TULUNGAGUNG- Prediksi soal PPPK 2026 kembali dibahas untuk membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi seleksi. Melalui kanal YouTube Lili Hernawati, sejumlah contoh soal untuk semua formasi diulas, mulai dari kompetensi manajerial, sosial kultural, hingga wawancara berbasis sistem CAT.
Dalam video tersebut, Lili Hernawati menjelaskan bahwa materi seleksi PPPK mencakup beberapa aspek penting. Kompetensi manajerial terdiri atas integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, serta pengambilan keputusan.
Sementara itu, kompetensi sosial kultural meliputi kepekaan terhadap keberagaman, kemampuan berhubungan sosial, kepekaan terhadap pentingnya persatuan, dan sikap empati. Adapun materi wawancara mencakup kejujuran, komitmen, keadilan, etika, dan kepatuhan.
Lili kemudian membahas sejumlah contoh soal yang dapat menjadi gambaran bagi peserta. Salah satunya berkaitan dengan situasi di tempat bermain umum. Dalam soal tersebut, seorang anak mengendarai mobil mainan remote control dengan cepat dan tidak terarah hingga hampir menabrak anak lain. Mobil itu bahkan sempat mengenai kaki seorang anak hingga membuatnya menangis.
Orang tua anak tersebut berada di sekitar lokasi, tetapi tidak segera menghentikan permainan. Peserta diminta menentukan tindakan yang paling tepat.
Baca Juga: Guru PPPK Jadi PNS 2027, Ada 3 Kesepakatan Baru dari Pemerintah dan DPR
Menurut pembahasan Lili, pilihan terbaik adalah menyampaikan kepada orang tua bahwa permainan tersebut berisiko dan meminta agar anak diarahkan ke tempat yang lebih aman. Pilihan ini dinilai lebih tepat karena orang tua memiliki peran untuk membimbing anak.
Menegur anak secara langsung tetap dianggap sebagai tindakan yang mungkin dilakukan. Namun, dalam konteks soal, berbicara kepada orang tua dinilai lebih baik karena peserta tidak memiliki hubungan dekat dengan anak tersebut. Sementara itu, membiarkan kejadian atau hanya menjauhkan anak-anak lain dari area permainan dinilai tidak menyelesaikan akar masalah.
Soal berikutnya menguji kemampuan pengambilan keputusan. Peserta diceritakan memiliki pekerjaan penting yang harus diunggah ke sistem internal sebelum pukul 00.00 WIB. Namun, akun yang digunakan tidak dapat diakses karena muncul pesan kesalahan, meskipun koneksi internet dan kata sandi telah dipastikan benar.
Dalam situasi tersebut, pilihan paling tepat adalah menghubungi atasan dan tim IT melalui pesan atau email resmi sambil melampirkan bukti kendala teknis. Menunggu sampai sistem kembali normal dinilai pasif dan tidak memberikan kepastian.
Lili juga menilai bahwa meminta rekan kerja mengunggah pekerjaan melalui akun pribadinya bukan pilihan terbaik. Tindakan tersebut berpotensi menyalahi prosedur atau SOP yang berlaku. Menunda pengunggahan hingga keesokan hari juga tidak tepat karena tenggat waktu telah ditentukan pada malam itu.
Contoh lainnya berkaitan dengan objektivitas seorang juri. Dalam soal, peserta menjadi juri lomba kreativitas antarkelurahan. Salah satu peserta berasal dari kelurahan tempat neneknya tinggal. Panitia kemudian memberi isyarat agar juri mempertimbangkan hubungan tersebut.
Baca Juga: Aksi PPPK 7 September 2026, Massa Direncanakan Bawa Empat Tuntutan ke Istana
Jawaban paling tepat adalah memberikan penilaian secara objektif sesuai kriteria yang telah disepakati. Memberikan nilai lebih tinggi karena kedekatan pribadi dinilai tidak adil. Sementara itu, memberikan nilai sedang kepada seluruh peserta juga tidak mencerminkan proses perlombaan yang kompetitif.
Soal lain menguji kepatuhan terhadap aturan. Peserta yang mengunjungi tempat wisata merasa tarif retribusi cukup tinggi dibandingkan fasilitas yang tersedia. Ia kemudian ditawari masuk melalui jalur tidak resmi dengan biaya lebih murah.
Lili menegaskan bahwa peserta tetap harus membayar tarif resmi. Jika merasa keberatan, keluhan sebaiknya disampaikan kepada petugas, bukan kepada pengunjung lain. Dengan cara itu, peserta tetap mematuhi aturan sekaligus menyampaikan masukan melalui jalur yang tepat.
Pada bagian terakhir, peserta diminta menentukan sikap ketika hendak bepergian menggunakan pesawat setelah mendengar kabar kecelakaan yang masih belum jelas detailnya. Karena perjalanan telah direncanakan jauh hari untuk keperluan penting, pilihan yang dianggap paling tepat adalah tetap berangkat sambil mencari informasi resmi terkait aspek keselamatan.
Baca Juga: Guru PPPK Jadi PNS 2027 Mulai Difinalisasi, Status Kepegawaian Berubah ke Pusat
Menurut Lili, keputusan tersebut mencerminkan integritas dan tanggung jawab terhadap tugas yang telah diambil. Peserta tidak dianjurkan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
Melalui pembahasan itu, peserta seleksi PPPK 2026 diingatkan agar tidak hanya menghafal jawaban, tetapi juga memahami alasan di balik setiap pilihan. Penilaian dalam soal situasional menekankan kepedulian, objektivitas, kepatuhan, integritas, dan kemampuan mengambil keputusan sesuai aturan.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber