THR 2026 Sudah Disalurkan Rp24,7 Triliun, 6 Juta Penerima Masih Ditunggu

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:10 WIB
THR 2026 telah disalurkan Rp24,7 triliun atau 45 persen dari alokasi Rp55 triliun per 10 Maret untuk sekitar 6 juta penerima.(PINTEREST)
THR 2026 telah disalurkan Rp24,7 triliun atau 45 persen dari alokasi Rp55 triliun per 10 Maret untuk sekitar 6 juta penerima.(PINTEREST)

TULUNGAGUNG - Penyaluran THR 2026 telah mencapai Rp24,7 triliun atau sekitar 45 persen dari total alokasi Rp55 triliun per 10 Maret 2026. Pemerintah mencatat sekitar 6 juta penerima yang terdiri dari ASN pusat dan daerah, TNI, serta Polri.

Informasi tersebut disampaikan dalam pemaparan realisasi APBN 2026. Pemerintah mendorong seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah segera menuntaskan pembayaran THR kepada pegawai, ASN, TNI, dan Polri di seluruh Indonesia.

Pemerintah berharap proses pembayaran dapat berlangsung cepat dan selesai sebelum hari raya. Penyaluran THR sendiri disebut telah dimulai sejak pekan sebelumnya pada Maret 2026.

Dengan alokasi Rp55 triliun, realisasi Rp24,7 triliun berarti pembayaran telah mencapai sekitar 45 persen dari anggaran yang disiapkan. Pemerintah kemudian meminta kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah mempercepat proses pembayaran bagi penerima yang belum mendapatkannya.

Dalam pemaparan tersebut juga disampaikan perubahan mekanisme pembayaran tunjangan bagi tenaga pendidik non-PNS. Pembayaran yang sebelumnya dilakukan secara triwulanan diarahkan menjadi bulanan.

Baca Juga: Sertifikasi Guru Jadi Syarat TPG THR 2026, Ada 2 Kriteria Wajib yang Harus Dipenuhi

Perubahan tersebut membuat pembayaran dilakukan setiap bulan. Jika sebelumnya pembayaran triwulanan baru diterima pada Maret, dengan pola bulanan pembayaran dilakukan pada Januari, Februari, dan Maret.

Pemerintah menjelaskan, kondisi tersebut bukan berarti ada pembayaran yang melompat, melainkan merupakan dampak perubahan mekanisme dari pembayaran triwulanan menjadi pembayaran bulanan.

Selain THR, APBN 2026 juga telah membayarkan pensiun sebesar Rp36,6 triliun untuk sekitar 3,7 juta pensiunan.

Belanja barang dalam APBN juga disebut mengalami peningkatan. Salah satu faktor yang disebut mendorong kenaikan tersebut adalah pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Dalam pemaparan disebutkan, belanja untuk MBG pada Januari dan Februari 2026 mencapai sekitar Rp9 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang disebut masih sekitar Rp0,3 triliun.

Secara keseluruhan, belanja barang tanpa memperhitungkan MBG juga disebut meningkat dari Rp18 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp28,6 triliun pada 2026.

Baca Juga: TPG 100% dalam THR 2026: Guru ASN Wajib Cek 3 Syarat Ini, Pencairan Belum Pasti

Untuk penerima MBG, data yang disampaikan hingga 9 Maret 2026 mencapai sekitar 61,6 juta penerima. Program tersebut diselenggarakan melalui lebih dari 25.000 SPPG.

Penerima MBG tidak hanya siswa sekolah. Dalam pemaparan disebut terdapat sekitar 50 juta penerima dari kelompok siswa pada Februari, sedangkan penerima non-siswa mencapai sekitar 10,5 juta. Kelompok non-siswa tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta sejumlah lansia.

Pemerintah menyatakan pelaksanaan program akan terus didorong dengan tata kelola yang baik, efisien, dan didukung ketersediaan anggaran.

Penyaluran anggaran melalui transfer ke daerah hingga akhir Februari juga menjadi bagian dari laporan realisasi APBN. Dalam pemaparan disebutkan transfer ke daerah mencapai Rp147,7 triliun dari alokasi Rp693 triliun pada 2026.

Sebagian besar pencairan tersebut digunakan untuk mendukung pembayaran gaji ASN daerah. Dana transfer ke daerah juga mendukung layanan pendidikan, termasuk bantuan operasional sekolah.

Baca Juga: TPG THR 100 Persen Belum Jelas, DPR Soroti Dana yang Tak Sampai ke Guru

Disebutkan sekitar 42,3 juta siswa menerima bantuan operasional sekolah. Selain itu, terdapat 5,8 juta siswa pendidikan anak usia dini yang menerima bantuan operasional pendidikan PAUD.

Program kesetaraan juga mencakup sekitar 992.000 siswa. Sementara itu, sebanyak 616.000 guru disebut menerima tunjangan melalui skema transfer ke daerah.

Penyaluran pada Februari disebut didorong oleh dana bagi hasil, dana alokasi umum, serta dana alokasi khusus fisik, termasuk relaksasi penyaluran bagi daerah yang terdampak bencana.

Dengan realisasi THR yang telah mencapai Rp24,7 triliun per 10 Maret, pemerintah masih mendorong percepatan pembayaran hingga seluruh penerima memperoleh haknya sebelum hari raya.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
THR 2026 APBN 2026 tni polri kementerian keuangan asn