Cara Mengisi SKP Bulanan di e-Kinerja 2024, Lengkap dengan Bukti Dukung

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 15:20 WIB
Cara mengisi SKP bulanan di e-Kinerja 2024 mulai dari rencana aksi, bukti dukung, realisasi hingga menunggu penilaian atasan. (Gemini AI)
Cara mengisi SKP bulanan di e-Kinerja 2024 mulai dari rencana aksi, bukti dukung, realisasi hingga menunggu penilaian atasan. (Gemini AI)

JAKARTA - Cara mengisi SKP bulanan di e-Kinerja 2024 dilakukan dengan menambahkan periode penilaian, mengisi rencana aksi sesuai matriks SKP, kemudian melengkapi bukti dukung dan realisasi pekerjaan. Dalam tutorial tersebut, pengisian dicontohkan untuk periode Maret.

Sebelum mulai mengisi, pengguna perlu membuka browser Google Chrome dan mengakses laman e-Kinerja. Setelah memilih menu login, masukkan username berupa NIP dan password, kemudian klik sign in.

Pada halaman e-Kinerja terdapat pilihan periode SKP. Pengguna perlu memilih tahun 2024 sebagai periode yang akan digunakan. Sebelum masuk ke pengisian, data profil juga perlu diperiksa, terutama data pegawai dan data atasan.

Jika terdapat data yang tidak sesuai, pengguna diminta segera melaporkannya. Setelah data dipastikan sesuai, proses dapat dilanjutkan dengan memilih menu SKP, kemudian masuk ke bagian penilaian.

Baca Juga: ASN Kemenag Jangan Sampai Salah ! Ini Dokumen Wajib Upload SKP dan Sertifikat di Simpeg 5

Tambahkan Periode SKP Bulanan

Pada menu penilaian, pengguna perlu menambahkan periode bulan yang akan dinilai. Sebagai contoh, tutorial menggunakan bulan Maret. Setelah memilih periode tersebut, klik oke untuk melanjutkan.

SKP bulanan yang sudah dinilai oleh atasan akan memiliki tanda tertentu. Salah satunya ditunjukkan dengan keterangan “sangat baik” pada bagian atas halaman.

Untuk mengisi SKP bulan Maret, pengguna kemudian memilih menu rencana aksi. Bagian tersebut berisi rencana hasil kerja yang sebelumnya sudah dimasukkan pada tahapan penyusunan SKP.

Baca Juga: SKP e Kinerja 2026 Berubah Total, ASN Wajib Tahu Perbedaan dengan AP2KP Sebelum Mengisi

Rencana aksi perlu disesuaikan dengan matriks SKP yang telah dibuat. Pengguna terlebih dahulu membuka matriks untuk mencari rencana hasil kerja yang memiliki kegiatan pada bulan Maret.

Dalam contoh pertama, rencana hasil kerja yang ditemukan adalah “terlaksananya forum OPD”. RHK tersebut kemudian dicari pada aplikasi e-Kinerja. Setelah ditemukan, pengguna memilih tombol tambah.

Selanjutnya, rencana aksi yang tercantum dalam matriks disalin dan ditempel pada kolom rencana aksi di e-Kinerja. Target juga disalin dari matriks. Dalam contoh tersebut, targetnya adalah satu laporan.

Baca Juga: Jangan Sampai Salah ! Cara Isi SKP e Kinerja 2026 yang Benar agar Penilaian ASN Tidak Ditolak

Langkah yang sama dilakukan untuk kegiatan berikutnya. Pada contoh kedua, RHK yang digunakan adalah “tersedianya laporan realisasi”. Rencana aksi kemudian disalin dari matriks dan dimasukkan ke e-Kinerja, termasuk target satu laporan.

Jika terdapat RHK yang tidak memiliki kegiatan pada bulan Maret, bagian tersebut tidak perlu diisi. Kolom dapat dibiarkan kosong karena memang tidak ada kegiatan yang dilakukan pada bulan tersebut.

Lengkapi Bukti Dukung

Setelah seluruh rencana aksi bulan Maret selesai, pengguna dapat kembali ke halaman sebelumnya dan menggulir ke bagian pengisian bukti dukung.

Baca Juga: SKP e Kinerja 2026 Berubah Total, ASN Wajib Tahu Perbedaan dengan AP2KP Sebelum Mengisi

Pada bagian tersebut terdapat sejumlah rencana aksi dengan tanda warna hijau dan tulisan tambah. Rencana aksi yang baru dibuat kemudian dipilih untuk mulai dilengkapi.

Untuk kinerja bulan Maret, pengguna dapat menyiapkan bukti dukung dalam bentuk link Google Drive. Dalam tutorial, folder dibuat berdasarkan bulan sehingga dokumen pendukung dapat disimpan sesuai periode kegiatan.

Sebelum link disalin ke e-Kinerja, pengaturan akses Google Drive perlu diubah agar dapat dibuka oleh siapa saja yang memiliki link. Setelah itu, link ditempel pada kolom yang tersedia dan disimpan.

Baca Juga: Cara Upload SKP dan Sertifikat di Simpeg 5 Kemenag, ASN Wajib Lengkapi Dokumen Ini

Pengisian serupa dilakukan pada aspek waktu. Pengguna memasukkan keterangan kinerja bulan Maret dan menempelkan link bukti dukung yang sama.

Tahap berikutnya adalah mengisi realisasi. Pengguna memilih edit, kemudian memasukkan realisasi sesuai target. Jika targetnya satu laporan, realisasi diisi satu laporan. Sumber data dapat diisi dengan keterangan “bukti dukung teridentifikasi”.

Aspek waktu juga perlu diisi berdasarkan target. Dalam contoh pertama, waktu yang digunakan adalah satu bulan. Pada rencana aksi kedua, realisasi juga diisi sesuai target yang telah ditentukan. Jika target waktunya tiga bulan, realisasi diisi tiga bulan.

Baca Juga: Cara Isi SKP e-Kinerja 2026 untuk ASN, Begini Tahapan Lengkap dari RHK hingga Pengajuan Penilaian

Setelah seluruh bukti dukung dan realisasi selesai, proses pengisian SKP bulanan dilanjutkan dengan menunggu penilaian dari atasan.

Metode penyimpanan bukti dukung melalui folder Google Drive dinilai memudahkan karena eviden dapat disiapkan dan diisi kapan saja pada folder masing-masing. Dengan begitu, dokumen pendukung untuk setiap kegiatan tetap tersimpan berdasarkan bulan dan dapat digunakan saat pengisian SKP.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Tatapan Senja
cara mengisi SKP SKP Bulanan Rencana Aksi e-Kinerja 2024 Bukti Dukung SKP