TULUNGAGUNG- Strategi mengerjakan soal perbandingan menjadi materi yang dibahas dalam video pembelajaran Privat Alfaiz part keenam. Materi tersebut berfokus pada model soal hubungan kuantitas X dan Y yang disebut kerap muncul dalam tes SKD CPNS dan seleksi kedinasan.
Pengajar membagikan cara menghitung sekaligus memilih opsi jawaban secara lebih cepat. Strategi tersebut ditujukan untuk peserta yang sering menghabiskan waktu ketika harus membandingkan hasil perhitungan dengan pilihan jawaban yang tersedia.
Model soal yang dibahas biasanya meminta peserta menentukan hubungan yang benar antara kuantitas X dan Y berdasarkan informasi yang diberikan. Menurut pengajar, bentuk soal tersebut dipertahankan sejak 2023 hingga sekarang, dengan variasi opsi yang semakin beragam.
Langkah pertama yang ditekankan adalah menyelesaikan perhitungan di dalam tabel atau bentuk soal terlebih dahulu. Peserta perlu memperhatikan urutan operasi hitung, terutama ketika terdapat penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Perkalian harus dikerjakan lebih dulu sebelum operasi lainnya.
Setelah nilai X dan Y diperoleh, peserta tidak harus langsung menguji seluruh pilihan jawaban. Pengajar menyarankan agar peserta terlebih dahulu memperhatikan simbol perbandingan dan koefisien yang terdapat dalam opsi.
Baca Juga: CPNS Guru 2027: P3K Berpeluang Ikut Seleksi, Usia 35 Tahun Jadi Sorotan
Jika hubungan yang dicari adalah “lebih dari”, koefisien di sisi kiri harus lebih besar daripada koefisien di sisi kanan. Sebaliknya, untuk hubungan “kurang dari”, koefisien sisi kiri harus lebih kecil. Teknik ini digunakan untuk mengeliminasi pilihan yang sejak awal tidak sesuai.
Dalam salah satu contoh, hasil perhitungan menunjukkan X lebih besar daripada Y. Namun, tidak ada opsi yang secara langsung menuliskan X lebih besar dari Y. Pilihan jawaban justru menggunakan bentuk perkalian dengan koefisien tertentu. Pengajar kemudian memilih opsi yang koefisien kirinya lebih besar, lalu melakukan pengujian untuk memastikan jawabannya.
Menurutnya, cara tersebut dapat menghemat waktu karena peserta tidak perlu memeriksa semua opsi satu per satu. Strategi itu juga diterapkan pada soal yang melibatkan pecahan. Ketika bilangan bulat dikurangi pecahan, peserta dapat menyamakan penyebut terlebih dahulu agar perhitungan lebih sederhana.
Contohnya, bentuk 3 dikurangi 4/15 dapat diubah menjadi 45/15 dikurangi 4/15. Hasilnya adalah 41/15. Untuk bentuk perkalian, penyederhanaan dapat dilakukan lebih dahulu sebelum menggunakan teknik perbandingan.
Pengajar juga menjelaskan bahwa perkalian silang dapat digunakan ketika bentuk soal dan pilihan jawabannya sama-sama berupa perbandingan. Cara tersebut dinilai membantu peserta membandingkan nilai tanpa harus mengubah seluruh bentuk pecahan ke desimal.
Baca Juga: Cek Jumlah Pesaing CPNS 2024 di SSCASN BKN, Begini Cara Melihatnya
Strategi serupa diterapkan pada soal cerita. Dalam contoh pembelian kuota harian sebesar Rp15.000 selama tujuh hari, peserta cukup mengalikan harga per hari dengan jumlah hari. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan kuantitas lain menggunakan teknik koefisien.
Materi berikutnya membahas soal upah kerja. Pengajar menunjukkan bahwa peserta dapat mengatur urutan perkalian agar lebih mudah dihitung. Misalnya, perkalian 6 dengan 25 dapat didahului dengan menghitung 25 dikali 4 jika bentuk soalnya memungkinkan penyusunan ulang.
Selain itu, video tersebut memuat contoh soal jarak, kecepatan, dan waktu. Dalam contoh Sinta yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan 60 selama dua jam, jarak dihitung menggunakan rumus kecepatan dikali waktu. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan nilai Y.
Pengajar menekankan bahwa kunci strategi ini adalah menghitung nilai X dan Y secara tepat, mengenali hubungan yang mungkin, lalu menguji opsi yang paling sesuai. Peserta juga dianjurkan memperbanyak latihan agar mampu memperkirakan waktu pengerjaan setiap soal.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber