Pola Bilangan SKD, Kenali 5 Model Ini agar Tak Lama Mencari Jawaban

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:12 WIB
Pola bilangan SKD memiliki banyak model, mulai dari perkalian hingga bilangan negatif. Kenali cara membaca pola agar pengerjaan lebih efisien.(pinterest)
Pola bilangan SKD memiliki banyak model, mulai dari perkalian hingga bilangan negatif. Kenali cara membaca pola agar pengerjaan lebih efisien.(pinterest)

JAKARTA - Pola bilangan SKD menjadi salah satu materi yang perlu dipahami peserta seleksi CPNS maupun sekolah kedinasan. Dalam pembahasannya, pola bilangan tidak selalu menggunakan satu operasi hitung. Peserta bisa menemukan pola berupa perkalian, pembagian, penjumlahan, pengurangan, hingga kombinasi operasi dengan bilangan negatif.

Materi tersebut dibahas dalam video pembelajaran di channel Free Fattle Face. Dalam materi persiapan tes, pola bilangan disebut sebagai salah satu materi yang muncul dalam soal-soal SKD. Peserta juga diberikan sejumlah contoh untuk mengenali pola dari deret angka yang berbeda.

Kunci awal mengerjakan soal pola bilangan adalah melihat perubahan angka yang berdekatan. Jika deret bergerak naik, peserta dapat terlebih dahulu mengecek kemungkinan penjumlahan atau perkalian. Sebaliknya, ketika nilainya turun, pola pengurangan atau pembagian bisa menjadi pilihan untuk diperiksa.

Namun, peserta tidak cukup hanya melihat apakah angka naik atau turun. Besarnya perubahan antarang ka juga perlu diperhatikan.

Pada contoh pertama, deret diawali angka 1, 2, 8 dan berlanjut hingga 384 serta 3.840. Perubahan angka yang semakin besar membuat kemungkinan pola penjumlahan menjadi kurang sesuai. Pembahasan kemudian mengarahkan peserta untuk menguji pola perkalian.

Setelah dicoba, pola tersebut dapat divalidasi melalui hubungan antarang ka. Angka 8 dikalikan 6 menghasilkan 48, kemudian 48 dikalikan 8 menghasilkan 384. Dari pengecekan tersebut, peserta diajak melihat bahwa pola tidak selalu harus dicari dengan operasi yang sama secara sederhana dari satu angka ke angka berikutnya.

Ada Pola yang Bisa Ditemukan dengan Melompat

Model kedua menunjukkan deret 16, 21, 32, 63, 64, 189. Pada deret seperti ini, perubahan antarang ka terlihat tidak seragam jika hanya diperiksa melalui penjumlahan.

Baca Juga: Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 6 Dibuka Gus Barra, Persaingan 16 Tim Peserta Kian Sengit

Karena itu, salah satu cara yang digunakan adalah melihat pola dengan melompati angka tertentu. Dari pembahasan tersebut ditemukan hubungan perkalian 2 pada bagian tertentu. Dengan pola itu, 64 dikalikan 2 menghasilkan 128.

Cara melihat pola dengan melompat juga digunakan ketika hubungan angka yang berdekatan belum terlihat jelas. Artinya, peserta perlu mencoba beberapa kemungkinan sebelum menetapkan pola yang dianggap sesuai.

Model berikutnya justru menunjukkan deret yang mengalami penurunan cukup drastis. Dalam kondisi seperti itu, pembagian menjadi salah satu operasi yang perlu diperiksa.

Contohnya menggunakan angka 1.080, 5.400 dan rangkaian angka berikutnya. Pembahasan dilakukan dengan menguji kemungkinan pembagian hingga ditemukan pola yang konsisten. Setelah beberapa pengecekan, deret tersebut mengarah pada pola pembagian 4, kemudian pembagian 3, pembagian 2, dan pembagian 1. Dari pola tersebut, nilai yang dicari adalah 45.

Ada pula model pola bilangan yang dipisahkan menjadi dua deret. Misalnya, sebagian angka membentuk pola penambahan 5, 6, 7, sedangkan bagian lainnya membentuk pola penambahan 3, 4 dan seterusnya. Dengan memisahkan deret, pola yang awalnya terlihat rumit menjadi lebih mudah dibaca.

Model lainnya melibatkan bilangan negatif. Deret 1, -2, -4, 6, -12, -14 menunjukkan penggunaan kombinasi perkalian dan pengurangan. Dalam pembahasan, pola tersebut dapat ditelusuri melalui operasi dikali -2 dan dikurangi 2 secara bergantian.

Beragam contoh itu menunjukkan bahwa soal pola bilangan SKD dapat memiliki bentuk yang berbeda. Peserta tidak disarankan terpaku pada satu jenis operasi ketika mencari jawaban.

Latihan menjadi bagian penting karena semakin sering menemukan variasi deret, semakin cepat peserta mengenali kemungkinan polanya. Selain kemampuan menentukan jawaban, pembahasan juga menekankan pentingnya latihan menggunakan tryout untuk membangun manajemen waktu.

Dengan waktu pengerjaan yang terbatas, peserta perlu membiasakan diri menentukan pola secara efisien. Langkah sederhana seperti memeriksa angka yang berdekatan, mencoba melompati satu angka, serta memisahkan deret menjadi beberapa pola dapat membantu proses pengerjaan menjadi lebih sistematis.

Editor : Maylanni Diana Fitri
pola bilangan SKD soal SKD sekolah kedinasan tes cpns CPNS 2026