JAKARTA - KIP Kuliah 2026 masih menjadi salah satu program yang diburu calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Sebelum membuat akun, pendaftar disarankan mengecek posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kelompok desil 1 hingga 4 menjadi prioritas dari sisi kondisi ekonomi, sementara calon mahasiswa di luar kelompok tersebut tetap dapat dipertimbangkan jika memenuhi bukti ketidakmampuan ekonomi sesuai aturan.
Baca Juga: Senin Legi 2027 Diramal Jadi Tahun Perubahan, Rezeki dan Karier Mulai Terbuka
Cek Desil Sebelum Daftar
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan berbagai variabel sosial ekonomi. DTSEN membaginya menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga desil 10 dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Cek Bansos
Untuk KIP Kuliah 2026, calon penerima yang berada maksimal pada desil 4 menjadi kelompok prioritas. Meski demikian, status desil bukan satu-satunya syarat penerimaan. Calon mahasiswa tetap harus memenuhi ketentuan akademik, diterima di perguruan tinggi, serta menjalani proses verifikasi dan validasi. detikcom
Pengecekan desil dapat dilakukan melalui laman resmi DTSEN. Calon mahasiswa perlu menyiapkan NIK yang sesuai dengan dokumen kependudukan. Setelah masuk ke layanan pengecekan, pendaftar mengikuti petunjuk untuk memasukkan NIK, kode keamanan, tanggal lahir jika diminta, dan melanjutkan proses pencarian data.
Jika data yang muncul tidak sesuai kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mengajukan pembaruan. Kemensos menjelaskan bahwa desil bersifat dinamis dan dapat diperbarui melalui mekanisme yang tersedia. Cek Bansos
Cara Daftar KIP Kuliah 2026
Setelah mengetahui status desil, calon mahasiswa dapat melanjutkan pendaftaran akun KIP Kuliah. Berdasarkan laman resmi KIP Kuliah, pendaftaran akun siswa 2026 dibuka pada 3 Februari dan ditutup 31 Oktober 2026. Kip Kuliah
Pendaftaran dilakukan menggunakan NIK, NISN, NPSN, serta alamat email aktif. Data tersebut kemudian divalidasi oleh sistem. Jika proses validasi berhasil, calon mahasiswa akan memperoleh nomor pendaftaran dan kode akses melalui email.
Kode akses tersebut digunakan untuk masuk ke sistem KIP Kuliah dan melanjutkan proses pendaftaran. Pendaftar kemudian memilih jalur seleksi yang akan diikuti, seperti SNBP, UTBK-SNBT, atau seleksi mandiri.
Untuk jalur nasional, KIP Kuliah telah terintegrasi dengan proses seleksi SNPMB. Laman resmi KIP Kuliah mencatat bahwa pilihan perguruan tinggi dan program studi untuk SNBP diperoleh melalui sinkronisasi dengan sistem SNPMB. Kip Kuliah
Jangan Anggap Desil sebagai Jaminan Lolos
Hal yang perlu dipahami calon mahasiswa adalah desil 1 sampai 4 bukan jaminan otomatis mendapatkan KIP Kuliah. Status tersebut menjadi bagian dari pertimbangan kondisi ekonomi, sedangkan penerima tetap harus memenuhi seluruh persyaratan program dan lolos seleksi perguruan tinggi.
Pada 2026, pemerintah juga mencatat puluhan ribu pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNBP dan memenuhi syarat untuk proses penerimaan. Data resmi Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan menyebut 33.045 peserta memenuhi syarat sebagai penerima KIP Kuliah dari 64.471 pendaftar yang lolos SNBP. Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan
Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya tidak menunda pengecekan DTSEN. Memastikan data NIK, NISN, NPSN, email, serta kondisi ekonomi sejak awal dapat membantu menghindari kendala ketika proses pendaftaran KIP Kuliah 2026 berlangsung.
Baca Juga: Senin Legi 2027 Diramal Jadi Tahun Perubahan, Rezeki dan Karier Mulai Terbuka
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : kompas.com