Digitalisasi Bansos 2026 Mulai Oktober, 50 Juta Warga Jadi Sasaran

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 15:46 WIB
Digitalisasi bansos 2026 dijadwalkan mulai minggu ketiga Oktober dengan sasaran sekitar 50 juta warga desil 1 hingga desil 5 (Pinterest).
Digitalisasi bansos 2026 dijadwalkan mulai minggu ketiga Oktober dengan sasaran sekitar 50 juta warga desil 1 hingga desil 5 (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Digitalisasi bansos 2026 dijadwalkan mulai bergulir pada minggu ketiga Oktober 2026. Pemerintah menyiapkan sistem baru penyaluran bantuan sosial yang mengarahkan bantuan secara langsung ke rekening bank penerima manfaat.

Program tersebut merupakan langkah percepatan yang dilakukan sesuai arahan Presiden. Sistem baru ini dirancang untuk membuat penyaluran bansos lebih transparan, adil, dan efisien.

Melalui skema digitalisasi tersebut, bantuan sosial tidak lagi diberikan dalam bentuk subsidi produk. Dana akan dikirimkan langsung ke rekening bank milik penerima manfaat.

Program ini menyasar sekitar 50 juta warga yang masuk kategori masyarakat termiskin. Kelompok penerima berada pada rentang desil 1 hingga desil 5.

Pemerintah menyebut sistem transfer langsung tersebut dirancang untuk mengurangi keterlibatan tatap muka dalam proses penyaluran bantuan. Langkah itu diharapkan dapat menekan risiko korupsi sekaligus mengurangi kesalahan dalam data penerima.

Selain persoalan penyaluran, pemerintah juga tengah mengkaji mekanisme pembatasan penggunaan dana bansos. Salah satu opsi yang disebut adalah penerapan kupon digital.

Skema tersebut ditujukan agar dana bantuan digunakan sesuai kebutuhan pokok. Beberapa kebutuhan yang disebut dalam informasi tersebut antara lain pembayaran listrik, pembelian beras, hingga bahan bakar.

Baca Juga: Rapel Gaji Pensiunan 2026 Golongan 3 dan 4, Benarkah Cair Tahap Awal?

Sistem Digital Bansos Sudah Diuji Coba

Persiapan digitalisasi bansos disebut telah berlangsung selama satu tahun. Pemerintah melakukan uji coba atau piloting di berbagai daerah sebagai bagian dari persiapan penerapan sistem baru.

Uji coba tersebut kini disebut telah berkembang hingga mencakup 215 kabupaten. Perluasan piloting menjadi bagian dari proses persiapan sebelum program mulai diterapkan secara lebih luas pada Oktober 2026.

Dengan sistem transfer langsung, pemerintah mengarahkan proses penyaluran agar lebih sederhana dan mengurangi pertemuan langsung antara penerima bantuan dengan pihak yang terlibat dalam distribusi.

Digitalisasi juga diarahkan untuk mengurangi kesalahan data penerima. Dengan sasaran mencapai sekitar 50 juta warga pada desil 1 sampai desil 5, akurasi data menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

Baca Juga: PPG Guru Tertentu Tahap 2 2026, Ini Alur Belajar Mandiri hingga Bisa Daftar UKPPG

Libatkan Masyarakat hingga UMKM

Selain menyiapkan sistem digitalisasi, pemerintah juga menginisiasi gerakan perlindungan sosial. Program tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam upaya penanganan kemiskinan.

Keterlibatan TNI dan Polri juga disebut menjadi bagian dari gerakan tersebut. Pemerintah juga mendorong pendaftaran UMKM dalam rangka mendukung penanganan kemiskinan yang dinilai perlu dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Rangkaian persiapan itu menunjukkan bahwa digitalisasi bansos tidak hanya berkaitan dengan perubahan cara penyaluran dana. Pemerintah juga menyiapkan sejumlah mekanisme pendukung agar bantuan dapat diterima kelompok sasaran dan digunakan untuk kebutuhan yang dituju.

Jika mulai berjalan sesuai jadwal, minggu ketiga Oktober 2026 akan menjadi tahap awal penerapan program digitalisasi bansos tersebut. Penyaluran secara langsung melalui rekening bank menjadi salah satu perubahan utama dibandingkan mekanisme bantuan dalam bentuk subsidi produk.

Pemerintah juga masih mengkaji mekanisme penggunaan dana melalui skema kupon digital. Karena itu, sejumlah detail mengenai pembatasan penggunaan bantuan masih berada dalam tahap pembahasan.

Sementara itu, uji coba yang telah berlangsung selama satu tahun dan mencakup hingga 215 kabupaten menjadi bagian dari persiapan menuju penerapan program. Sasaran utama tetap diarahkan kepada masyarakat termiskin pada desil 1 hingga desil 5.

Program tersebut pada akhirnya diarahkan untuk membuat perlindungan sosial lebih tepat sasaran. Pemerintah menempatkan digitalisasi sebagai salah satu cara untuk memperbaiki proses penyaluran, mengurangi risiko korupsi, serta menekan kesalahan data penerima bantuan.

Baca Juga: Persiapan PPG 2026, 4 Hal Ini Perlu Dicek Guru Sebelum Seleksi Administrasi

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Digitalisasi Bansos 2026 Desil 1-5 bantuan sosial bansos perlindungan sosial