JAKARTA - Soal TIU CPNS 2026 dengan materi perbandingan kuantitatif menjadi salah satu topik yang dibahas dalam persiapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Materi ini mengharuskan peserta membandingkan dua variabel untuk menentukan hubungan nilai, seperti lebih besar, lebih kecil, sama dengan, atau bentuk perbandingan lainnya.
Pembahasan tersebut disampaikan Om Alman melalui channel Sang Tutor. Dalam video bagian ke-51, ia membahas soal TIU dengan topik perbandingan kuantitatif atau membandingkan dua variabel.
Menurut pemaparan dalam video, materi tersebut dapat muncul sekitar tiga sampai empat soal. Karena itu, peserta disarankan memahami konsep dasar dan cara menghitungnya agar tidak menghabiskan terlalu banyak waktu ketika mengerjakan SKD.
Dalam pembahasan kali ini terdapat tujuh soal. Namun, pembahasan yang diberikan secara gratis hanya mencakup tiga soal, sedangkan soal lainnya diperuntukkan bagi peserta yang berlangganan.
Perbandingan Kuantitatif dan Perbandingan Senilai
Soal pertama memberikan kasus mesin percetakan yang mampu mencetak 1.260 lembar brosur dalam waktu 45 menit. Peserta diminta menentukan jumlah brosur yang dapat dicetak dalam waktu 12 menit sebagai variabel A. Sementara variabel B sudah diketahui bernilai 168.
Baca Juga: Bansos September 2026: Lima Bantuan Ini Disebut Masih Berlanjut, Ada Tambahan Beras
Pembahasan menekankan pentingnya memahami hubungan antara waktu dan jumlah produksi. Ketika waktu pengerjaan berkurang, jumlah brosur yang dihasilkan juga berkurang. Kondisi tersebut merupakan perbandingan senilai.
Untuk mencari nilai A, digunakan perbandingan antara 1.260 lembar dalam 45 menit dengan jumlah lembar yang dihasilkan selama 12 menit. Setelah dilakukan penyederhanaan dan perhitungan, diperoleh nilai A sebesar 336.
Nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan B yang sebesar 168. Dari perbandingan keduanya, 336 merupakan dua kali 168. Dengan demikian, hubungan kedua variabel tersebut dapat dilihat dari kelipatannya tanpa harus melakukan pemeriksaan yang panjang terhadap seluruh kemungkinan.
Cara tersebut disebut sebagai salah satu strategi untuk menghemat waktu pengerjaan. Peserta tidak selalu harus menghitung secara panjang apabila hubungan antara dua nilai sudah dapat diketahui dengan cepat.
Substitusi Nilai hingga Menghitung Rata-rata
Soal kedua memberikan variabel X dan Y. Variabel X berupa 8a + b, sedangkan Y berupa 4a - 2b. Diketahui nilai a adalah 3/4 dan b adalah -1/2.
Peserta kemudian diminta memasukkan nilai a dan b ke masing-masing persamaan. Dari perhitungan tersebut diperoleh X sebesar 2 dan Y sebesar 4.
Setelah nilai ditemukan, pembahasan kembali mengingatkan peserta untuk melihat hubungan kedua angka tersebut. Nilai Y sebesar 4 merupakan dua kali nilai X yang sebesar 2. Hubungannya dapat dinyatakan bahwa Y sama dengan dua kali X.
Menurut pembahasan, kebiasaan melihat hubungan antarnilai seperti ini dapat membantu peserta menghemat waktu ketika mengerjakan soal perbandingan kuantitatif.
Soal ketiga berkaitan dengan rata-rata nilai. Variabel B merupakan rata-rata dari nilai 60, 66, 58 dan 64. Setelah seluruh nilai dijumlahkan dan dibagi empat, diperoleh B sebesar 62.
Sementara itu, variabel A berasal dari nilai ulangan seorang siswa, yakni 76, 88, 91 dan 79. Siswa tersebut menginginkan rata-rata lima ulangan sebesar 84. Nilai ulangan kelima menjadi variabel A.
Untuk memperoleh A, jumlah nilai yang dibutuhkan untuk mendapatkan rata-rata 84 dikurangi total empat nilai yang sudah tersedia. Hasil perhitungan menunjukkan nilai A sebesar 86.
Dengan demikian, nilai A adalah 86 dan B sebesar 62. Kedua nilai kemudian dibandingkan sesuai pilihan jawaban yang tersedia. Salah satu perbandingan yang diperiksa adalah 2A dengan 3B.
Hasilnya, 2A bernilai 172, sedangkan 3B bernilai 186. Artinya, 2A lebih kecil daripada 3B.
Dari tiga contoh tersebut, pembahasan menekankan bahwa soal TIU tidak hanya membutuhkan kemampuan berhitung. Peserta juga perlu memahami pola hubungan antarnilai dan memilih metode yang paling efisien.
Strategi tersebut menjadi penting karena waktu pengerjaan tes terbatas. Dengan mengenali perbandingan senilai, melakukan substitusi dengan tepat, serta membandingkan hasil secara langsung, peserta dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan soal.
Editor : Maylanni Diana Fitri