JAKARTA - Info GTK terbaru menghadirkan tampilan yang secara khusus menampilkan informasi realisasi pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG).
Fitur tersebut menjadi perhatian guru karena dapat digunakan untuk memantau status pembayaran, hasil verifikasi data, hingga informasi yang bersumber dari Dapodik. Dalam video yang menjadi bahan informasi, fitur ini disebut masih dalam tahap uji coba sehingga tampilan maupun kelengkapan menunya dapat mengalami perubahan.
Pembaruan Info GTK tersebut memberikan akses yang lebih terarah bagi guru untuk melihat perkembangan administrasi tunjangan. Guru dapat masuk menggunakan akun Info GTK yang selama ini digunakan, kemudian mengecek sejumlah menu yang berkaitan dengan realisasi pembayaran TPG.
Baca Juga: Perluas Jaringan Kendaraan Listrik, OMOWAY Buka Dealer di Tulungagung
Ada Menu Khusus Realisasi Pembayaran TPG
Dalam tampilan yang diperlihatkan pada video, Info GTK versi baru tidak menampilkan seluruh informasi seperti halaman Info GTK pada umumnya. Fokus tampilan tersebut berada pada informasi realisasi pembayaran TPG.
Guru dapat memilih menu realisasi pembayaran untuk melihat informasi berdasarkan periode pembayaran. Tampilan pada komputer dan ponsel dapat berbeda karena menyesuaikan perangkat yang digunakan.
Kehadiran menu tersebut sejalan dengan informasi resmi Kemendikdasmen yang menyebutkan bahwa realisasi pembayaran TPG pada 2026 dilakukan setiap bulan berdasarkan SKTP yang ditampilkan pada Info GTK. Guru juga dianjurkan melakukan pengecekan berkala untuk memperoleh informasi terbaru mengenai status pembayaran.
Namun, munculnya fitur realisasi pembayaran tidak otomatis berarti TPG sudah cair. Status valid, SKTP terbit, dan realisasi dana merupakan tahapan yang perlu dibedakan.
Hasil Verifikasi Data Perlu Diperhatikan
Selain informasi pembayaran, tampilan baru tersebut menyediakan menu hasil verifikasi. Bagian ini digunakan untuk melihat apakah data guru telah dinyatakan valid atau masih terdapat persoalan yang perlu diperbaiki.
Salah satu informasi yang dapat diperiksa adalah pemenuhan jam mengajar. Guru dapat membuka detail untuk mengetahui data yang menjadi dasar proses verifikasi.
Jika terdapat data yang belum valid, guru perlu menelusuri sumber masalahnya. Kemendikdasmen menjelaskan bahwa Info GTK mengambil data dari Dapodik dan sejumlah sumber data lain yang terintegrasi. Karena itu, ketidaksesuaian data dapat ditindaklanjuti melalui operator sekolah sesuai sumber data yang bermasalah.
Guru juga perlu memastikan data telah diperbarui sesuai kondisi sebenarnya. Pada mekanisme 2026, perubahan data sebelum batas sinkronisasi bulanan dapat memengaruhi data yang terbaca dalam siklus validasi berikutnya.
Resume Data Dapodik Bisa Dibuka
Fitur lainnya adalah menu resume yang menampilkan sejumlah informasi berdasarkan data Dapodik. Dari tampilan yang diperlihatkan, guru dapat membuka detail data pendidikan, penugasan, kepegawaian, serta jam mengajar.
Ada pula informasi lain seperti rombel, referensi data ASN, verval ijazah, hingga jumlah siswa dalam rombel. Beberapa bagian dapat diklik untuk melihat rincian data.
Fitur tersebut dapat dimanfaatkan guru untuk melakukan pengecekan sebelum menindaklanjuti persoalan administrasi. Jika ditemukan ketidaksesuaian, perbaikannya tetap perlu dilakukan melalui sumber data yang berwenang, bukan sekadar mengubah informasi pada tampilan Info GTK.
Fitur Baru Masih Perlu Dipantau
Video yang menjadi sumber informasi menekankan bahwa tampilan Info GTK baru tersebut masih dalam tahap uji coba. Artinya, guru sebaiknya tidak menjadikan tampilan pada satu akun sebagai patokan bahwa seluruh pengguna akan memperoleh menu dan informasi yang sama.
Yang terpenting, guru dapat memanfaatkan Info GTK untuk memantau validitas data, status SKTP, dan perkembangan realisasi TPG. Jika terdapat persoalan, koordinasi dengan operator sekolah atau Dinas Pendidikan dapat dilakukan sesuai jenis data yang bermasalah.
Dengan demikian, pembaruan Info GTK menjadi salah satu sarana pemantauan administrasi TPG. Guru tetap perlu membedakan antara data valid, penerbitan SKTP, dan realisasi pembayaran agar tidak keliru mengartikan status yang muncul di sistem.
Baca Juga: Perluas Jaringan Kendaraan Listrik, OMOWAY Buka Dealer di Tulungagung
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Ilmu Komputer dan Pendidikan