Cara Mengusulkan PIP 2026 di SIPINTAR, Sekolah Wajib Cek Kuota dan Prioritas Siswa

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:12 WIB
Cara mengusulkan PIP 2026 di SIPINTAR, cek kuota, status siswa, dan prioritas desil 1–4 sebelum pengajuan dibuka. (Ilustrasi Gemini AI)
Cara mengusulkan PIP 2026 di SIPINTAR, cek kuota, status siswa, dan prioritas desil 1–4 sebelum pengajuan dibuka. (Ilustrasi Gemini AI)

JAKARTA - Cara mengusulkan PIP 2026 melalui SIPINTAR mulai menjadi perhatian sekolah setelah munculnya menu pengusulan sekolah yang memungkinkan operator mempelajari data calon penerima bantuan.

Per 9 Oktober 2026, berdasarkan penjelasan dalam video kanal YouTube Ngapakia, sekolah masih belum dapat menjalankan pengusulan karena target sasaran belum aktif. Meski demikian, operator sudah bisa memeriksa validitas data siswa, membaca prioritas berdasarkan desil, hingga menyusun daftar calon penerima Program Indonesia Pintar (PIP) sesuai kuota dan kondisi ekonomi siswa.

Cara Mengecek Kuota PIP 2026 di SIPINTAR

Operator sekolah dapat memulai dengan masuk ke laman SIPINTAR, kemudian membuka menu pengusulan sekolah dan menyetujui ketentuan yang ditampilkan. Pada halaman tersebut, terdapat informasi target sasaran, jumlah target yang sudah digunakan, serta sisa target yang belum digunakan.

Target sasaran merupakan batas maksimal jumlah siswa yang dapat diusulkan oleh satuan pendidikan. Sementara itu, jumlah yang dipakai menunjukkan berapa banyak kuota yang telah digunakan, sedangkan sisa target memperlihatkan kuota yang masih tersedia.

Ketiga informasi tersebut menjadi dasar penting sebelum sekolah menentukan calon penerima bantuan. Namun, dalam pengujian yang dijelaskan pada 9 Oktober 2026, target sasaran masih menunjukkan angka nol. Artinya, pengusulan belum dapat dilaksanakan karena kuota dari pusat belum muncul pada akun sekolah yang digunakan.

Baca Juga: 8 Cara Merawat Murai Batu Cepat Gacor, Pemula Wajib Tahu!

Siswa Desil 1 sampai 4 Menjadi Prioritas

Setelah memahami kuota, operator perlu memeriksa jumlah siswa yang tercatat dalam sistem. Dalam contoh yang ditampilkan, terdapat 112 siswa, terdiri atas 91 siswa dengan data valid dan 21 siswa yang tidak valid.

Dari 91 siswa valid tersebut, sebanyak 80 siswa berada pada kelompok desil 1 sampai 4. Kelompok ini menjadi prioritas dalam penyusunan usulan PIP karena termasuk kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih rendah.

Sebagai ilustrasi, jika sekolah memperoleh kuota 50 siswa, operator dapat menyusun daftar prioritas dengan mendahulukan siswa desil 1 sampai 4. Apabila kuota hanya 30 siswa, sekolah perlu melakukan seleksi berdasarkan tingkat kebutuhan dan hasil verifikasi kondisi di lapangan.

Meski demikian, siswa di luar desil 1 sampai 4 tetap dapat dipertimbangkan untuk diusulkan apabila memenuhi ketentuan dan benar-benar membutuhkan bantuan. Penentuan akhir perlu memperhatikan kuota yang tersedia serta kondisi faktual masing-masing siswa.

Arti Warna Status Siswa yang Wajib Dipahami

Salah satu bagian penting dalam menu pengusulan adalah status validitas siswa. Operator perlu memahami kode warna agar tidak salah menentukan calon penerima PIP.

Warna merah menandakan data siswa tidak valid sehingga siswa tersebut tidak dapat diusulkan. Warna kuning menunjukkan siswa sedang dalam proses pengusulan dan masih dapat dibatalkan. Adapun warna ungu menandakan siswa sedang diusulkan oleh pengguna lain, misalnya melalui jalur pengusulan dinas.

Sementara itu, warna hijau menunjukkan siswa telah ditetapkan dalam surat keputusan (SK) penerima sehingga tidak dapat diusulkan kembali melalui mekanisme tersebut. Status putih menandakan siswa dapat diusulkan.

Pemeriksaan ini penting karena siswa yang masuk desil rendah belum tentu bisa langsung diusulkan. Operator tetap harus memperhatikan status data dan ketentuan pengusulan yang berlaku.

Begini Cara Menentukan Calon Penerima PIP

Untuk menyusun daftar calon penerima, operator dapat memanfaatkan fitur penyaringan berdasarkan desil. Fitur ini membantu sekolah mengidentifikasi siswa desil 1 sampai 4 maupun siswa di kelompok desil yang lebih tinggi.

Operator juga dapat mengunduh data siswa valid untuk menyusun skala prioritas menggunakan aplikasi pengolah angka seperti Microsoft Excel. Data tersebut dapat diurutkan berdasarkan desil, kemudian diverifikasi bersama kepala sekolah dan komite sekolah.

Penilaian tidak sebaiknya hanya berpatokan pada angka desil. Kondisi nyata siswa juga perlu diperhatikan, termasuk apakah siswa berstatus yatim atau piatu, rentan putus sekolah, maupun menghadapi kesulitan ekonomi yang membutuhkan perhatian khusus.

Setelah siswa dipilih, operator dapat membuka nama siswa, mencentang kriteria yang sesuai dengan kondisinya, lalu menekan tombol usulkan. Namun, langkah tersebut baru dapat diselesaikan ketika target sasaran sudah aktif dan kuota tersedia.

Sekolah Perlu Menunggu Aktivasi Kuota

Sekolah juga perlu memantau jumlah usulan yang sudah diajukan melalui jalur sekolah maupun dinas. Informasi tersebut membantu operator memahami penggunaan kuota dan menghindari kesalahan dalam menyusun daftar calon penerima.

Karena itu, operator disarankan menyiapkan data valid, menyusun skala prioritas, serta berkoordinasi dengan kepala sekolah dan komite sebelum periode pengusulan dibuka.

Perlu diingat, informasi dalam video tersebut menggambarkan kondisi pada 9 Oktober 2026 dan bukan jaminan bahwa seluruh sekolah mengalami status yang sama. Sekolah tetap perlu memeriksa akun SIPINTAR masing-masing dan mengikuti informasi resmi terkait aktivasi target sasaran PIP 2026.

Baca Juga: 8 Cara Merawat Murai Batu Cepat Gacor, Pemula Wajib Tahu!

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
SIPINTAR cara mengusulkan PIP Penerima PIP 2026 Tidak Cukup Lihat Desil Desil 1–4 PIP 2026