JAKARTA - Kabar pencairan bantuan sosial kembali muncul pada 23 September 2026.
PKH validasi, Program Indonesia Pintar (PIP), hingga BPNT susulan tahap 3 dilaporkan sudah masuk ke sejumlah Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Bukti transaksi yang beredar menunjukkan pencairan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah bank penyalur, sehingga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang belum menerima dana masih perlu memeriksa saldo dan status datanya secara berkala.
Informasi tersebut disampaikan melalui video YouTube yang memperlihatkan sejumlah bukti pengecekan saldo dan transaksi pencairan. Dalam laporan itu, pencairan terjadi pada beberapa jenis bantuan dengan waktu transaksi yang berbeda pada 23 September 2026.
Baca Juga: KKS Merah Putih Disorot, Benarkah PT Pos Tak Lagi Salurkan Bansos ? Ini Faktanya
PKH Validasi Masuk KKS BRI Lama
Salah satu bukti yang ditampilkan berkaitan dengan PKH validasi melalui KKS Bank BRI keluaran 2018. Dalam video disebutkan, pencairan masih berlangsung secara bertahap dan KPM pemilik kartu tersebut disarankan melakukan pengecekan saldo.
Penerima yang sebelumnya hanya mendapatkan BPNT sebesar Rp600.000 disebut telah terdaftar sebagai penerima PKH karena memiliki komponen yang sesuai, seperti anak usia sekolah atau lansia.
Dalam salah satu bukti transaksi, saldo yang terlihat mencapai Rp1.789.000 dan disebut telah ditarik tunai. Video tersebut memperkirakan saldo sebelumnya berada di sekitar Rp1.800.000. Transaksi tercatat pada 23 September 2026 sekitar pukul 06.46.
Wilayah penerima pada bukti KKS BRI tersebut tidak disebutkan secara spesifik. Karena itu, informasi tersebut lebih tepat dipandang sebagai contoh pencairan yang terjadi pada salah satu KPM, bukan bukti bahwa seluruh penerima di Indonesia sudah mendapatkan dana pada waktu yang sama.
Pola pencairan bertahap juga sejalan dengan laporan media mengenai penyaluran bansos yang masih berlangsung dan tidak diterima serentak oleh seluruh KPM.
PIP Rp450 Ribu Masuk untuk Siswa SD
Selain PKH validasi, terdapat pula laporan pencairan Program Indonesia Pintar atau PIP. Dana disebut masuk melalui Bank BRI pada 23 September 2026 sekitar pukul 13.49.
Dalam bukti yang ditampilkan, penerima telah menarik tunai sebesar Rp450.000. Bantuan tersebut disebut untuk siswa jenjang sekolah dasar di wilayah Mundu.
KPM yang sebelumnya telah melakukan aktivasi PIP disarankan kembali memeriksa saldo rekening. Namun, pencairan setiap penerima tetap bergantung pada status dan proses penyaluran masing-masing.
BPNT Susulan Tahap 3 di Jawa Timur
Bukti berikutnya datang dari BPNT susulan tahap 3 melalui KKS Bank BNI. Dalam video disebutkan penerima berada di wilayah Purwoharjo, Jawa Timur.
Transaksi tercatat pada 23 September 2026 sekitar pukul 10.17. Dana yang disebut telah ditarik tunai mencapai Rp595.000.
Perbedaan nominal yang diterima dengan angka bantuan yang disebut dalam video tidak otomatis berarti seluruh penerima memperoleh jumlah yang sama. Kondisi rekening, mekanisme penyaluran, serta transaksi pada masing-masing KPM perlu diperhatikan.
KPM Perlu Cek Status Data
Bagi KPM yang belum menerima pencairan, video tersebut mengingatkan pentingnya memeriksa status data penerima. Istilah seperti “exclude” tidak seharusnya langsung dianggap sebagai kepastian bahwa bantuan selamanya tidak akan cair.
Menjelang penyaluran bansos berikutnya, perubahan data kependudukan juga perlu diperhatikan. Sejumlah laporan pada September 2026 menyebut perubahan alamat, struktur Kartu Keluarga, maupun data kependudukan dapat membuat proses verifikasi membutuhkan waktu lebih lama.
Dengan adanya bukti pencairan pada 23 September, KPM dapat menjadikan informasi tersebut sebagai alasan untuk mengecek saldo dan status bantuan masing-masing. Namun, pencairan tetap tidak dapat disamaratakan karena proses penyaluran dilakukan bertahap.
Baca Juga: KKS Merah Putih Disorot, Benarkah PT Pos Tak Lagi Salurkan Bansos ? Ini Faktanya
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Arfan Saputra Channel