JAKARTA - PIP 2026 memasuki tahapan sosialisasi pengusulan siswa melalui aplikasi pengusulan PIP. Menu pengusulan sekolah di SIPINTAR sempat dapat dibuka pada 5 Oktober 2026, tetapi kemudian tidak bisa diakses karena masih digunakan dalam agenda sosialisasi dan bimbingan teknis.
Dalam sosialisasi tersebut, tim pengembang juga menjelaskan mekanisme baru target sasaran, data cutoff, hingga warna status siswa yang dapat diusulkan.
Baca Juga: SMAN 1 Situbondo Lolos Grand Final Surabaya, Jaga Sportivitas dan Suporter Meriah
Menu Pengusulan PIP Masih dalam Tahap Sosialisasi
Informasi tersebut disampaikan dalam sebuah video yang membahas perkembangan aplikasi pengusulan PIP 2026. Dijelaskan bahwa pemerintah sedang melakukan sosialisasi pengusulan PIP untuk berbagai jenjang pendidikan.
Sosialisasi dilakukan melalui Zoom dan membahas proses input usulan menggunakan aplikasi pengusulan PIP. Salah satu agenda yang telah berlangsung adalah sosialisasi untuk jenjang SMP pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Sebelumnya, menu pengusulan sekolah sempat terbuka pada 5 Oktober 2026. Saat menu tersebut dapat diakses, sekolah sudah bisa melihat data siswa, termasuk data valid, tidak valid, serta siswa yang masuk dalam desil 1 sampai 4.
Namun, akses tersebut hanya berlangsung sementara. Setelah memasuki sekitar pukul 08.00, menu pengusulan tidak lagi dapat digunakan. Kondisi itu bukan berarti aplikasi mengalami gangguan, melainkan karena sistem masih digunakan dalam proses sosialisasi.
Target Sasaran Kini Langsung ke Sekolah
Dalam pemaparan tim pengembang aplikasi, terdapat perubahan penting pada mekanisme PIP 2026. Jika sebelumnya kuota didistribusikan kepada kabupaten atau kota, kini target sasaran langsung melekat pada satuan pendidikan.
Kabupaten atau kota nantinya tidak mendapatkan kuota terlebih dahulu. Ada mekanisme tersendiri bagi dinas untuk menarik target sasaran dari sekolah.
Istilah yang digunakan juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya dikenal sebagai kuota, pada sistem baru digunakan istilah target sasaran.
Target sasaran tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelas berjalan dan kelas awal. Pada semester pertama, kelas awal mencakup siswa kelas 7 untuk SMP, sedangkan kelas berjalan mencakup kelas 8 dan 9.
Sementara pada jenjang SD, kelas awal merupakan siswa kelas 1 dan kelas berjalan mencakup kelas 2 hingga kelas 6.
Data Siswa Menggunakan Cutoff 31 Agustus 2026
Perubahan lain yang perlu diperhatikan sekolah berkaitan dengan data siswa. Sistem pengusulan menggunakan data cutoff per 31 Agustus 2026.
Artinya, apabila terdapat siswa yang sebelumnya tidak dapat diusulkan karena NIK invalid atau terindikasi duplikat, kemudian datanya diperbaiki setelah tanggal cutoff, perubahan tersebut tidak langsung masuk ke aplikasi pengusulan pada fase berjalan.
Siswa tersebut baru berpeluang diusulkan pada fase berikutnya.
Dalam aplikasi, sekolah juga akan menemukan beberapa warna status siswa. Baris putih menunjukkan siswa yang dapat dipilih untuk diusulkan. Setelah usulan tersimpan, baris berubah menjadi kuning.
Sementara warna merah menandakan siswa tidak dapat diusulkan karena tidak lolos proses kurasi. Warna ungu menunjukkan siswa telah diusulkan melalui akun lain.
Untuk saat ini, sekolah diminta memahami terlebih dahulu mekanisme menu pengusulan sembari menunggu panduan resmi dan pembukaan akses berikutnya. Berdasarkan informasi dalam video, menu tersebut diperkirakan dapat kembali digunakan setelah tahapan sosialisasi selesai.
Baca Juga: SMAN 1 Situbondo Lolos Grand Final Surabaya, Jaga Sportivitas dan Suporter Meriah
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Harist Fauzi