Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

KGPH Hangabehi Resmi Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV oleh LDA, Suksesi Keraton Surakarta Hadiningrat Berpotensi Munculkan Lagi Raja Kembar

Dharaka R. Perdana • 2025-11-14 17:26:59

KGPH Hangabehi mengenakan busana keprabon yang menjadi tanda jika dirinya sudah menjadi Pakubuwono XIV. (ISTIMEWA)
KGPH Hangabehi mengenakan busana keprabon yang menjadi tanda jika dirinya sudah menjadi Pakubuwono XIV. (ISTIMEWA)

RADAR TULUNGAGUNG - Suksesi di Keraton Surakarta Hadiningrat berpotensi menimbulkan fenomena raja kembar.

Hal ini tidak lepas dari penobatan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat pada 13 November 2025.

Penetapan ini dilakukan setelah wafatnya Pakubuwono XIII (PB XIII) pada 2 November 2025, dan menjadi babak baru dalam perjalanan suksesi Keraton Surakarta.

Baca Juga: Mantan Presiden Jokowi Takziah ke Keraton Surakarta, Sempat Laksanakan Sholat Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII

Padahal sebelumnya KGPAA Hamangkunagoro atau KGPH Purboyo yang notabene berstatus putra mahkota sudah memproklamirkan diri sebagai Pakubuwono XIV sesaat sebelum jenazah Pakubuwono XIII diberangkatkan ke Imogiri beberapa hari yang lalu.

Bahkan pengukuhan penguasa baru Keraton Surakarta Hadiningrat masih akan dilakukan besok.

Artikel ini membahas profil lengkap KGPH Hangabehi, dasar penetapannya sebagai raja baru, serta dinamika internal yang mengiringi proses suksesi.

Profil KGPH Hangabehi

KGPH Hangabehi adalah putra tertua Pakubuwono XIII dari pernikahan dengan KRAy Winari Sri Haryani.

Sebelum menyandang nama Hangabehi, ia lebih dikenal sebagai KGPH Mangkubumi, salah satu jabatan strategis dalam struktur kepangeranan keraton.

Baca Juga: Sinuhun Pakubuwono XIII akan Dimakamkan di Makam Raja-raja Mataram di Imogiri, Berdampingan dengan Makam Pakubuwono XII

Perubahan gelarnya menjadi KGPH Hangabehi pada akhir 2022 menandai peran pentingnya dalam lingkup keraton, sekaligus menunjukkan posisinya sebagai salah satu kandidat kuat penerus takhta.

Penetapan sebagai Pakubuwono XIV

Dalam musyawarah besar LDA dan keluarga besar keraton, KGPH Hangabehi ditetapkan sebagai PB XIV dengan dasar:

  1. Ia adalah putra laki-laki tertua PB XIII, yang dinilai memenuhi syarat adat.

  2. PB XIII dianggap tidak memiliki permaisuri ketika naik takhta, sehingga aturan suksesi berdasarkan garis putra tertua diberlakukan oleh LDA.

  3. Penetapan dilakukan dalam prosesi adat di Sasana Handrawina, wilayah inti Keraton Surakarta.

Keputusan ini langsung disambut para abdi dalem dan sebagian besar trah keraton yang hadir dalam musyawarah.

Dinamika Internal dan Isu Dualisme Suksesi

Penetapan PB XIV ini tetap diwarnai dinamika. Sebagian kerabat keraton mendukung KGPH Purboyo, putra bungsu PB XIII, sebagai kandidat alternatif.

Perbedaan pandangan ini menciptakan potensi dualisme kepemimpinan, mirip dengan ketegangan yang pernah terjadi dalam suksesi sebelumnya.

Baca Juga: Sinuhun Pakubuwono XIII Naik Tahta dengan Cara Tidak Mudah, Sempat Muncul Fenomena Raja Kembar di Keraton Surakarta, Begini Kisahnya

Meski demikian, Lembaga Dewan Adat menegaskan bahwa penetapan Hangabehi adalah keputusan sah berdasarkan adat yang mereka jalankan.

Fokus dan Komitmen KGPH Hangabehi

Setelah dinobatkan, KGPH Hangabehi menegaskan bahwa prioritasnya adalah melestarikan adat dan budaya Jawa di Keraton Surakarta

 

Selain itu memperkuat persatuan internal trah keraton, serta melanjutkan program budaya yang telah dirintis PB XIII

 

Menata administrasi dan kegiatan keraton agar lebih terbuka untuk masyarakat

Ia juga meminta dukungan penuh dari seluruh kerabat, abdi dalem, dan masyarakat Surakarta agar masa transisi berjalan damai dan kondusif. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#keraton surakarta #KGPH Hangabehi #Pakubuwono XIV