JAKARTA - Cara mengusulkan PIP 2026 melalui web SIPintar mulai menjadi perhatian operator sekolah setelah menu pengusulan sekolah tersedia untuk dipelajari.
Meski demikian, per 9 Oktober 2026, proses pengusulan belum dapat dieksekusi karena target sasaran di sekolah yang ditampilkan dalam video masih nol. Sekolah sudah bisa mempelajari kuota, memeriksa validitas data siswa, menyusun skala prioritas penerima, hingga memahami prosedur pengusulan Program Indonesia Pintar (PIP).
Informasi tersebut disampaikan Nurul Hadi Pauji melalui kanal YouTube Ngapakia dalam video yang membahas mekanisme pengusulan PIP terbaru. Penjelasan ini penting bagi operator sekolah agar dapat mempersiapkan data dan menentukan calon penerima secara tepat ketika sistem sudah mengaktifkan pengusulan.
Baca Juga: 8 Cara Merawat Murai Batu Cepat Gacor, Pemula Wajib Tahu!
Cara Mengecek Kuota PIP 2026 di SIPintar
Langkah pertama yang perlu dilakukan operator sekolah adalah masuk ke web SIPintar, kemudian membuka menu pengusulan sekolah. Setelah menyetujui ketentuan yang muncul, pengguna dapat melihat informasi target sasaran, jumlah yang sudah dipakai, serta sisa target sasaran.
Target sasaran merupakan batas maksimal jumlah siswa yang dapat diusulkan oleh satuan pendidikan. Sementara itu, jumlah yang dipakai menunjukkan kuota yang telah digunakan, sedangkan sisa target sasaran memperlihatkan kuota yang belum terpakai.
Namun, dalam demonstrasi pada 9 Oktober 2026, ketiga angka tersebut masih menunjukkan nol. Kondisi itu menandakan bahwa pengusulan belum dapat dilakukan melalui akun sekolah yang ditampilkan. Operator perlu menunggu hingga target sasaran diaktifkan dan kuota tersedia.
Memahami Status Validitas dan Warna Siswa
Selain kuota, operator perlu memeriksa data siswa yang tersedia pada menu pengusulan. Dalam contoh yang ditampilkan, terdapat 112 siswa, terdiri atas 91 siswa berstatus valid dan 21 siswa tidak valid.
Status tersebut menentukan apakah siswa dapat dipertimbangkan sebagai calon penerima PIP. Sistem menggunakan penanda warna untuk membantu sekolah membaca kondisi setiap siswa.
Warna merah menunjukkan data siswa tidak valid sehingga siswa tidak dapat diusulkan. Warna kuning menandakan siswa sedang dalam proses pengusulan dan pengajuan masih dapat dibatalkan. Warna ungu berarti siswa sedang diusulkan oleh pengguna lain, sedangkan warna hijau menunjukkan siswa telah ditetapkan dalam surat keputusan (SK) dan tidak dapat diusulkan kembali melalui mekanisme tersebut pada tahun berjalan.
Adapun penanda putih menunjukkan siswa dapat diusulkan. Operator harus memeriksa status ini sebelum menentukan calon penerima agar tidak salah memilih siswa.
Desil 1 sampai 4 Menjadi Prioritas
Dari 91 siswa yang berstatus valid dalam simulasi tersebut, sebanyak 80 siswa tercatat berada pada desil 1 sampai 4. Kelompok ini menjadi prioritas pengusulan PIP.
Meski begitu, siswa di luar desil 1 sampai 4 masih dapat dipertimbangkan apabila benar-benar membutuhkan bantuan dan kuota masih tersedia. Karena itu, sekolah tidak cukup hanya mengandalkan angka desil, tetapi juga perlu melakukan verifikasi terhadap kondisi nyata siswa.
Operator dapat menggunakan fitur penyaringan berdasarkan desil untuk menemukan calon penerima. Data siswa yang valid juga bisa diunduh, kemudian diurutkan berdasarkan desil melalui aplikasi pengolah angka untuk mempermudah penyusunan daftar prioritas.
Sekolah Perlu Menentukan Calon Penerima Bersama
Setelah mengetahui kuota, sekolah perlu memverifikasi calon penerima bersama kepala sekolah dan komite sekolah. Penentuan dilakukan berdasarkan prioritas serta kondisi siswa di lapangan.
Pada tahap pengusulan, operator memilih nama siswa, memeriksa kriteria yang sesuai, seperti status yatim atau kondisi rentan putus sekolah apabila relevan, kemudian menekan tombol usulkan. Pengisian kriteria harus berdasarkan keadaan sebenarnya, bukan sekadar untuk memenuhi persyaratan administratif.
Nurul mencontohkan, jika sekolah memperoleh kuota 30 siswa, penentuan penerima perlu dilakukan secara cermat dari daftar siswa valid yang tersedia. Siswa dengan desil lebih tinggi tetap dapat diprioritaskan apabila memiliki kebutuhan mendesak, sepanjang sesuai ketentuan dan kuota masih tersedia.
Sekolah juga perlu memantau jumlah usulan sekolah dan usulan dinas yang tercatat dalam sistem. Karena pengusulan belum aktif pada tanggal demonstrasi, operator disarankan menyiapkan data terlebih dahulu dan memantau pembaruan sistem sebelum melakukan pengajuan resmi.
Baca Juga: Cara Membuat Bonsai Kelapa dari Biji hingga 3 Bulan, Ini Tahapan dan Tips Perawatannya
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan