JAKARTA - Purbaya Yudhi Sadewa diganti dari posisi Menteri Keuangan dan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya. Pergantian itu berlangsung pada Senin sore, ketika Suahasil dilantik sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024-2029.
Usai dilantik, Suahasil menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan khusus untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Ia menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus tetap sehat sekaligus mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah.
“APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah. Karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel,” kata Suahasil dalam keterangan yang ditayangkan Kompas Petang.
Baca Juga: P3K Paruh Waktu Jadi P3K Penuh Waktu, Pemerintah Siapkan Anggaran APBN 2027
Suahasil juga menyebut akan segera kembali ke Kementerian Keuangan setelah pelantikan. Ia mengatakan akan melihat kondisi APBN dan menyelesaikan pelaksanaan APBN 2026 pada sisa waktu September hingga Desember.
Selain itu, pembahasan RAPBN 2027 juga menjadi agenda yang harus ditata. Suahasil menyebut program-program prioritas yang akan dibiayai melalui RAPBN 2027 perlu disusun dengan rapi.
Internal Gerindra Sebut Ada Evaluasi Kinerja
Juru bicara Partai Gerindra, Kamrussamad, mengatakan pengangkatan dan pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif Presiden. Namun, menurut dia, pergantian tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan kinerja di bidang keuangan negara.
Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2027 Belum Pasti, Ini Penjelasan Menkeu Purbaya
Ia menyebut sejumlah aspek yang menjadi perhatian, mulai dari penerimaan negara, kualitas belanja negara, kepercayaan pasar hingga stabilitas sektor keuangan.
Kamrus juga mengatakan pihaknya mendapatkan evaluasi kinerja kementerian secara reguler. Menurut dia, Suahasil bukan sosok baru bagi Partai Gerindra karena sebelumnya pernah menjadi mitra Fraksi Partai Gerindra ketika berada di posisi lain di Kementerian Keuangan.
Menurut Kamrus, Suahasil dinilai memiliki pemahaman mengenai penerimaan negara dan diharapkan dapat bergerak cepat menangani persoalan di Kementerian Keuangan.
Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2027 Belum Pasti, berikut Penjelasan Menkeu Purbaya
Ia juga menyoroti kebutuhan konsolidasi birokrasi di Kementerian Keuangan. Menurutnya, terdapat sejumlah dinamika internal yang membuat komunikasi antara pernyataan di ruang publik dan kebijakan belum selalu sinkron.
Kamrus menyebut koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga menjadi hal penting. Termasuk kerja sama dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang melibatkan OJK, LPS, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan.
Muncul Dugaan soal Ketegangan dengan Danantara
Dalam diskusi tersebut, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menyampaikan pandangannya mengenai pergantian Purbaya.
Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2027 Belum Pasti, Menkeu Purbaya Ungkap Status Pembahasannya
Ray mengatakan dirinya mendengar informasi bahwa pergantian tersebut berkaitan dengan ketegangan antara Purbaya dan Danantara. Ia menyebut informasi yang didengarnya berkaitan dengan permintaan atau tagihan sekitar Rp128 triliun.
Namun, Ray menegaskan informasi tersebut belum diketahuinya kebenarannya. Ia juga menyebut alasan pergantian Purbaya sebagai bentuk kejengkelan Presiden masih sebatas informasi yang didengarnya.
Kamrus kemudian membantah bahwa pergantian tersebut disebabkan kejengkelan. Ia menyebut ada persoalan konsolidasi birokrasi yang perlu diperbaiki selama sekitar satu tahun terakhir.
Menurut Kamrus, evaluasi tersebut mencakup komunikasi internal, koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta kebijakan terkait keuangan negara.
Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2027 Belum Pasti, Menkeu Purbaya Ungkap Status Pembahasannya
Ray tetap menilai pergantian tersebut berlangsung cukup mendadak. Ia juga mengatakan tidak memiliki dasar yang cukup untuk menyimpulkan pergantian Purbaya disebabkan persoalan kinerja, kode etik, atau alasan lainnya.
Sementara itu, Suahasil kini mendapat tugas untuk menjaga kesehatan APBN sekaligus kredibilitas keuangan negara. Ia juga dihadapkan pada penyelesaian APBN 2026 dan pembahasan RAPBN 2027.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : KOMPASTV MADIUN