JAKARTA - TKA SMP 2026 bukan sekadar menguji kemampuan siswa dalam menghitung.
Sejumlah soal matematika justru menuntut ketelitian membaca informasi, memahami konsep dan memilih langkah yang tepat. Dalam pembahasan Mantapu Akademi, terdapat beberapa pola soal yang memiliki jebakan sederhana, mulai dari bentuk akar hingga garis bilangan.
Baca Juga: TKA SMA 2026, 8 Soal Prediksi Dibahas, Ada Trik Fungsi hingga Volume Kotak
Jangan Langsung Menjumlahkan Bilangan di Dalam Akar
Pada soal √72 + 2√50 - √18, siswa tidak bisa langsung menjumlahkan 72, 50 dan 18. Bentuk akar harus disederhanakan terlebih dahulu hingga memiliki akar yang sama.
√72 dapat diubah menjadi √36 × √2 atau 6√2. Kemudian √50 menjadi √25 × √2 sehingga 2√50 bernilai 10√2. Sementara √18 berubah menjadi 3√2.
Setelah semuanya memiliki bentuk √2, barulah koefisiennya dihitung. Hasilnya adalah 6 + 10 - 3 = 13, sehingga jawaban akhirnya 13√2.
Kesalahan utama dalam soal seperti ini bukan terletak pada operasi hitung, tetapi pada pemahaman konsep bentuk akar.
Soal Pola Bisa Menjebak Jika Tidak Mencari Rumus
Pada soal pola persegi, siswa diminta mencari selisih jumlah persegi hitam dan putih pada pola kedelapan.
Persegi hitam membentuk pola kuadrat. Pola pertama memiliki 1 × 1, pola kedua 2 × 2 dan seterusnya. Karena itu, pola kedelapan menghasilkan 8 × 8 = 64 persegi hitam.
Untuk persegi putih, polanya adalah 3, 5, 7 dan seterusnya. Pola tersebut dapat dinyatakan dengan 2n + 1. Jika n = 8, jumlahnya menjadi 17.
Karena yang ditanyakan adalah selisih, angka tersebut tidak dijumlahkan. Perhitungannya adalah 64 - 17 sehingga diperoleh 47.
Geometri Punya Cara Cepat
Pada soal geometri, diketahui sudut A sebesar 32 derajat dan sudut B sebesar 18 derajat. Peserta diminta mencari sudut C.
Cara pertama menggunakan garis sejajar, sudut bersesuaian, sudut berpelurus dan jumlah sudut segitiga. Sudut pelurus dari 32 derajat adalah 148 derajat. Selanjutnya 180 - 148 - 18 menghasilkan 14 derajat.
Namun, terdapat cara yang lebih singkat. Sudut luar segitiga sebesar 32 derajat merupakan jumlah sudut B dan C. Karena B bernilai 18 derajat, maka C = 32 - 18 = 14 derajat.
Memahami sifat sudut dapat membuat proses pengerjaan lebih singkat tanpa mengorbankan ketepatan.
Fungsi Menguji Ketelitian Substitusi
Soal fungsi memberikan informasi f(x) = px + q, f(-3) = -12 dan f(5) = 4. Dari substitusi kedua nilai tersebut, terbentuk dua persamaan.
Hasil eliminasi menghasilkan p = 2 dan q = -6. Fungsi akhirnya adalah f(x) = 2x - 6.
Peserta kemudian harus memeriksa beberapa pernyataan. Misalnya, pernyataan p = 2 benar, sedangkan q = 6 salah karena nilai sebenarnya -6. Fungsi f(x) = 2x - 6 benar. Saat x = -7, hasil fungsi adalah -20 sehingga pernyataan tersebut juga benar.
Model ini menunjukkan pentingnya memeriksa seluruh opsi, terutama karena bentuk soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar.
Waspadai Tanda Negatif pada Pertidaksamaan
Jebakan lainnya muncul pada pertidaksamaan. Saat kedua ruas dibagi dengan bilangan negatif, tanda pertidaksamaan wajib dibalik.
Dalam contoh yang dibahas, penyelesaian menghasilkan x ≥ -7. Artinya, angka -7 termasuk dalam daerah penyelesaian karena terdapat tanda sama dengan.
Pada garis bilangan, -7 ditandai dengan titik penuh dan arsiran bergerak ke arah kanan. Titik kosong berarti angka tersebut tidak termasuk dalam himpunan penyelesaian.
Selain itu, soal cerita juga perlu dicermati. Pada kasus sawah dengan keliling 88 meter dan panjang 12 meter lebih besar dari lebar, diperoleh lebar 16 meter dan panjang 28 meter. Luasnya kemudian 448 meter persegi.
Berbagai contoh tersebut memperlihatkan bahwa TKA SMP 2026 membutuhkan kombinasi kemampuan berhitung dan ketelitian. Memahami alasan di balik setiap langkah menjadi penting agar siswa tidak sekadar mengejar jawaban, tetapi mampu mengenali pola soal ketika bentuk pertanyaannya diubah.
Baca Juga: TKA SMA 2026, 8 Soal Prediksi Dibahas, Ada Trik Fungsi hingga Volume Kotak
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Mantappu Academy by Jerome Polin