Digitalisasi Bansos 2026 Ditargetkan Diluncurkan Oktober, Diuji di 215 Daerah

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 16:05 WIB
Digitalisasi bansos 2026 ditargetkan diluncurkan minggu ketiga Oktober setelah diuji di 215 kabupaten dan kota (Pinterest).
Digitalisasi bansos 2026 ditargetkan diluncurkan minggu ketiga Oktober setelah diuji di 215 kabupaten dan kota (Pinterest).

RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Digitalisasi bansos 2026 ditargetkan mulai diluncurkan pada minggu ketiga Oktober. Melalui sistem baru ini, bantuan sosial akan ditransfer langsung ke rekening penerima manfaat, menggantikan skema bantuan yang sebelumnya diberikan dalam bentuk subsidi barang.

Pemerintah terus mematangkan persiapan sistem tersebut. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Panjaitan menyebut perubahan skema penyaluran bansos merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Presiden juga memberikan arahan kepada komite untuk mempercepat proses persiapan digitalisasi bantuan sosial. Pemerintah menargetkan sekitar 80 persen sistem sudah selesai ketika peluncuran dilakukan pada Oktober.

Namun, persiapan tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan. Salah satunya berkaitan dengan pembagian desil penerima bantuan. Persoalan data tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum sistem digitalisasi diterapkan.

Luhut mengatakan pemerintah berharap berbagai kendala dapat semakin berkurang melalui kerja bersama. Ia juga berharap saat Presiden melakukan rollout pada Oktober, hampir tidak ada persoalan serius yang menghambat penerapan sistem.

Baca Juga: Persiapan PPG 2026, 4 Hal Ini Perlu Dicek Guru Sebelum Seleksi Administrasi

Bantuan Langsung ke Rekening

Perubahan utama dalam digitalisasi bansos 2026 terletak pada mekanisme penyalurannya. Bantuan sosial nantinya diberikan secara langsung ke rekening penerima manfaat.

Artinya, pemerintah tidak lagi memberikan bantuan dalam bentuk subsidi barang. Dana bantuan akan masuk ke rekening penerima sesuai dengan sistem yang sedang dipersiapkan.

Skema tersebut juga disertai pengujian mekanisme kupon digital. Kupon tersebut dirancang dengan nominal tertentu dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang telah ditentukan.

Beberapa kebutuhan yang disebut dalam skema tersebut adalah pembayaran listrik, pembelian beras, hingga bahan bakar. Mekanisme ini dipertimbangkan untuk mencegah penyalahgunaan dana bantuan setelah diterima masyarakat.

Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya mengubah cara bantuan disalurkan. Pemerintah juga menguji mekanisme agar penggunaan bantuan tetap diarahkan untuk kebutuhan yang menjadi sasaran program.

Baca Juga: Digitalisasi Bansos 2026 Mulai Oktober, 50 Juta Warga Jadi Sasaran

Sudah Diuji di 215 Daerah

Sebelum diluncurkan, sistem digitalisasi bantuan sosial telah melalui tahap uji coba. Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa pengujian sudah dilakukan di 215 kabupaten dan kota.

Uji coba menjadi bagian dari persiapan pemerintah untuk memastikan sistem dapat berjalan sebelum diterapkan lebih luas. Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah mengurangi persoalan salah sasaran dalam penyaluran bansos.

Masalah ketepatan penerima menjadi perhatian karena pemerintah masih menghadapi persoalan terkait desil. Karena itu, proses pematangan sistem terus dilakukan menjelang target peluncuran pada minggu ketiga Oktober.

Pemerintah menargetkan 80 persen persiapan telah selesai saat sistem mulai diluncurkan. Target tersebut menjadi bagian dari percepatan yang dilakukan setelah adanya arahan Presiden.

Sistem baru ini pada akhirnya diarahkan untuk membuat penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran. Transfer langsung ke rekening penerima menjadi perubahan utama, sementara skema kupon digital masih dalam tahap pengujian untuk kebutuhan tertentu.

Dengan uji coba yang telah dilakukan di 215 kabupaten dan kota, pemerintah terus memperbaiki sistem sebelum rollout. Persoalan desil dan ketepatan data menjadi bagian yang masih dimatangkan agar pelaksanaan digitalisasi bansos 2026 dapat berjalan sesuai target.

Baca Juga: Digitalisasi Bansos 2026 Mulai Oktober, 50 Juta Warga Akan Terima Bantuan Langsung

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : Pinterest
Digitalisasi Bansos 2026 bantuan sosial bansos Luhut Binsar Panjaitan Prabowo Subianto