RADAR TULUNGAGUNG – Keputusan mengejutkan datang dari dunia BUMN pangan. Dirut Agrinas mengundurkan diri hanya enam bulan setelah menjabat.
Joao Angelo de Suas Tamuta, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), resmi menyatakan mundur melalui konferensi pers yang disiarkan YouTube pada Senin (11/8).
Dalam pernyataannya, Dirut Agrinas mengundurkan diri sambil menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, para petani, dan seluruh masyarakat Indonesia.
Joao mengaku menyesal karena belum mampu memberikan kontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional.
“Dengan sangat menyesal, saya memohon maaf kepada seluruh warga negara, khususnya kepada petani, bangsa, dan Presiden yang telah memberikan amanah,” ujarnya.
Langkah Dirut Agrinas mengundurkan diri ini mendapat tanggapan langsung dari CEO Danantara, Rosan Roslani, yang menghormati keputusan tersebut.
Rosan memastikan bahwa proses pengunduran diri akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, dan operasional perusahaan akan tetap berjalan normal.
Baca Juga: Tandyo Budi Revita Pernah Menulis Buku Otobiografi sebagai TNI, Begini Pendapat Penyuntingnya
Joao Angelo resmi menjabat sebagai Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara sejak 10 Februari 2025.
Penunjukannya merupakan bagian dari transformasi BUMN pangan yang sebelumnya bernama PT Yudia Karya (Persero), perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan konsultasi jasa.
Transformasi tersebut ditetapkan melalui surat Menteri BUMN Nomor S-63/MBU/02/2025.
Namun, perjalanan singkatnya di kursi pucuk pimpinan berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Dalam konferensi pers, Joao menegaskan bahwa keputusan mundur diambil secara pribadi dan bukan atas paksaan pihak manapun.
“Saya merasa belum memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional, khususnya di sektor pangan. Oleh karena itu, saya memilih mundur,” katanya.
Joao pun menyampaikan permintaan maaf terbuka, terutama kepada Presiden, yang telah memberikan kepercayaan memimpin perusahaan strategis ini.
Dia juga meminta maaf kepada para petani dan seluruh masyarakat yang menaruh harapan besar terhadap peran Agrinas dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Rekam Jejak Tandyo Budi Revita, Sosok Wakil Panglima TNI Era Presiden Prabowo
“Apakah langkah saya ini benar? Itu akan menjadi penilaian publik. Tapi yang jelas, saya merasa harus jujur pada diri sendiri dan pada negara,” tambahnya.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa manajemen menghormati keputusan yang diambil oleh Jauh.
Ia memastikan transisi kepemimpinan akan berjalan tertib, terukur, dan terencana demi menjamin kelancaran program strategis perusahaan.
“Surat pengunduran diri Pak Joao akan kami proses sesuai prosedur yang berlaku. Operasional perusahaan tidak akan terganggu,” tegas Rosan.
PT Agrinas Pangan Nusantara merupakan BUMN pangan yang dibentuk melalui proses transformasi dari PT Yudia Karya (Persero).
Perubahan ini bertujuan memperkuat peran BUMN dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Sebagai perusahaan strategis, Agrinas diharapkan dapat bersinergi dengan sektor pertanian, peternakan, dan distribusi pangan di seluruh Indonesia.
Selain itu, Agrinas juga berperan dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan, serta mendukung program-program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Pengunduran diri ini memunculkan sejumlah spekulasi di kalangan publik. Ada yang menilai keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pribadi, namun ada pula yang mempertanyakan kinerja perusahaan dalam enam bulan terakhir.
Beberapa pengamat BUMN menilai bahwa mundurnya pimpinan dalam waktu singkat bisa memengaruhi kepercayaan investor dan mitra kerja.
Namun, selama operasional tetap berjalan lancar, dampak jangka panjang masih bisa diminimalkan.
Kementerian BUMN diperkirakan akan segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama untuk mengisi kekosongan jabatan.
Nama-nama calon pengganti mulai bermunculan, namun hingga kini belum ada pengumuman resmi.
Rosan menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana. “Kepemimpinan bisa berganti, tapi program strategis tetap harus dijalankan demi kepentingan nasional,” katanya.
Di akhir konferensi pers, Jauh kembali mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama menjabat. Ia berharap ke depan Agrinas dapat dipimpin oleh sosok yang lebih mampu mewujudkan visi dan misi perusahaan.
“Semoga Agrinas tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan pangan Indonesia,” tutupnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana