RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Digitalisasi bansos 2026 ditargetkan mulai rollout pada minggu ketiga Oktober. Pemerintah mempercepat persiapan sistem penyaluran bantuan sosial agar bantuan dapat diberikan secara langsung kepada masyarakat melalui rekening bank.
Dalam rapat koordinasi mengenai digitalisasi bansos, disebutkan bahwa Presiden memberikan arahan untuk mempercepat proses tersebut. Pemerintah berharap sekitar 80 persen persiapan sudah selesai ketika rollout dilakukan pada Oktober.
Namun, proses digitalisasi bansos masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama terkait pembagian desil penerima bantuan. Persoalan tersebut dinilai tidak sederhana karena berkaitan dengan ketepatan sasaran penerima.
Meski begitu, kerja bersama berbagai pihak diharapkan dapat mengurangi persoalan yang muncul. Pemerintah berharap saat rollout pada Oktober nanti tidak ada lagi masalah serius yang menghambat pelaksanaan program.
Baca Juga: Rapel Gaji Pensiunan 2026 Golongan 3 dan 4, Benarkah Cair Tahap Awal?
Bantuan Langsung ke Rekening
Salah satu perubahan utama dalam sistem baru ini adalah cara pemberian bantuan. Pemerintah tidak lagi mengandalkan subsidi produk, melainkan mengarahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat melalui rekening bank.
Arahan tersebut diberikan Presiden dalam rangka membangun sistem bantuan sosial yang dinilai lebih transparan dan adil. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat yang berhak menerima bantuan diharapkan mendapatkan bantuan sesuai ketentuan.
Digitalisasi juga ditujukan untuk mengatasi dua persoalan dalam pendataan penerima bantuan, yakni inclusion error dan exclusion error. Inclusion error berkaitan dengan orang yang menerima bantuan meski tidak berhak, sedangkan exclusion error terjadi ketika orang yang berhak justru tidak menerima bantuan.
Dalam sistem yang disiapkan, sekitar 50 juta masyarakat termiskin menjadi sasaran bantuan. Pemerintah ingin memastikan persoalan keadilan dalam penyaluran bantuan dapat menjangkau kelompok masyarakat tersebut.
Disebutkan pula bahwa digitalisasi yang sedang dihitung pemerintah berpotensi menghasilkan penghematan hingga Rp1.200 triliun. Angka tersebut masih dapat berubah atau turun sesuai perhitungan lebih lanjut.
Pemerintah berharap efisiensi tersebut dapat mendukung kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya dalam memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Persiapan PPG 2026, 4 Hal Ini Perlu Dicek Guru Sebelum Seleksi Administrasi
Uji Coba Sudah Mencapai 215 Kabupaten
Persiapan digitalisasi bansos saat ini telah memasuki tahap uji coba. Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa proses piloting sudah dilakukan di 215 kabupaten.
Pemerintah juga mengajak berbagai pihak untuk terlibat dalam gerakan perlindungan sosial atau Perlinsos. Unsur TNI dan Polri serta masyarakat lainnya disebut akan dilibatkan sebagai agen Perlinsos.
Peran agen tersebut antara lain membantu mengecek apakah penerima benar-benar memenuhi ketentuan serta mendukung proses pendaftaran. Selain penerima bantuan, UMKM juga menjadi bagian dari skema pendataan.
Pemerintah menyebut UMKM yang mendaftar nantinya berpeluang mendapatkan insentif yang masih dalam tahap perancangan.
Di sisi lain, pemerintah masih memikirkan mekanisme agar dana bantuan yang masuk ke rekening tidak disalahgunakan. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penggunaan kupon.
Dengan skema tersebut, dana bantuan dapat dibatasi untuk kebutuhan tertentu, seperti pembayaran listrik, pembelian beras, atau bahan bakar. Mekanisme itu masih dalam tahap pemikiran dan belum dijelaskan sebagai ketentuan final.
Digitalisasi bansos diharapkan membuat proses penyaluran semakin transparan sekaligus mengurangi pertemuan langsung antara manusia dengan manusia dalam proses bantuan. Pemerintah menilai pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi potensi korupsi.
Rollout program ditargetkan berlangsung pada minggu ketiga Oktober dengan harapan 80 persen persiapan telah selesai. Pemerintah masih memiliki pekerjaan terkait pendataan desil, mekanisme penggunaan bantuan, serta penguatan sistem di lapangan.
Baca Juga: Digitalisasi Bansos 2026 Mulai Oktober, 50 Juta Warga Jadi Sasaran
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest