JAKARTA - Prediksi soal PPPK 2026 tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam memahami materi, tetapi juga melihat bagaimana seseorang mengambil keputusan ketika menghadapi situasi tertentu. Sejumlah contoh latihan yang dibahas Lili Hernawati menunjukkan bahwa soal situasional dapat berkaitan dengan integritas, pelayanan, kerja sama, kepatuhan, hingga kemampuan menentukan tindakan yang tepat.
Materi yang diprediksi muncul dalam seleksi PPPK 2026 mencakup kompetensi manajerial, sosial-kultural, serta wawancara berbasis CAT. Karena berbentuk situasi sehari-hari, peserta perlu memahami inti persoalan sebelum menentukan pilihan jawaban.
Pada kompetensi manajerial, beberapa aspek yang ditekankan antara lain integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri, kemampuan mengelola perubahan, dan pengambilan keputusan.
Sementara itu, kompetensi sosial-kultural berkaitan dengan kepekaan terhadap keberagaman, hubungan sosial, pentingnya persatuan, serta empati. Untuk bagian wawancara, peserta dapat dihadapkan pada situasi yang mengukur kejujuran, komitmen, keadilan, etika, dan kepatuhan.
Jangan Hanya Melihat Masalah, Cari Tindakan yang Tepat
Salah satu contoh situasi dalam prediksi soal PPPK 2026 menggambarkan seorang anak yang memainkan mobil-mobilan kendali jarak jauh dengan kecepatan tinggi di area bermain. Permainan tersebut hampir mengenai anak lain dan bahkan sempat mengenai kaki seorang anak hingga menangis.
Baca Juga: Beras Premium Mulai Langka, Pemkab Tulungagung Siapkan Operasi Pasar
Orang tua anak tersebut berada di lokasi, tetapi tidak menghentikan permainan. Peserta kemudian diberikan beberapa pilihan tindakan, mulai dari menegur anak secara langsung hingga membiarkannya.
Dalam pembahasan, pilihan yang dianggap paling tepat adalah menyampaikan kepada orang tua mengenai risiko permainan tersebut dan meminta agar anak diarahkan ke tempat yang lebih aman. Pilihan ini dinilai lebih menyelesaikan persoalan karena melibatkan pihak yang bertanggung jawab terhadap anak.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak cukup hanya memilih tindakan yang terlihat cepat. Pertimbangan terhadap akar masalah dan pihak yang memiliki tanggung jawab juga menjadi bagian penting.
Situasi lain berkaitan dengan pekerjaan yang harus diunggah ke sistem internal sebelum tengah malam. Peserta mengalami kendala masuk ke sistem meski koneksi internet dan kata sandi tidak bermasalah. Tim IT biasanya hanya aktif pada jam kerja.
Dalam kondisi seperti ini, peserta diarahkan untuk menghubungi atasan dan pihak IT melalui jalur resmi, sekaligus menyertakan bukti kendala yang dialami. Pilihan tersebut menggambarkan sikap proaktif sekaligus tetap mengikuti prosedur.
Menggunakan akun rekan kerja untuk mengunggah dokumen memang terlihat sebagai jalan keluar cepat, tetapi dapat menimbulkan persoalan karena menggunakan akses orang lain. Menunda pekerjaan juga berisiko membuat batas waktu terlewat.
Integritas Tetap Menjadi Kunci
Contoh lainnya menguji objektivitas. Peserta digambarkan menjadi juri dalam lomba kreativitas antardesa. Salah satu peserta berasal dari desa tempat neneknya tinggal. Hasil karya desa tersebut dinilai bagus, tetapi bukan yang terbaik. Panitia kemudian memberikan isyarat agar hubungan tersebut dipertimbangkan dalam pemberian nilai.
Dalam situasi tersebut, peserta diarahkan untuk memberikan penilaian berdasarkan kriteria yang telah disepakati tanpa mempertimbangkan hubungan pribadi.
Ada pula situasi ketika seseorang harus membayar tiket masuk objek wisata yang dikelola pemerintah daerah. Biaya tiket dianggap cukup mahal dibanding fasilitas yang tersedia. Di sisi lain, ada orang yang menawarkan akses lebih murah melalui jalur tidak resmi tanpa tiket.
Pilihan yang ditekankan adalah tetap membayar melalui jalur resmi, kemudian menyampaikan kritik atau masukan kepada petugas. Pola ini memperlihatkan pentingnya kepatuhan sekaligus keberanian menyampaikan evaluasi melalui saluran yang tepat.
Contoh terakhir berkaitan dengan informasi kecelakaan pesawat yang baru terjadi dan detailnya belum sepenuhnya jelas. Peserta memiliki rencana perjalanan penting pada hari yang sama, sedangkan keluarga meminta agar perjalanan dibatalkan.
Dalam kondisi tersebut, peserta diarahkan untuk tetap mencari informasi keselamatan dari sumber resmi sebelum menentukan tindakan. Artinya, keputusan tidak hanya didasarkan pada kepanikan maupun informasi yang belum pasti.
Dari berbagai contoh tersebut, prediksi soal PPPK 2026 memperlihatkan pola bahwa jawaban tidak selalu berupa tindakan paling cepat. Peserta perlu mempertimbangkan aturan, tanggung jawab, dampak terhadap orang lain, objektivitas, serta cara menyelesaikan masalah secara tepat.
Karena itu, latihan soal situasional sebaiknya tidak hanya berfokus pada menghafalkan pilihan jawaban. Peserta perlu memahami alasan di balik setiap tindakan agar lebih siap ketika menghadapi variasi kasus dengan situasi yang berbeda.
Editor : Maylanni Diana Fitri