Soal TWK CPNS 2026, Privat Alfaiz Bagikan Cara Menjawab Opsi yang Menjebak

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:05 WIB
Soal TWK CPNS dibahas Privat Alfaiz melalui materi Pancasila, UUD 1945, Sumpah Pemuda, dan strategi menghadapi opsi menjebak.(ILUSTRASI AI)
Soal TWK CPNS dibahas Privat Alfaiz melalui materi Pancasila, UUD 1945, Sumpah Pemuda, dan strategi menghadapi opsi menjebak.(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG- Soal TWK CPNS menjadi materi yang dibahas dalam video pembelajaran Privat Alfaiz part pertama. Pengajar membagikan contoh soal yang berkaitan dengan Pancasila, UUD 1945, Sumpah Pemuda, organisasi pergerakan nasional, hingga empat pilar negara. Selain membahas materi, video tersebut menekankan pentingnya membaca kata kunci agar peserta tidak keliru memilih jawaban yang sekilas terlihat sama-sama benar.

Video itu ditujukan bagi peserta yang sedang mempersiapkan SKD CPNS dan tes kedinasan. Pengajar menyebut soal-soal yang dibahas berasal dari model yang pernah muncul pada tes tahun sebelumnya. Menurutnya, latihan dengan soal serupa dapat membantu peserta memahami pola pertanyaan sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi ujian.

Salah satu contoh membahas hubungan sila keempat dan sila kelima Pancasila. Soalnya menanyakan akibat musyawarah yang hanya menguntungkan kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan kepentingan bersama.

Pengajar mengingatkan bahwa sila keempat berkaitan dengan proses pengambilan keputusan melalui musyawarah. Sementara itu, sila kelima menekankan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, keputusan yang dihasilkan musyawarah seharusnya tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, tetapi juga berpihak pada kepentingan bersama.

Dari beberapa opsi yang tersedia, pengajar memilih jawaban yang menyebut timbulnya rasa tidak percaya dan ketimpangan sosial karena keputusan tidak berpihak kepada seluruh rakyat. Ia menilai pilihan tersebut paling sesuai dengan hubungan antara proses musyawarah dan tujuan keadilan sosial.

Contoh berikutnya menguji penerapan nilai ketuhanan dalam masyarakat majemuk. Pengajar menekankan bahwa peserta harus memperhatikan seluruh konteks pertanyaan, bukan hanya mencari opsi yang benar secara umum.

Baca Juga: CPNS Guru 2027: P3K Berpeluang Ikut Seleksi, Usia 35 Tahun Jadi Sorotan

Dalam soal tersebut, pilihan yang dianggap paling tepat adalah menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam bersikap sekaligus menghormati perbedaan keyakinan. Menurut pengajar, pilihan itu paling lengkap karena menggabungkan pengamalan nilai ketuhanan dengan sikap toleransi dalam masyarakat yang beragam.

Ia juga mengingatkan bahwa beberapa opsi dapat terlihat positif, tetapi belum tentu menjawab permintaan soal secara utuh. Karena itu, peserta perlu mencermati frasa seperti “yang paling tepat” agar tidak terburu-buru menentukan jawaban.

Materi UUD 1945 turut dibahas melalui contoh soal Pasal 28I ayat 2. Soal tersebut menanyakan sikap yang mencerminkan pengamalan hak untuk bebas dari perlakuan diskriminatif, dengan kata kunci “kecuali”.

Pengajar menjelaskan bahwa pilihan yang paling tepat adalah memperlakukan setiap orang secara setara tanpa membedakan latar belakang. Sementara itu, opsi yang menyebut memperlakukan setiap kelompok secara proporsional dianggap sebagai jebakan karena dapat mengarah pada perlakuan berbeda terhadap kelompok tertentu.

Menurutnya, peserta harus berhati-hati ketika menemukan kata “kecuali”. Semua pilihan bisa tampak baik, tetapi satu di antaranya tidak sesuai dengan prinsip kesetaraan yang ditanyakan.

Baca Juga: Guru Non ASN 2027 Berpeluang Ikut Seleksi CPNS, 172.323 Orang Masuk Data

Soal Sumpah Pemuda juga menjadi bagian dari pembahasan. Pengajar mengarahkan peserta untuk memahami makna ikrar berbangsa satu, bukan sekadar memilih tindakan yang menunjukkan rasa cinta tanah air.

Dari sejumlah opsi, menjalin persahabatan lintas daerah tanpa membeda-bedakan asal-usul dinilai paling tepat. Pilihan tersebut dianggap paling menggambarkan semangat persatuan di tengah keberagaman suku dan daerah.

Selain itu, video membahas organisasi pergerakan nasional seperti Budi Utomo, Syarikat Islam, dan Indische Partij. Pengajar menjelaskan bahwa peserta perlu memahami karakter perjuangan masing-masing organisasi untuk menjawab soal implementasi semangat persatuan dan kebangsaan.

Dalam contoh yang diberikan, menyuarakan aspirasi bangsa secara terorganisir demi kepentingan bersama dipilih sebagai jawaban paling relevan. Pengajar mengaitkannya dengan semangat perjuangan melalui organisasi yang bertujuan menyuarakan cita-cita kebangsaan.

Pembahasan ditutup dengan pengantar soal empat pilar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Pengajar mengajak peserta melanjutkan latihan pada materi berikutnya agar semakin terbiasa menghadapi variasi soal TWK.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Tes Kedinasan Privat Alfaiz pancasila SKD CPNS soal TWK CPNS