses Penyaluran Sebelum Dana Masuk Rekening

Pada halaman tersebut, calon pendaftar memilih opsi masuk menggunakan IKD. Setelah itu, NIK dan PIN IKD perlu dimasukkan.

PIN IKD merupakan data rahasia sehingga dalam video tersebut calon pendaftar diingatkan agar tidak memberikan PIN kepada orang lain.

Setelah memasukkan data, pendaftar perlu menyetujui persyaratan untuk melanjutkan proses. Sistem kemudian meminta izin akses dan membuka proses verifikasi identitas.

Tahapan berikutnya menggunakan kamera. Pendaftar diminta memastikan pencahayaan cukup terang, melepas kacamata, topi, atau aksesori lain yang dapat menutupi wajah.

Wajah kemudian perlu disesuaikan dengan bingkai yang tersedia pada layar. Setelah proses dilakukan, sistem akan mengunggah dan memverifikasi dokumen secara otomatis.

Data identitas yang muncul kemudian perlu diperiksa. Dalam tutorial tersebut, informasi yang ditampilkan meliputi identitas, tanggal lahir, serta kabupaten atau kota.

Pendaftar diminta memastikan NIK, nama, tanggal lahir, dan wilayah sesuai sebelum menyetujui proses.

Pilih Program Bantuan

Setelah berhasil masuk, pendaftar diarahkan ke menu bansos. Pada bagian tersebut terdapat pilihan untuk melakukan pendaftaran bantuan.

Baca Juga: Cara Menghemat Air Irigasi saat Musim Kemarau, 5 Langkah agar Tanaman Tetap Terairi

Pendaftar kemudian diminta melengkapi nomor HP. Jika tidak memiliki telepon seluler, tersedia pilihan yang menyatakan bahwa pendaftar tidak memiliki HP.

Sistem juga menyediakan sejumlah pilihan program bantuan. Dalam video tersebut disebutkan beberapa program, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP), Penerima Bantuan Iuran (PBI), bantuan listrik, LPG, dan bantuan BBM.

Dalam contoh pendaftaran, program yang dipilih adalah PKH.

Pada tahapan tersebut, sistem menampilkan sejumlah keterangan mengenai persyaratan program. Salah satunya berkaitan dengan data penerima dan status desil. Pendaftar dalam contoh disebut berada pada Desil 2.

Setelah memilih program, calon penerima melanjutkan proses dengan mengisi data listrik apabila menggunakan PLN.

Nomor meteran listrik dimasukkan ke dalam sistem untuk dilakukan verifikasi. Setelah proses verifikasi selesai, sistem menampilkan data yang berkaitan dengan sambungan tersebut.

Jika data telah sesuai, pendaftar dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

Sebelum permohonan dikirim, seluruh data perlu diperiksa kembali. Data yang diperiksa mencakup NIK, nama, nomor HP, jenis bantuan yang dipilih, serta nomor meteran listrik.

Jika seluruh informasi sudah sesuai, pendaftar dapat mengajukan permohonan.

Pengajuan Masih Harus Menunggu Verifikasi

Setelah pengajuan dilakukan, terdapat bagian persetujuan pribadi yang berisi sejumlah pernyataan. Pendaftar diminta membaca dan menyetujui pernyataan tersebut sebelum melanjutkan.

Dalam contoh pendaftaran, permohonan kemudian dinyatakan berhasil diajukan. Namun, status penerima belum langsung ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Status yang muncul setelah pengajuan adalah masih dalam proses verifikasi.

Artinya, pendaftar masih harus menunggu hasil verifikasi untuk mengetahui apakah permohonan dinyatakan layak atau tidak layak.

Jika hasil verifikasi menyatakan layak, dalam tutorial tersebut disebutkan bahwa pendaftar akan diminta memasukkan nomor rekening terdaftar.

Sementara apabila hasilnya tidak layak, status tersebut akan muncul pada sistem.

Dengan demikian, cara daftar bansos 2026 yang ditampilkan dalam video tidak berhenti pada pengisian formulir. Calon penerima tetap harus melewati proses verifikasi setelah permohonan diajukan.

Pendaftar juga perlu memastikan data kependudukan, nomor HP, pilihan bantuan, dan informasi listrik yang dimasukkan sudah benar. Setelah itu, perkembangan pengajuan dapat dipantau melalui sistem sampai hasil verifikasi tersedia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Info Bansos PKH cara daftar bansos 2026 Bansos 2026 ikd