SKTP September 2026 Dinanti Guru, Muncul Wacana Dekatkan ASN dengan Domisili

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 19:15 WIB
SKTP September 2026 mulai masuk antrean penerbitan. Di sisi lain, penempatan guru jauh dari keluarga kembali disorot karena beban biaya. (Ilustrasi Gemini AI)
SKTP September 2026 mulai masuk antrean penerbitan. Di sisi lain, penempatan guru jauh dari keluarga kembali disorot karena beban biaya. (Ilustrasi Gemini AI)

JAKARTA - SKTP September 2026 masih menjadi perhatian para guru yang menunggu kepastian penerbitan tunjangan profesi.

Di tengah proses tersebut, muncul pula pembahasan mengenai persoalan lain yang dihadapi ASN, terutama guru yang ditempatkan jauh dari keluarga dan domisili.

Dalam video yang beredar, perkembangan SKTP September 2026 disebut telah memasuki tahap penerbitan bagi data guru yang sebelumnya selesai diverifikasi dan dinyatakan valid.

Status tersebut disebut dapat dipantau melalui perkembangan data pada sistem terkait.

Namun, pembahasan kemudian bergeser pada persoalan biaya hidup ASN. Salah satu narasumber dalam video menyoroti beban pengeluaran yang dapat meningkat ketika ASN harus bekerja jauh dari tempat tinggal atau keluarganya.

Baca Juga: PPG Dalam Jabatan 2026, Prasyarat Berubah, Batas TMT Kini Mundur ke 31 Desember 2025

Guru Disebut Banyak Bertugas Jauh dari Rumah

Dalam keterangannya, narasumber menyebut masih menemukan ASN yang harus mengandalkan pinjaman dengan menjaminkan surat keputusan atau SK. Kondisi tersebut, menurut penjelasan dalam video, menjadi gambaran mengenai tekanan pengeluaran yang dirasakan sebagian ASN.

Ia kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan biaya transportasi, makanan, dan tempat tinggal. ASN yang ditempatkan jauh dari keluarga berpotensi memiliki pengeluaran tambahan karena harus menanggung kebutuhan hidup di lebih dari satu tempat.

Persoalan itu juga dikaitkan dengan guru. Dalam video disebutkan bahwa guru SD masih banyak yang bekerja jauh dari rumah. Hal serupa disebut dapat terjadi pada guru SMA yang bertugas lintas kabupaten maupun kepala sekolah yang penempatannya tidak berada di sekitar domisili.

Kondisi tersebut membuat biaya hidup tidak hanya berasal dari kebutuhan sehari-hari, tetapi juga perjalanan untuk bertemu keluarga.

Gagasan Mendekatkan ASN dengan Keluarga

Narasumber kemudian menyampaikan gagasan agar pemerintah dapat membantu mengurangi beban pengeluaran ASN melalui kebijakan penempatan yang lebih dekat dengan domisili.

Menurutnya, ketika peningkatan pendapatan atau kenaikan gaji belum dapat dilakukan, salah satu pendekatan yang bisa dipertimbangkan adalah mengurangi biaya yang harus dikeluarkan ASN.

Biaya transportasi menjadi salah satu contoh. Begitu pula dengan biaya tempat tinggal dan kebutuhan rumah tangga. Jika seorang ASN dapat bekerja lebih dekat dengan keluarganya, kebutuhan untuk menyewa tempat tinggal kedua atau melakukan perjalanan jarak jauh secara rutin berpotensi berkurang.

Narasumber juga menceritakan pengalamannya ketika pernah bertugas jauh dari keluarga. Penempatan di sejumlah wilayah membuat dirinya tidak selalu tinggal satu rumah dengan keluarga. Meski sebagian kebutuhan perjalanan dapat ditanggung negara, tetap terdapat pengeluaran pribadi yang harus dikeluarkan.

Penempatan Guru Jadi Sorotan

Persoalan penempatan guru menjadi bagian penting dalam pembahasan tersebut. Guru yang bertugas di wilayah berbeda dari domisilinya harus mempertimbangkan jarak, transportasi, tempat tinggal, serta waktu perjalanan.

Gagasan mendekatkan ASN dengan keluarga kemudian diharapkan dapat diterapkan tidak hanya pada satu instansi, tetapi juga oleh kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota.

Sementara itu, terkait SKTP September 2026, guru tetap perlu memantau perkembangan melalui Info GTK. Perubahan status pada sistem dapat terjadi setelah proses verifikasi dan validasi selesai.

Dalam video tersebut, status berwarna biru disebut menandakan proses sudah berjalan. Sebagian data bahkan diklaim telah masuk antrean penerbitan SKTP.

Guru yang mengalami kendala login juga diminta memperhatikan mekanisme SSO Dapodik. Pengguna perlu memilih kode autentikasi Dapodik apabila sistem meminta kode verifikasi.

Dengan demikian, dua persoalan yang dibahas dalam video sama-sama berkaitan dengan kesejahteraan guru dan ASN, tetapi berada pada aspek berbeda: satu mengenai proses administrasi tunjangan, sementara lainnya menyangkut beban biaya akibat penempatan kerja yang jauh dari keluarga.

Baca Juga: PPG Dalam Jabatan 2026, Prasyarat Berubah, Batas TMT Kini Mundur ke 31 Desember 2025

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Guru Abad 21
SKTP September 2026 penempatan ASN Info gtk guru asn