SEMARANG - Beasiswa Bank Indonesia 2026 membawa sejumlah perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Program yang kini disebut Program Pendidikan Kebanksentralan tersebut meningkatkan jumlah penerima bantuan pendidikan dari 530 mahasiswa menjadi 610 mahasiswa.
Perubahan Beasiswa Bank Indonesia 2026 tidak hanya terlihat dari jumlah penerima. Bank Indonesia juga menyederhanakan skema bantuan menjadi satu kategori reguler dengan besaran Rp1 juta per bulan. Program ini sekaligus dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia mahasiswa melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas.
Informasi tersebut disampaikan dalam podcast Angkringan Bank Indonesia Jawa Tengah yang menghadirkan Kepala Unit Kehumasan Bank Indonesia Jawa Tengah, Fika Ahmad. Dalam pembahasan tersebut, dijelaskan pula tahapan seleksi, kriteria penilaian, hingga sejumlah tips bagi mahasiswa yang ingin menjadi penerima bantuan pendidikan dan bergabung dengan Generasi Baru Indonesia (GenBI).
Baca Juga: Beasiswa Bank Indonesia 2026 Buka 610 Kuota, Ini 3 Tahap Seleksinya
Jumlah Penerima Naik Menjadi 610 Mahasiswa
Pada tahun sebelumnya, penerima bantuan pendidikan Bank Indonesia tercatat sebanyak 530 mahasiswa. Tahun ini jumlah tersebut meningkat menjadi 610 mahasiswa.
Namun, terdapat perubahan dalam kategori penerima. Jika sebelumnya terdapat program reguler dan unggulan, tahun ini skema tersebut disederhanakan. Seluruh penerima mendapatkan manfaat yang sama, yakni bantuan pendidikan sebesar Rp1 juta setiap bulan.
Prioritas program diberikan kepada delapan perguruan tinggi di Jawa Tengah. Penentuan prioritas tersebut mempertimbangkan keterlibatan perguruan tinggi dalam penguatan literasi kebanksentralan.
Beberapa indikator yang diperhatikan antara lain ketersediaan dosen atau mata kuliah yang berkaitan dengan kebanksentralan, referensi perpustakaan, hingga kemauan perguruan tinggi dalam mendukung kegiatan seperti seminar dan kerja sama terkait kebijakan Bank Indonesia.
Tiga Tahap Seleksi Beasiswa Bank Indonesia 2026
Mahasiswa yang ingin mendapatkan bantuan pendidikan harus melewati tiga tahapan seleksi. Tahap pertama adalah seleksi administrasi, kemudian psikotes, dan terakhir wawancara.
Pada tahap administrasi, kelengkapan berkas bukan satu-satunya hal yang diperhatikan. Prestasi mahasiswa serta aktivitas organisasi juga menjadi bagian dari penilaian.
Mahasiswa perlu menjelaskan secara rinci pengalaman organisasi yang dimiliki. Durasi keterlibatan, posisi dalam organisasi, serta kontribusi selama menjalankan kegiatan menjadi pertimbangan dalam penilaian.
Prestasi juga memiliki bobot tersendiri. Prestasi pada tingkat nasional maupun internasional dapat menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.
Selain itu, terdapat penilaian melalui SLIK OJK. Aspek tersebut digunakan untuk melihat bagaimana mahasiswa mengelola keuangan. Karena itu, peserta disarankan memahami kondisi dan perilaku pengelolaan keuangan pribadinya.
Psikotes dan Wawancara Jadi Penentu Berikutnya
Setelah lolos administrasi, peserta mengikuti psikotes. Tahapan ini tidak bertujuan mencari jawaban benar atau salah, melainkan untuk melihat karakter serta sejumlah kemampuan peserta.
Aspek yang ingin digali antara lain daya tahan, agility, kemampuan beradaptasi, dan karakter yang dinilai relevan dengan aktivitas GenBI.
Tahap terakhir adalah wawancara. Pada tahap ini, peserta akan ditanya mengenai Bank Indonesia, kebijakan yang dijalankan, serta motivasi dan rencana kontribusi setelah menjadi bagian dari GenBI.
Peserta juga perlu memastikan jawaban wawancara konsisten dengan informasi yang ditulis dalam dokumen administrasi. Pengalaman organisasi maupun prestasi yang dicantumkan dapat digali lebih jauh oleh pewawancara.
Wawancara juga melibatkan psikolog untuk memberikan penilaian yang lebih komprehensif. Karena itu, peserta diminta menjawab pertanyaan secara jujur dan menunjukkan integritas.
Bukan Sekadar Bantuan Pendidikan
Program Pendidikan Kebanksentralan tidak hanya berorientasi pada bantuan finansial. Setelah diterima, mahasiswa akan menjadi bagian dari komunitas Generasi Baru Indonesia atau GenBI.
Mahasiswa berkesempatan mengikuti capacity building, seminar, kegiatan literasi, hingga berbagai kegiatan Bank Indonesia. Dalam kesempatan tertentu, mahasiswa juga dapat dilibatkan dalam kegiatan tingkat nasional maupun internasional.
Karena itu, peserta diharapkan tidak hanya mengejar bantuan Rp1 juta per bulan, tetapi juga memiliki kemauan untuk aktif dan berkontribusi selama menjadi bagian dari GenBI.
Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut, informasi mengenai persyaratan dan proses pendaftaran dapat dipantau melalui kanal resmi Bank Indonesia Jawa Tengah serta laman Lentera BI Jateng. Peserta juga dianjurkan mempelajari profil dan kebijakan Bank Indonesia sebelum mengikuti wawancara agar lebih siap menjawab pertanyaan dasar mengenai lembaga tersebut.
Baca Juga: Beasiswa Bank Indonesia 2026 Buka 610 Kuota, Ini 3 Tahap Seleksinya
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Bank Indonesia Jateng