JAKARTA - Soal TWK CPNS 2026 tidak hanya menguji hafalan materi kebangsaan. Peserta juga dituntut mampu memahami konteks pertanyaan dan memilih jawaban yang paling sesuai. Hal itu terlihat dalam pembahasan sejumlah contoh soal TWK yang disebut memiliki model mirip dengan soal yang muncul pada tes sebelumnya.
Dalam video di channel Primata Faiz, materi TWK dibahas mulai dari Pancasila, UUD NRI 1945, Sumpah Pemuda, organisasi nasional hingga empat pilar negara. Peserta diminta tidak terburu-buru menentukan jawaban karena beberapa pilihan yang tersedia sama-sama terlihat benar.
Salah satu contoh soal membahas pelaksanaan musyawarah yang hanya menguntungkan kelompok tertentu tanpa mempertimbangkan kepentingan bersama. Kondisi tersebut dikaitkan dengan hubungan sila keempat dan sila kelima Pancasila.
Sila keempat berkaitan dengan proses pengambilan keputusan melalui musyawarah. Dalam pembahasan disebutkan bahwa musyawarah tidak boleh dilakukan dengan memaksakan kehendak dan harus diarahkan untuk kepentingan bersama.
Sementara itu, sila kelima berkaitan dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai tersebut antara lain berkaitan dengan sikap adil, keseimbangan hak dan kewajiban, penghormatan terhadap hak orang lain serta upaya mewujudkan kemajuan yang merata.
Dari beberapa pilihan yang diberikan, jawaban yang dipilih adalah munculnya rasa tidak percaya dan ketimpangan sosial karena keputusan tidak berpihak kepada seluruh rakyat.
Pilihan tersebut dinilai paling sesuai karena keputusan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu bertentangan dengan prinsip kepentingan bersama. Peserta pun diingatkan untuk mencari hubungan antara inti pertanyaan dengan pilihan jawaban, bukan sekadar memilih pernyataan yang terdengar positif.
Soal TWK Tidak Cukup Dijawab dengan Hafalan
Contoh lainnya berkaitan dengan nilai Ketuhanan dalam Pancasila. Pertanyaan meminta sikap yang paling tepat dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
Baca Juga: Perubahan APBD 2026 Disepakati, Plt Bupati Tulungagung Arahkan Anggaran pada Prioritas Pembangunan
Pilihan jawaban mencakup melaksanakan ibadah dengan tekun, menjadikan nilai agama sebagai pedoman sekaligus menghormati perbedaan keyakinan, mengutamakan persatuan umat beragama, mendorong penerapan nilai agama dalam kegiatan masyarakat serta menjaga keharmonisan sosial.
Jawaban yang dipilih adalah menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam bersikap sekaligus menghormati perbedaan keyakinan.
Menurut pembahasan, kata kunci soal tersebut berada pada frasa “masyarakat yang majemuk”. Melaksanakan ibadah memang berkaitan dengan nilai Ketuhanan, tetapi pilihan tersebut belum secara langsung menjawab konteks keberagaman masyarakat.
Karena itu, peserta perlu memperhatikan setiap kata dalam pertanyaan. Dalam soal TWK, pilihan yang terlihat benar belum tentu menjadi jawaban paling tepat apabila tidak sesuai dengan konteks yang diminta.
Materi UUD NRI 1945 juga menjadi bagian dari latihan. Salah satu contoh mengangkat Pasal 28I ayat (2) tentang hak setiap orang untuk bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apa pun.
Peserta diminta menentukan pilihan yang menjadi pengecualian. Pilihan yang dianggap menjadi jebakan adalah pernyataan mengenai memperlakukan setiap kelompok secara proporsional.
Pembahasan menjelaskan bahwa perlakuan proporsional dalam konteks pilihan tersebut dapat menunjukkan adanya perbedaan perlakuan antarkelompok. Sementara pilihan lainnya secara lebih jelas menggambarkan perlakuan setara tanpa membedakan latar belakang.
Sumpah Pemuda hingga Organisasi Nasional
Sumpah Pemuda juga disebut menjadi salah satu materi yang perlu dipahami peserta. Dalam contoh soal, peserta diminta menentukan upaya generasi muda yang paling tepat untuk mewujudkan ikrar satu bangsa Indonesia.
Beberapa pilihan terlihat positif, seperti menggunakan produk dalam negeri, mengikuti lomba 17 Agustus, memposting konten positif tentang Indonesia dan melestarikan budaya daerah.
Namun, jawaban yang dipilih adalah menjalin persahabatan lintas daerah tanpa membeda-bedakan asal-usul. Pilihan tersebut dinilai paling dekat dengan gagasan persatuan di tengah keberagaman.
Contoh berikutnya membahas semangat organisasi nasional seperti Budi Utomo, Syarikat Islam dan Indische Partij. Peserta diarahkan memahami latar perjuangan organisasi tersebut sebelum menentukan jawaban.
Dalam soal, terdapat beberapa pilihan yang sama-sama positif. Jawaban yang dipilih adalah menyuarakan aspirasi bangsa secara terorganisir demi kepentingan bersama.
Di penghujung video, materi berlanjut ke empat pilar negara, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Pembahasan tersebut menjadi bagian lanjutan dari latihan TWK yang diberikan kepada peserta.
Dari keseluruhan contoh, pembahasan menekankan pentingnya memahami kata kunci dalam soal. Peserta tidak cukup hanya menghafal materi, tetapi juga perlu mampu menghubungkan nilai, prinsip dan konteks yang ditanyakan sebelum menentukan pilihan.
Editor : Maylanni Diana Fitri