JAKARTA - Multimedia pembelajaran interaktif kini dapat dimanfaatkan guru untuk memantau progres belajar siswa secara lebih praktis melalui Canva.
Dengan memanfaatkan fitur kecerdasan buatan (AI) dan pengelolaan data, guru dapat mengetahui peserta didik yang sudah mengakses materi, posisi terakhir pembelajaran, hingga perkembangan aktivitas belajar. Fitur ini berpotensi membantu pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun belajar dari rumah (BDR), karena guru bisa memantau keterlibatan siswa tanpa harus selalu mendampingi secara langsung.
Baca Juga: Tes Kompetensi AKGTK 2026 Guru MI, Pahami 3 Pilar Deep Learning agar Tak Salah Strategi
Canva AI Bantu Guru Membuat Materi Interaktif
Pembuatan multimedia pembelajaran interaktif dapat dimulai melalui Canva AI. Dalam tutorial yang dibahas, guru diarahkan menyiapkan prompt atau perintah awal yang memuat tujuan pembelajaran, jenjang kelas, mata pelajaran, serta topik materi yang akan disampaikan.
Sebagai contoh, guru dapat membuat bahan ajar untuk siswa kelas V sekolah dasar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan topik fotosintesis. Informasi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam prompt agar Canva AI dapat menyusun materi sesuai kebutuhan pembelajaran.
Guru dapat menyalin prompt yang telah disiapkan, kemudian membuka situs Canva dan masuk ke menu AI. Selanjutnya, pengguna memilih fitur pembuatan kode, menempelkan prompt, melengkapi informasi pembelajaran, lalu mengirimkan perintah untuk diproses.
Setelah materi dibuat, guru tidak disarankan langsung menggunakannya tanpa pemeriksaan. Konten perlu ditinjau terlebih dahulu untuk memastikan kesesuaian materi, tujuan pembelajaran, aktivitas, dan evaluasi. Jika masih terdapat bagian yang kurang tepat, guru dapat memberikan instruksi tambahan agar hasilnya diperbaiki.
Progres Belajar Siswa Bisa Dipantau
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam tutorial tersebut adalah penggunaan data untuk memantau aktivitas peserta didik. Setelah multimedia selesai dibuat, guru dapat membuka bagian data untuk melihat informasi progres pembelajaran.
Sebelum digunakan siswa, materi perlu dipublikasikan agar dapat diakses melalui tautan situs web. Guru kemudian membagikan tautan tersebut kepada peserta didik untuk mulai belajar.
Dalam simulasi yang ditampilkan, seorang siswa bernama Budi mengisi identitas berupa nama, kelas V A, dan nomor absen 12 sebelum memulai pembelajaran. Setelah masuk, siswa dapat mengakses bahan ajar yang mencakup materi, aktivitas, dan evaluasi.
Ketika data diperiksa kembali, identitas siswa beserta aktivitas pembelajarannya muncul pada bagian pemantauan. Informasi tersebut membantu guru mengetahui apakah siswa sudah mulai belajar dan bagian mana yang terakhir diakses.
Dashboard guru juga dapat dimanfaatkan untuk melihat perkembangan peserta didik. Dengan demikian, pemantauan tidak hanya bergantung pada laporan lisan atau pesan siswa, tetapi juga dapat menggunakan data aktivitas yang tercatat dalam sistem yang dibuat.
Perhatikan Pengaturan Sebelum Situs Dipublikasikan
Sebelum memublikasikan situs, guru perlu memeriksa kembali nama situs dan pengaturannya. Dalam tutorial tersebut, pembuat mengingatkan pengguna agar memperhatikan nama yang dicantumkan, terutama jika menggunakan akun belajar.id untuk keperluan sekolah.
Guru juga perlu memastikan materi dapat diakses dengan baik, data siswa tercatat sesuai kebutuhan, dan tautan yang dibagikan mengarah ke halaman yang benar. Penggunaan nama siswa, kelas, serta nomor absen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan perlindungan data di sekolah.
Meski menawarkan kemudahan, fitur pemantauan ini tidak otomatis menjamin siswa memahami materi. Data aktivitas perlu dipadukan dengan hasil evaluasi, tugas, dan komunikasi langsung agar guru memperoleh gambaran yang lebih utuh tentang proses belajar.
Pemanfaatan Canva AI untuk membuat multimedia pembelajaran interaktif dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengembangkan pembelajaran digital. Dengan materi yang dirancang secara cermat dan pemantauan yang tepat, guru dapat lebih mudah mengenali kebutuhan siswa serta menentukan tindak lanjut pembelajaran.
Baca Juga: Tes Kompetensi AKGTK 2026 Guru MI, Pahami 3 Pilar Deep Learning agar Tak Salah Strategi
Editor : Muhamad Ahsanul WildanSumber : Suhardy Amir