Strategi Memilih Formasi CPNS 2026, Ristian Januari Ungkap 4 Hal yang Perlu Diperhatikan

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 11:15 WIB
Strategi memilih formasi CPNS 2026 mencakup rasio pelamar, popularitas instansi, jurusan, dan lokasi penempatan.(ILUSTASI AI)
Strategi memilih formasi CPNS 2026 mencakup rasio pelamar, popularitas instansi, jurusan, dan lokasi penempatan.(ILUSTASI AI)

TULUNGAGUNG- Strategi memilih formasi CPNS 2026 menjadi salah satu hal penting yang perlu dipersiapkan calon pelamar selain usia dan kelengkapan dokumen. Melalui kanal YouTube Ristian Januari, Bang Tian membagikan empat pertimbangan agar peserta dapat memilih formasi berdasarkan peluang, latar belakang pendidikan, dan kesiapan penempatan.

Dalam video tersebut, Ristian menyebut pembukaan CPNS 2026 diperkirakan berlangsung pada kuartal ketiga, sekitar Juli hingga September. Namun, ia menegaskan informasi tersebut masih berupa estimasi. Peserta diminta memanfaatkan waktu sebelum pendaftaran untuk memahami syarat dan menyiapkan dokumen.

Menurut Ristian, kemampuan akademik yang baik belum tentu menjamin seseorang lolos seleksi. Peserta juga perlu memiliki strategi realistis, termasuk mengukur kemampuan diri dan melihat peluang pada formasi yang tersedia.

“Ukur baju di badan kalian,” ujar Ristian dalam video. Ia menjelaskan, calon pelamar harus menilai apakah kemampuan dan latar belakangnya sesuai dengan instansi atau formasi yang ingin dituju. Jika merasa belum mampu bersaing pada formasi tertentu, peserta dapat mempertimbangkan pilihan lain yang peluangnya lebih besar.

Baca Juga: Guru PPPK Dapat Kesempatan Ikut Seleksi CPNS 2027, Bukan Pengangkatan Otomatis

Ristian menjelaskan bahwa batas usia CPNS yang ia jadikan acuan adalah Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020. Dalam pembahasannya, batas usia pelamar disebut berada pada rentang 18 hingga 35 tahun. Namun, ia mengingatkan bahwa sejumlah instansi dapat menetapkan batas usia yang lebih khusus.

Beberapa formasi tertentu, seperti profesional, spesialis, atau tenaga ahli, juga dapat memiliki batas usia hingga 40 tahun. Contoh yang disebut dalam video antara lain dosen profesional, dokter, dokter gigi, dan peneliti. Karena itu, peserta diminta membaca ketentuan setiap instansi secara teliti.

Untuk dokumen, Ristian menyarankan calon pelamar mempersiapkan KTP, Kartu Keluarga, ijazah asli, transkrip nilai, dokumen akreditasi, pas foto, surat lamaran, dan surat pernyataan. KTP perlu dipastikan sudah terdaftar di Dukcapil. Sementara itu, KK harus menggunakan data terbaru, terutama jika terdapat perubahan status keluarga.

Dokumen akademik juga perlu disesuaikan dengan ketentuan instansi. Jika ijazah atau transkrip diwajibkan legalisir, peserta harus mengurusnya ke sekolah atau universitas. Untuk akreditasi, Ristian menekankan bahwa yang digunakan adalah akreditasi saat pelamar lulus, bukan akreditasi terbaru.

Pas foto juga harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan. Dalam video, Ristian menyebut latar belakang yang digunakan adalah merah atau biru, dengan ukuran dan ketentuan pakaian menyesuaikan permintaan instansi. Surat lamaran dan surat pernyataan biasanya memiliki format khusus serta dapat meminta tanda tangan dan materai digital.

Dokumen pendukung yang disebut antara lain SKCK, surat sehat, sertifikat kompetensi, dan dokumen tertentu sesuai kebutuhan instansi. Ristian mengingatkan agar peserta tidak menunggu hingga masa pendaftaran untuk menyiapkan seluruh berkas.

Baca Juga: CPNS Guru 2027: P3K Berpeluang Ikut Seleksi, Usia 35 Tahun Jadi Sorotan

Strategi pertama adalah menganalisis rasio pelamar dan jumlah formasi. Ristian memberikan contoh formasi analis kebijakan dengan 2.000 pelamar untuk dua kebutuhan, sedangkan penyuluh pertanian memiliki 600 pelamar untuk 40 kebutuhan. Berdasarkan perbandingan tersebut, formasi penyuluh pertanian dinilai memiliki peluang lebih besar.

Ia menyarankan peserta memperhatikan formasi dengan kuota penerimaan yang lebih besar serta rasio pelamar yang lebih rendah. Meski demikian, peserta tetap boleh memilih formasi dengan persaingan tinggi jika memiliki kemampuan dan kualifikasi yang sesuai.

Strategi kedua ialah menghindari instansi yang terlalu populer apabila tujuan utama peserta adalah memperbesar peluang lolos. Ristian menyebut beberapa instansi yang biasanya banyak diminati, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan, serta Kementerian Dalam Negeri.

Sebagai alternatif, peserta dapat mempertimbangkan kementerian teknis, lembaga riset, pemerintah daerah, atau pemerintah provinsi. Strategi ketiga adalah memperhatikan jurusan yang diterima. Jurusan umum seperti manajemen, hukum, dan pendidikan dinilai memiliki pesaing lebih banyak dibandingkan jurusan yang lebih spesifik.

Strategi terakhir adalah mempertimbangkan lokasi penempatan. Ristian mengingatkan bahwa pelamar kementerian tidak selalu ditempatkan di kota yang dipilih saat mendaftar. Penempatan dapat berada di wilayah lain sesuai kebutuhan instansi. Karena itu, calon peserta perlu mempertimbangkan kesiapan pribadi dan keluarga sebelum menentukan pilihan.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Strategi Memilih Formasi CPNS 2026 Ristian Januari dokumen CPNS Syarat CPNS CPNS 2026